Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Menginap


__ADS_3

Genta di rumah Arystan akan menginap, kini waktunya shalat maghrib. Arystan rajin beribadah, ia mengajak Genta untuk shalat bersama. Sedangkan Carel beralasan untuk ke kamarnya setelah mendengar adzan berkumandang.


Setelah shalat maghrib, Arystan mengajak Genta untuk makan malam bersama keluarga nya. Sebelum turun Arystan memanggil Blue dan juga Carel.


"Gue bareng Sky, paling dia lagi maskeran. Coba aja intip." Carel menyuruh Arystan untuk mengintipnya, namun yang ia lihat adiknya sedang duduk bersila dengan mukenah dan kitab suci Al-Qur'an di depannya. Genta tersenyum melihat itu, walaupun Blue bersikap seperti itu, tapi masih mau untuk beribadah dan membaca kitab suci.


Arystan menutup kembali pintu kamar Blue, dan mengajak mereka turun lebih dulu.


"Genta ada disini rupanya, om baru lihat kamu." Papi Edward yang baru melihat Genta.


"Iya om, sibuk di klinik. Biasanya nongkrong sama Arys dan Carel di cafe, gak sempat kesini." Jawab Genta tersenyum sambil menyalami bule itu.


"Kesini dong, biar makin rame." Canda papi Edward agar tidak canggung.


"Iya om." Jawabnya lagi tersenyum.


"Sky mana rys?" Tanya mami Fera, karena tidak melihat Blue turun.

__ADS_1


"Lagi rajin mi, tadi kita intip lagi ngaji." Carel yang menjawab.


"Bagus lah, dari pada kamu." Arystan dan Genta tersenyum mendengar ucapan mami Fera.


"Hayo, lagi ngomongin Sky ya?" Blue turun dengan pakaian rumah yang biasa dia pakai, celana sepaha dengan kaos besarnya. Mereka semua menatap Blue yang menuruni tangga, mereka sudah biasa melihat pakaian Blue sesuka hati, sedangkan Genta sedikit berpaling saat melihat pakaian yang di pakai Blue. Mungkin Genta sedang menjaga pandangan.


"Siapa yang ngomongin kamu? Jangan kepedean deh." Jawab mami Fera tersenyum melihat anaknya sudah turun.


Blue duduk di dekat Carel, tanpa melirik ke arah Genta yang menatap makanan. Bukan sudah lapar, hanya saja tidak ingin melihat Blue yang mungkin juga akan menatap tajam dirinya.


"Mau makan apa rys, rel?" Tanya nya pada anak lelakinya, karena sekarang Blue bagian mami Fera yang mengambilkan makanan.


"Mau bilang gue makan banyak? Iya." Karena Carel melihat bahwa Genta melirik nya. Arystan juga diambilkan sama papi, begitu juga Blue yang diambilkan oleh mami. Genta merasa sedih saat keluarga nya sendiri tidak seperti keluarga temannya.


"Kamu mau makan apa gen?" Tanya papi Edward melihat Genta.


"Hah?"

__ADS_1


"Dari tadi melamun apa sih gen? Papi nanya kamu mau makan pakai apa?"


"Lo gak apa gen?" Tanya Arystan.


"Gak apa rys."


"Genta ambil sendiri aja om." Genta malu jika papi Edward mengambilkan makanan untuknya.


"Kamu sungkan banget sama om, anggap aja om ini orang tua kamu. Om juga anggap kamu seperti Carel dan Arys." Papi Edward terlihat bule yang sangar garang, tapi dia sangat baik.


"Iya om." Jawab Genta tersenyum. Setelah itu papi Edward menawarkan lagi, dan Genta meminta yang ia inginkan. Mami Fera tahu keluarga Genta, apalagi Arystan dan Carel. Mereka tahu bahwa Genta ingin memiliki keluarga yang utuh seperti temannya. Namun ibu nya ternyata di panggil lebih dulu, dan di gantikan oleh wanita ular kepala dua. Papa nya juga terlihat nyaman dengan keluarga barunya itu, tidak melihat kebusukan hati dari istri barunya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2