
Blue berpamitan pada Genta, ia akan segera pulang untuk berlatih. Karena hari ini ia tidak akan masuk ke sekolah.
"Sky," panggil Genta yang mengejar nya sampai keluar.
Blue menoleh. "Ada apa?"
"Arystan baru saja menghubungi, dia bilang bahwa aku harus mengantarmu."
"Tidak usah terimakasih." Jawab Blue yang langsung pergi.
"Aku tetap akan mengantarmu, karena kalau tidak pacarmu akan marah padaku."
"Terserah, tapi tidak perlu mengantarku. Aku sudah mandiri dan bisa pulang sendiri."
"Sky, kamu harus aku antar."
"Maaf, aku tidak langsung pulang kerumah. Aku ada urusan sebentar."
"Siapa yang mau mengantar mu ke rumah, Arystan menyuruhku mengantarkan kamu ke sekolah."
"Aku sudah bilang, aku bisa pulang sendiri. Jadi tidak perlu mengikuti ku. Aku ada urusan dan belum mau pulang atau ke sekolah."
__ADS_1
"Tunggu disini, dan aku akan mengambil motor ku terlebih dahulu." Ucap Genta menyuruh Blue menunggunya.
Blue yang banyak ide cemerlang, langsung menghentikan orang yang sedang melaju dengan motor nya.
"Maaf Genta, aku harus segera pergi." Ucapnya sambil membawa pili.
"Kemana sky? Bukannya tadi disini?" Ucapnya sudah siap dengan motornya.
"Sial, gue dikerjai bocil. Kok bisa Arystan mau sama anak ingusan seperti dia." Genta berbalik untuk kembali lagi ke klinik.
Tring tring..
Ponsel Arystan berdering.
"Arys, gue gak bisa antar pacar Lo."
"Pacar? Pacar siapa?" Tanya Arystan bingung.
"Itu sky pacar Lo, dia katanya ada urusan sebentar. Gue mau antar dia tadinya, tapi dia gak mau pulang atau ke sekolah."
"Bisa-bisanya Lo percaya sama sky, Genta." Ucap Arystan tertawa.
__ADS_1
"Kenapa lo malah ngetawain gue rys?" Genta bingung dengan Arystan yang tiba-tiba menertawakan diri nya.
"Tidak, tapi yang jadi masalah kenapa lo gak ikutin sky? Gue takut terjadi apa-apa sama dia." Arystan masih tetap khawatir dengan adik perempuan nya.
"Itu urusan lo, rys. Gue sudah mau antar pacar lo itu, tapi dia ninggalin gue yang baru ambil motor." Genta kesal dengan Blue yang meninggalkan nya setelah mengambil motor.
"Susah banget gue cuma nyuruh gitu aja Genta. Kalau ada apa-apa sama sky, lo yang gue cari pertama." Arystan juga marah pada Genta, karena tidak mengantar adiknya itu.
"Apa urusannya sama gue? Pacar lo itu pergi gitu aja setelah peliharaan nya di periksa, terus gue nawarin mau antar dia gak mau. Berarti bukan salah gue dong." Genta heran, pacarnya sendiri kenapa malah menyuruh temannya yang mengantar ke sekolah.
"Susah ngomong sama lo, gen." Arystan memutuskan panggilan telepon nya sepihak, karena marah temannya tidak mau mengantar adiknya pulang.
Genta tidak mengerti dengan ucapan Arystan, yang tiba-tiba marah karena tidak mengantar Blue. "Kenapa Arys jadi marah sama gue? Pacar dia sendiri, kenapa gue yang harus urus pacar bocil nya itu. Aneh."
"Heran banget gue, seperti nya Arys udah di pelet sama tuh bocil ingusan. Bagaimana mungkin seorang Arystan mau sama gadis seperti itu? Kalau gue sih ogah." Ucap nya bergidik tidak mau jika harus memiliki pasangan seperti Blue.
Genta kasihan dengan Arystan, ia mengira bahwa Blue telah memberi ilmu pelet pada temannya. Padahal sebenarnya Arystan kasihan pada Blue, karena dia adiknya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...