Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Serba serbi permasalahan


__ADS_3

Blue hanya dikamar, jika Genta ke kamarnya Blue keluar sambil sesekali mengelap meja.


Sampai malam hari, Genta tidak kembali lagi ke klinik, ia benar-benar bersama Blue seharian.



Blue memasak ayam kecap di dapur, ia benar-benar belajar untuk bisa menjadi istri yang membuatkan masakan untuk suaminya.


"Gue gak tega juga, dia biasanya dilayani sekarang malah melayani." Genta menghampiri Blue yang sedang memasak. Tanpa bertanya apapun, Genta mencuci piring dan barang yang kotor di wastafel.


Blue menyiapkan makanan di atas meja, hanya dua masakan setiap harinya, ikan dan sayur.


Mereka duduk dan memulai makan, tanpa mengucapkan apapun mereka melahapnya dengan tenang.


"Sky," panggil Genta saat Blue hendak pergi membawa piring kotor.


"Kita hanya tinggal berdua, tidak seharusnya kita saling diam seperti ini." Blue hanya menatap Genta dan berbalik untuk mencuci piring.


"Biar gue aja yang cuci piring nya, lo istirahat aja." Genta menatap Blue yang langsung pergi begitu saja.


Blue membaca buku di kamarnya sambil bersandar. Genta duduk d sampingnya melirik Blue, ia merasa sepi tanpa ada suara Blue yang biasa nya selalu ngajak ribut Genta. Genta yang memainkan ponselnya, merasa bosan.


"Sky, gue minta maaf. Lo bisa marahin gue kalau gue beneran salah, tapi gue mohon jangan diem kayak gini. Gue salah jadi suami yang gak bener, lo ngomong jangan diam aja." Genta menjatuhkan kepalanya di pangkuan Blue, meminta maaf kalau dirinya salah.



Blue mengelus kepala Genta, namun setelah nya mendorong Genta agar tidur di sebelahnya.


"Gue ngantuk." Ucapnya membenarkan posisi tubuhnya dan memejamkan mata.


Hanya terdengar hembusan nafas panjang dari Genta, Blue hanya berpura-pura tidur.


Genta sudah merasa nyaman, namun elusan tangan Blue berubah menjadi dorongan keras di bahu Genta.


...******...

__ADS_1


Pagi hari Genta terlelap kembali setelah shalat subuh, Blue izin pergi memberi tahu lewat surat yang di tulis di atas sandwich yang sudah dibuat oleh Blue sebelum berangkat.


"Masih jam tujuh, bukannya bangun lihat istri ini malah keluyuran kemana." Genta melihat ponselnya, ia melihat story yang di upload Blue.



"Anjing." Genta langsung buru-buru bangun dan membersihkan wajahnya, ia langsung siap-siap berangkat ke tempat gym.


Genta mencari tahu lokasi terakhir Blue, ternyata gym di dekat apartemen nya.


Genta menghubungi Blue berkali-kali, namun tidak di angkat oleh Blue. Genta terpaksa turun dari mobil dan masuk ke dalam gym.



Melihat di sekitar tapi tidak terlihat istrinya, Genta akhirnya duduk disana. Entahlah ia sudah tidak memikirkan outfitnya, karena akan tetap terlihat keren.


Saat Blue mengangkat telepon, Genta langsung menyuruhnya keluar. Blue merasa kesal karena Genta menyusul sampai tempat gym.



"Bisa gak sih lo jangan urusin gue, gue lagi latihan biar tambah seksi." Blue menepuk bokongnya, padahal disana sedang banyak orang. Genta langsung memakaikan sweater oversize yang ia bawa di dalam paper bag, ia tahu istrinya tidak membawa sweater.


Genta membawa Blue ke tempat makan, ia ingin sarapan di luar. Sandwich yang dibuat oleh Sky juga sudah habis di lahap, namun saat kesal ia makin terasa lapar.


