Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Blue badmood ada Arabella


__ADS_3

Setelah kedua temannya pulang, Genta kembali ke kamar untuk bersiap harus ke klinik. Blue juga kembali menonton televisi, makanya Genta sudah yakin istrinya sudah membaik.


Tak berapa lama Genta selesai bersiap dan keluar dari kamar untuk pamit pergi ke Blue, tapi yang ia lihat istrinya sedang tidur di sofa tempat dirinya tadi rebahan.


Genta menghampiri Blue dan memperhatikan wajahnya dengan seksama, menyingkirkan helaian rambut yang menghalangi wajah putih cantik Blue. Genta tidak tega untuk membangunkan Blue, jadi ia hanya menulis pesan lewat kertas di letakkan nya di meja.



"Gue berangkat dulu Sky, gak lama kok nanti makan siang dirumah." Genta memberikan selimut untuk Blue, lalu ia keluar untuk berangkat ke klinik.


Genta pulang sekitar jam setengah dua belas, ia masuk ke dalam apartemen tidak ada Blue di sana. Ia mencari Blue di kamar, ternyata sedang menonton drama korea kesukaan nya.



"Serius banget lo nonton, sampai gak sadar gue pulang." Padahal Genta cepat-cepat pulang dari klinik karena khawatir istrinya di tinggal terlalu lama, ternyata malah tengah asik nonton tanpa menunggu nya pulang di luar.


"Sadar lo buka pintu, karena lo bilang makan siang disini. Tapi sekarang belum waktunya makan siang, kenapa lo pulang? Gue belum masak." Tanya Blue menutup laptopnya, dan membenarkan rambutnya berdiri untuk masak.


"Udah gak usah, gue aja yang masak. Lo lanjutin aja nonton." Genta sudah mengganti pakaian nya dengan pakaian santai dan keluar dari kamar untuk masak.


"Lo marah karena gue belum masak? Jadi lo mau masak sendiri?" Blue mengikuti Genta sampai ke dapur.


"Bukan gitu Sky, maksud gue lo istirahat aja. Gantian dulu sekarang gue yang masak." Genta menjelaskan pada Blue bahwa ia hanya ingin masak agar Blue istirahat.


"Gak boleh gitu lah gen, gue aja sini yang masak."


"Udah gak usah, gue aja." Genta tetap kekeuh mau masak.


"Masakan gue masih gak enak ya? Kok lo ngotot banget mau masak sendiri gantiin gue." Genta menghela nafas pelan, berbalik menatap Blue.


"Katanya lo masak terus nanti tangannya kasar, sekarang gue gantiin malah cerewet."


"Karena wajib gen, ini kerjaan gue sesuai dengan persetujuan kita juga diawal."


"Udah sembuh berarti ya, nyerocos aja. Sekarang lo duduk kalem aja nonton, biar gue masak yang enak untuk kita makan siang." Genta membawa Blue ke tempat duduk, supaya nonton saja biar Genta yang masak.


"Berarti gue masak gak pernah enak?" Genta ingin sekali menggigit mulut nya, supaya diam.


"Lo mau nurut atau gue cium?" Pertanyaan Genta membuat Blue menatap tajam Genta. Karena Genta sudah kesal berdebat dengan Blue yang tidak akan ada habisnya, yang ada mereka marahan.

__ADS_1


"Cium aja kalau berani, gue tonjok lo." Menunjukkan kepalan tangannya.


"Nantangin gue, badan kurus aja mau lawan gue." Genta mendekat pada Blue mengarahkan bibirnya untuk segera mencium Blue.


"Iiiihhhh, sana masak aja." Blue mendorong wajah Genta agar menjauh.


"Tadi nantangin, sini!" Genta kembali mendekatkan wajahnya ke Blue, tapi Blue kembali mendorong wajah serta badannya.


"Pergi gak lo, tadi katanya mau masak."


"Yeee tau pun takut kan lo, mendapatkan ciuman dari seorang Genta." Mendengar itu Blue pura-pura ingin muntah. Genta tertawa sambil berjalan ke dekat kompor untuk segera masak.


"Cengengesan terus kapan matangnya, gue udah lapar."


"Tadi gak kerasa lapar, sekarang malah terasa."


"Itu tadi, sekarang udah lapar."


