
Masih weekend, Genta pulang ke apartemen hanya menjemput mili (kucing peliharaan) nya. Genta membawa ke rumah Arystan untuk ia ajak main, ia kasihan meninggalkan mili terlalu lama di apartemen.
"Lo bawa aja ke ruangan pili, disana Sky sedang bermain dengan pili." Ucap Arystan.
"Ayo gen gue antar, biar Mili punya teman main." Carel ingin mengantar Genta ke ruangan pili, disana Blue sedang bermain dengan kucingnya.
Meoowww...
Mili menggesekkan badannya pada Genta, ia seperti mengerti dengan pembicaraan mereka. Karena ingin bertemu dengan teman baru.
"Gue takut Sky marah," ucap nya seperti dirinya pernah takut dengan orang selain ibu nya.
"Sejak kapan lo mikirin orang? Lagipula lo dan Sky udah sering banget berantem, jadi nanti gak heran kalau kembali terulang." Carel dan Arystan sudah mengenal Genta sangat lama, jadi tidak heran lagi apalagi dengan Blue yang selalu berantem.
Meoowww...
"Ayo gen, kucing lo ingin main." Genta mengelus kucingnya yang sedang menatap wajahnya seperti memohon.
"Oke, tapi kalau dia marah karena ada orang lain masuk gue gak ikutan ya?" Genta juga tahu diri berada di rumah orang, apalagi dirinya tidak dekat dengan Blue.
"Lo tenang aja gen." Arystan dan Carel mengantar nya ke ruangan pili.
"Pili mau apa? Mau beli tas branded ya? Aku belikan nanti, tapi kalau sudah punya uang sendiri." Ucapnya pada pili, padahal pili yang penting makanan nya enak dan tempat untuk tidur nya nyaman, itu saja. Blue sendiri yang menginginkan tas branded, sebenarnya dengan minta saja barang yang diinginkan akan segera tiba.
__ADS_1
"Feeling gue dia dengar kita datang, itu sebagai kode untuk kita membelikan nya kak." Ucap Carel yang selalu suudzan.
"Gue semakin setuju dengan keputusan nya menikah, biar dia ada yang mau beliin. Lalu beban kita berkurang." Sambungnya mendapat geplokan dari Arystan.
"Ngomong nya pelan, gue yang bakal beliin semua yang diinginkan adik gue."
"Gue juga bisa beliin dia kali, bukan berarti yang tidak kerja tidak ada uang." Carel tidak terima kalau hanya kakaknya yang mengatakan akan memberikan semua yang di inginkan Blue.
"Duit lo juga dari gue rel." Mendengar jawaban Arystan, Carel hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya.
Meoowww...
"Kalian ngapain? Tadi mau antar gue dan Mili keruangan pili, tapi sekarang kalian malah berdebat disini." Genta bingung dengan kedua kakak beradik ini, ada saja yang di perdebatkan. Arystan dan Carel saling pandang, lalu mereka tersenyum.
"Tinggal masuk gen, kita udah sampai di depan pintu nya."
Meoowww, meoowww...
Mereka berdua saling bersahutan, lalu pili menjilati wajah Mili.
"Mili," panggil Genta karena kucing nya mendekati pili.
"Biarkan saja mereka, mereka adalah saudara kembar. Jadi sekarang sedang melepas rindunya, makanya seperti ini. Gue yakin pili dan Mili kucing kesayangan Geandra dulu." Blue meneteskan air matanya, ia mengingat semua itu merasa pusing. Kejadian itu selalu membuatnya merasa sakit, karena melihat langsung saat kecelakaan terjadi.
__ADS_1
"Sky mau ke kamar, biarkan mereka bermain." Blue meninggalkan mereka sambil menunduk. Namun sebelum keluar Genta menahan tangan Blue.
"Lo kenapa Sky?" Tanyanya membuat kedua kakaknya juga melihatnya dan mengangkat dagu Blue.
"Kamu nangis? Princess kenapa nangis?" Tanya Arystan.
"Kamu kenapa dek?" Carel khawatir karena adiknya menangis.
"Sky hanya terharu dengan mereka, tolong lepasin gue gen." Genta melepas tangan Blue, ia hanya melihat wajah Blue yang terlihat bersedih bukan karena terharu, tapi karena trauma nya belum sepenuhnya pulih.
Blue langsung berlari menaiki tangga, Arystan dan Carel juga Genta mengejarnya, meninggalkan dua kucing kembar yang sedang bermain.
"Buka pintunya Sky, jangan seperti ini." Arystan membujuk Blue agar keluar.
"Kita bicara di dalam ya, kamu buka dulu pintunya." Samar-samar terdengar suara lemparan benda dari dalam, membuat yang di luar semakin khawatir.
"Bagaimana jika kita mendobrak?" Usul Genta yang membuat Arystan dan Carel hanya menggeleng, karena percuma pintunya sudah sangat kuat.
"Dia nanti akan tenang sendiri, mungkin hanya beberapa plaster di tangan dan kaki nya. Karena Sky bukan hanya mengamuk, tapi juga menyakiti tubuhnya." Jawaban dari Arystan membuat Genta terkejut, ternyata yang selalu membuat dirinya kesal orang yang sangat rapuh dengan trauma yang masih belum sepenuhnya sembuh.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...