Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Pernikahan Arystan dan Valencia


__ADS_3


Hari ini adalah pernikahan Arystan dan Valencia, mereka sudah akad di masjid besar di kota mereka tinggal. Lalu untuk pesta pernikahan nya sangat meriah karena keluarga Sagara memang terkenal dengan kekayaan nya yang dimana-mana. Angga birendra atau papa dari Genta juga diundang, beliau datang bersama istri dan juga anaknya. Namun berbeda dengan dulu saat belum mengetahui siapa dalang dari semua rencana pembunuhan istri dan anak keduanya, kali ini papa Angga terlihat acuh dengan Aletta karena belum bisa memaafkan sepenuhnya.


"Papa sama tante Aletta datang, lo sapa mereka duluan, gue masih mau makan bentar." Ucapnya masih dengan mulut penuh makanan.


Genta menatap wajah istri nya dan mengalihkan pandangan nya ke arah perutnya.


Blue sadar jika suaminya menatap nya, ia melirik pelan.


"Apa lo? Mau bilang gue banyak makan, sekarang gue gendut?" Tanya Blue membuat Genta langsung berdiri, ia cari orang yang ia kenal untuk menghindari pertanyaan Blue.


"Dari tadi gue bilang samperin papa tapi ngulur, sekarang pas gue tanya gendut lo mau pergi." Angga dan Aletta melihat Blue yang sedang mengomeli Genta.


"Bukan gitu Sky, lo sensi terus semenjak hamil."


"Lo bilang apa?"


"Nak, ada apa? Kalian lihat banyak tamu yang datang, kenapa tidak pelan saja bicaranya." Angga datang untuk menyadarkan mereka karena saat ini sedang di tengah pesta.


"Genta bilang Sky gendut pa."


"Genta,"


"No, kapan gue bilang lo gendut? Gue cuma lihat lo makan tadi." Karena memang Genta tidak mengatakan hal itu pada Blue.


"Memangnya Sky kelihatan gendut pa?" Blue memutar badannya memperlihatkan dilihat dari mana saja terlihat berbeda atau sama seperti sebelumnya.


Papa Angga melirik Genta, membuat Genta melihat kearah lain.


"Tidak ada yang berubah, hanya perut kamu yang membuncit."


"Tante, Sky gendutan ya? Kalau nanya sama yang lain bisa aja bohong." Blue kali ini bertanya pada Aletta, karena menurut nya Aletta tidak akan membohongi nya.


"Sky, tante juga pernah mengandung dulu, jadi untuk ukuran tubuh yang berat badannya bertambah itu wajar buat ibu hamil dan artinya anak dan ibunya sehat. Setelah melahirkan nanti juga bisa olahraga, dan bisa merawat tubuh langsing lagi." Aletta sudah mulai berubah, jauh lebih baik dari pertemuan pertamanya dengan Genta dan Blue.


"Iya, benar tante. Berarti ibu dan anaknya sehat, Sky percaya sama tante."


"Saat ibu hamil perut nya besar itu malah lucu, guru Neisha ada yang hamil dan dia malah bahagia katanya ada bayi lucu yang akan hadir." Genta tersenyum menatap Neisha, harusnya dirinya tidak menghindar dan menenangkan Blue.


"Kamu pintar sekali sih, beda dari kakak kamu yang itu." Blue mengatakan itu sambil melirik Genta.


"Beda lah, gue cowok sedangkan Neisha cewek." Genta membela diri dibilang beda dengan Neisha.

__ADS_1


"Sky, kita cari makan lain sama Neisha, kamu mau?" Tanya Aletta ingin melerai keduanya dengan cara mengajak Blue mencari makanan lain.


Blue menatap Genta, ia sebenarnya masih rada kurang yakin dengan Aletta yang sudah mulai baik.


"Hm kamu sama tante dan Neisha aja cari makan, gue sama papa mau ngobrol." Blue mengangguk.


"Neisha, jagain kak Sky ya? Genta nitip Sky tante," Genta juga meminta Neisha ikut menjaga istrinya, ia juga masih takut dengan perlakuan Aletta yang sudah membunuh ibu nya, walaupun itu bukan yang dilakukan sendiri.


Tak jauh dari mereka juga ada tiga orang yang sedang duduk melihat Blue dan Genta, sejak dari awal Genta memperhatikan Blue walaupun dengan cara yang kurang tepat menghindari pertanyaan istrinya. Carel, Sharaine dan Carl. Sebenarnya hanya Sharaine dan Carel, karena Carl menikmati jajan dan ice cream.


"Gue suka dengan Sky dan Genta, mereka pasangan yang tidak romantis namun dengan perlakuan masing-masing sudah jelas mereka saling menyayangi."


"Gue juga aneh kadang dengan pasangan itu, mereka benar-benar tidak ada sama sekali kata romantis, hamil saja itu karena kelepasan dan ketidaksadaran tidak jauh dari kita." Ucap Carel karena sudah tahu cerita dari adik dan temannya.