"Berhubung lo lapar banget, gue juga sama. Gue bikin yang paling cepat, dan hasilnya sebentar lagi jadi." Genta memasak telur dadar.


"Sudah siap." Genta membawa dua piring yang isinya nasi hangat dan telur serta kecap.


"Maaf Sky, siang ini makannya nasi sama telur dulu yah. Soalnya bahan nya habis tadi pagi gue lupa, gue dan kakak lo masak di habiskan semua." Genta merasa bersalah, karena pasti Blue tidak pernah makan seperti itu.


Blue memaksa untuk ikut ke supermarket belanja bahan makanan untuk persediaan di dapur, Genta sudah melarang sangat keras apapun yang di lakukan terserah asal tidak diluar. Tapi Blue tetap bersikeras akan belanja bersama, akhirnya Genta mengizinkan.


Mereka sampai di supermarket, Blue mengambil cemilan yang biasa ia simpan di meja depan televisi. Tapi saat ia memanggil Genta, suaminya itu malah asyik main game.



"Genta, lu niat belanja apa gak sih? Gue lihat dari tadi bukan bantuin gue cari barang dapur malah main game, mau gue lempar pakai ikan, hp lo?" Genta langsung meletakkan ponselnya di kantong, ia mengambil barang yang belum ada di troli.


Sementara Genta mencari bahan makanan untuk persediaan di kulkas, sekarang giliran Blue yang melihat barang tidak di perlukan untuk ia beli.



"Sky, gue gak izinin beli itu. Di apartemen ada banyak dan lo cuma pakai satu gelas, itu akan terpajang di dalam lemari aja." Genta mencari Blue ternyata sedang melihat barang yang sudah banyak di apartemen, tapi tetap saja ingin membeli lagi.


"Please!!!! Kalau yang ini beda gen, ini tempat makan hello Kitty." Blue menunjukkan nya pada Genta.

__ADS_1


"No, lagian lo mau bekal kemana?" Tanya Genta.


"Buat anak-anak, ini kan gue cuma persediaan. Lucu kan dibawain bekal hello Kitty gini."


"Anak-anak siapa?" Tanya Genta mendekat menatap Blue, Blue sendiri belum menyadari ucapannya, ia hanya melihat barang yang akan di beli.


"Anak-anak apa?" Tanya Blue sebenarnya hanya pura-pura tidak mengerti dengan ucapan Genta.


"Bukan apa-apa, kita kesana aja. Lo mau beli dua atau tiga juga boleh."


"Beneran?" Tanya Blue bersemangat.


"Iya." Blue langsung memeluk Genta, Genta yang tiba-tiba di peluk seperti itu mematung.


"Peluk-pelukan di depan umum, kalian gak malu apa?" Tanya seseorang membuat Blue dan Genta melirik.


Arabella sedang belanja juga disana.


"Apa hubungannya sama lo? Gue peluk istri gue, bukan istri orang. Ayo sayang!" Genta mengedipkan matanya pada Blue.


"Orang mana tahu dia istri atau hanya pacar lo, masih anak-anak gini." Melihat penampilan Blue memang terbuka sesuai untuk anak seusianya, namun tetap sangat sexy tapi fashionable.


"Sayang, kenapa kamu kenal sama tante seperti ini? Jangan dekat-dekat sama tante jelek ini ya? Ayo pergi!" Blue membantu Genta mendorong troli, Genta hanya tersenyum mendengar Blue, ucapan nya sangat pedas di dengar Arabella.


"Eh anak ingusan, berani lo sama gue?" Blue dan Genta hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Arabella.


Arabella mengejar Blue dan Genta, ia ingin menarik rambut Blue, dengan cepat tangan nya langsung di pelintir Blue.


"Ada apa tante? Sakit ya, maaf." Genta hanya tersenyum melihat Blue yang seperti itu, dia tidak perlu membantu istrinya.


"Genta!!!! Heeehhhh" Arabella kesal sendiri dikatain tante-tante, ia mengepal tangannya kuat. Banyak orang yang menatap heran Arabella teriak-teriak di supermarket.


Blue langsung badmood dan menyuruh Genta saja yang mengantri untuk bayar, Blue ke mobil nya lebih dulu.


Setelah selesai Genta menyusul ke mobil dan segera pulang, melihat Blue juga merebahkan dirinya dengan mendatarkan kursi.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2