Sampai di restoran Blue hanya duduk menunduk.



Genta kembali bingung dengan istrinya, sifat manja dan sesuka hatinya sangat sulit untuk hilang dari Blue.


"Sky, sekarang kita selesaikan masalah kita. Kita ini suami istri, tapi lo bukannya mau menyelesaikan masalah, tapi memperkeruh dengan diam aja tanpa bicara apapun seperti ini. Gue tahu kita nikah tanpa cinta, tapi gue hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Jadi tolong sama-sama mengerti satu sama lain." Blue menatap Genta, ia hanya melihat pelayan yang membawa makanan.


"Gue tahu, sekarang gue mau makan." Genta hanya mengangguk.


"Bangsat, gue bicara panjang lebar dia cuma bilang tahu dan mau makan. Astaghfirullah, tidak masalah karena dia istri gue. Tapi semoga tidak selamanya seperti itu sifatnya." Batin Genta, ia hanya bisa berteriak di dalam hatinya.

__ADS_1


Setelah selesai makan mereka langsung pulang ke apartemen, hampir siang hari mereka memutuskan untuk istirahat saja.


"Gen, lo ngapain?" Tanya nya sambil berbaring, kaki nya menyentuh Genta.



Lihatlah kaki sang princess, sangat sopan pada suaminya.


"Gen."


"Apa Sky? Gue dengar, tapi pertanyaan lo yang lebih masuk akal lah. Lo lihat sendiri gue lagi duduk main handphone sambil nonton film bareng lo, gak lihat?" Tanya Genta yang kembali seperti sebelumnya, namun ia langsung menoleh menatap Blue yang setelah pindah ke apartemen jadi sensitif.


"Gue lihat, makanya gue nanya lo ngapain. Soalnya lo main handphone mana sempat nonton film nya. Tolong ambilkan remote nya, gue mau ganti nonton Barbie dari pada kartun yang lain." Genta melihat remote nya ada di kaki Blue, namun dengan tidak sopannya Blue malah menyuruh suaminya yang sedang melihat email masuk dari klinik.


"Remote ada di kaki lo, tinggal lo ambil pakai kaki. Apa susahnya sih jangan malas makanya."


"Bapak Magenta Alvarendra, kalau saya malas siapa yang masak? Kalau saya malas siapa yang nyuci baju?"


"Ibu Blue Skyla, saya tahu anda masak dan nyuci. Tapi gak gini juga dong sama saya, saya ini suami anda loh jangan gak sopan."


Blue duduk dan mengambil remote nya, "di ambilin juga gak, di omelin iya." Dengan kesal ia mengganti nya ke channel lain. Namun setelah nya ia beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar.


"Mau cari angin, di kamar sumpek."


"Salah lagi gue, bangsat." Genta mengirim pesan pada dua teman yang sebagai kakak iparnya sekarang. Genta mengadu bahwa Blue sangat sensitif. Carel dan Arystan malah menduga kalau Blue tengah mengandung, namun langsung ditepis oleh Genta. Karena mereka belum melakukan nya.


Carel semakin memanasi Genta, bahwa adiknya akan di kenalkan dengan staff kantor jika belum hamil. Lagipula siapa yang tidak mau dengan Blue, Arystan juga mengiyakan perkataan Carel.


"Kakak ipar gak ada akhlak, adik iparnya minta bantuan supaya istrinya gak gitu lagi sama gue, malah makin ngomporin mau jodohin sama staff." Genta kesal dengan teman sekaligus iparnya itu, ingin sekali Genta berkata lembut dan mengelusnya yang pasti itu hanya kebalikan nya.


"Siapa sih staff yang mau di jodohin sama Sky? seperti nya juga cakepan gue kemana-mana. Tapi namanya juga Carel bisa aja buat manasin gue di cariin yang cakep nya di atas gue. Sky..!" Genta menyusul keluar, Blue bisa saja berangkat keluar tanpa sepengetahuan nya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2