"Maksudnya? Mereka mabuk dan melakukan itu?"


"Melakukan apa ma?" Tanya Carl mendengar sekilas ucapan mama nya.


"Bukan apa-apa sayang." Carl hanya mengangguk dan kembali memakan jajanan nya.


"Tepat sekali, katanya sih Sky nangis setelah bangun dan tahu kalau Genta melakukan itu. Takut dia hamil dan Genta harus tanggung jawab dengan yang dilakukan." Carel menceritakan adiknya sambil tertawa, Sharaine yang mendengar pun lucu dengan tingkah Blue.


"Tanggung jawab apalagi, orang mereka sudah menikah."


"Gue salah dan gue takut sampai saat ini, gue takut papi mengatakan pada Daddy soal kita. Gue hanya takut Daddy tidak setuju dan menjauhkan lo dari Carl."


"Bukan karena takut akan dijauhkan dari lo?" Tanya Carel.


"Gue ibunya, jelas gue takut jauh dari Carl."


"Maksud gue, lo takut dijauhkan dari gue? Makanya sampai sekarang lo khawatir papi tidak berhasil mengatakan nya pada Daddy kamu?" Sharaine menatap Carl yang masih asyik dengan makanan nya.


"Kalian disini? Ayo waktunya foto bersama." Mami Fera mengajak mereka untuk naik.


"Carel aja mi, Sharaine gak enak mau ikut foto." Sharaine tahu walaupun orang tua Carel sudah setuju dan mau mengakui Carl sebagai cucunya, ia masih takut dengan cibiran orang.


"Mami mengajak kamu sama Carl juga, kalian juga keluarga mami. Ayo kita foto, semua sudah diatas bareng pengantin."


Carel menggandeng tangan Carl setelah mengelap wajah dan tangannya yang kotor. Sharaine mengikuti Carel dari belakang, ia diperhatikan semua orang yang hadir.


Benar saja banyak orang yang membicarakan tentang Sharaine untuk ikut berfoto, bisik-bisik orang terdengar oleh Carel yang akan naik ke atas pelaminan. Carel menunggu Sharaine yang ada dibelakangnya, ia menyuruh Carl untuk menggandeng tangan mamanya.


"Maaf, untuk yang bukan anggota keluarga silahkan turun." Ucap beberapa orang yang dibawah dan photografer.

__ADS_1


Mami Fera dan yang lain ikut melihat tidak ada yang salah dengan keluarga Sagara.


"Kita semua disini satu keluarga, apa yang salah?"


"Ibu dan anak itu." Tunjuk nya pada Sharaine dan Carl. Sharaine ingin mengajak Carl turun, namun Carel menahannya.


"Gue harus turun rel."


"Lo tetap disini."


"Siapa maksud anda? Wanita dan anak disamping saya?" Tanya Carel lantang.


Mereka mengangguk, dan beberapa tamu juga ikut penasaran dengan orang disamping Carel membawa anak menggandeng tangan anak kedua keluarga Sagara.


"Tidak ada yang boleh mengusirnya, dia adalah bagian dari keluarga Sagara."


"Tapi hanya bagian, bukan keluarga inti." Mereka yang dibawah seperti tidak mau kalah dengan Carel, Carel merasa marah dengan sikap tidak sopan dan ikut campur orang-orang dibawah.


Jendra dan Luna juga ada disana karena diundang, tentu saja karena sekretaris Carel dan Sharaine.


Carel menatap seluruh anggota keluarga nya dan juga Sharaine yang menatap nya.


"Dia istri dan anak saya. Apa ada lagi yang mau melarang nya?" tanya Carel pada orang-orang dibawah yang masih terkejut dengan ucapan Carel.


Keluarga nya juga tak kalah terkejut nya dengan ucapan Carel yang mengaku jika Sharaine adalah istri, tapi Carl memang anaknya.


"Sejak kapan bapak Carel menikah?" Tanya lagi membuat papi Edward juga geram.


"Jika kalian tidak bersedia untuk memotret kami sekarang, jangan salahkan saya untuk memanggil jasa yang lebih sopan dan membuat kalian tidak lagi mendapatkan panggilan memotret."


Mereka langsung bersiap untuk memotret karena mendengar ucapan papi Edward yang terdengar tidak main-main, apalagi kepala keluarga Sagara sendiri yang mengatakan nya.


Setelah selesai dengan potret memotret, banyak kolega dari papi Edward bertanya tentang Carel yang sudah menikah dan memiliki anak.


"Tapi saya seperti mengenal istri dari bapak Carel, apa dia dari perusahaan XX?" Papi Edward hanya tersenyum karena dirinya masih belum menyampaikan masalah anak-anak nya pada David, daddy nya Sharaine. Ia hanya pernah dulu bercanda untuk menjodohkan anaknya dengan putri David, tidak tahu ternyata hanya ada satu orang anak yang David punya dan untuk putra yang mana.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2