Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
tidur seranjang


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Arystan terbangun lebih dulu, ia terkejut di sebelahnya ada Carel sedang memeluk nya.


"Rel, bangun woy!" Arystan menggoyangkan lengan adiknya.


"Nanti dulu mi, masih ngantuk." Carel mengira yang membangunkan adalah mami Fera.


"Gue abang lo peak, bukan mami. Memangnya suara gue kayak cewek apa? Bangun rel!" Arystan mendorong adiknya dan terjatuh kelantai, namun tidak begitu merasa sakit, karena di bawah ada karpet lembut.


"Kak Arys, kok gue di dorong sih?" Carel duduk memandang kakak nya yang juga duduk di atas ranjang.


"Gue heran, padahal semalam lo pulang masuk kamar, kenapa sekarang ada di kamar gue?" Tanya Arystan bingung Carel ada di kamarnya dan tidur seranjang.


Carel bangun dan duduk kembali di ranjang Arystan.


"Semalam gue gak bisa tidur kepikiran sama Genta." Ucapnya kembali merebahkan dirinya.


"Ngapain lo kepikiran Genta? Jangan bilang kalau lo-" Arystan menunjuk wajah adiknya.


"Yeeee enak aja, lo pikir gue suka sama Genta? Amit-amit kalau gue belok, gue masih suka sama cewek."


"Terus? Ngapain lo ke kamar gue?"


"Gue cuma pengen ngobrol takut sampai apa-apa terjadi dengan Sky, karena di kira perusak persaudaraan kita."


"Maksud lo?"

__ADS_1


"Genta kan semalam tahu wallpaper hp gue, ada foto berdua sama Sky."


"Iya, terus kenapa kalau Genta udah lihat?" Arystan terus bertanya pada adiknya, namun Carel lama menjelaskan nya.


"Gue takut Genta malah membenci Sky, dan merasa Sky seolah wanita murahan."


"Tidak akan ada yang berani mengatai Sky wanita murahan, termasuk Genta." Ucap Arystan penuh amarah menatap Carel.


"Kak, maksud gue gimana kalau misalnya Genta semakin ingin mengetahui hubungan Sky dengan Geandra? Adik Genta." Arystan terlihat memikirkan apa lagi yang akan menguatkan adiknya, ia tidak ingin Blue merasakan sakit ketika ada yang menanyakan tentang Geandra.


"Kak," panggil Carel.


"Keluar rel! Gue mau sholat udah subuh."


"Gue juga mau keluar kok, tidur lagi."


"Iya, gue akan lebih baik lagi."


"Lo memang kalah dari Sky, dia seperti itu juga tetap lancar lima waktu nya." Arystan memandangi adiknya.


"Untung aja gue lahir sebagai cowok. Kalau gue lahir sebagai cewek, gue akan di bandingkan kecantikan serta apalah inilah yang lain." Carel mengerucutkan bibirnya.


"Tapi walau begitu, lo tetap adik gue. Gue hanya ingin lo menjadi contoh bagi Sky dengan mencontohkan hal yang baik."


"Iya kak, gue juga tahu kalau lo kakak gue."

__ADS_1


"Susah ngomong sama lo, udah sana keluar!" Usir Arystan.


"Sabar abang Arys, aku akan keluar kok." Ucapnya sambil mengerlingkan matanya.


Uweeekkk...


Arystan ingin muntah melihat adiknya seperti belok.


"Jangan kangen yah abang." Carel tersenyum melirik Arystan sampai tubuhnya mengenai pintu.


Arystan melempar nya dengan bantal, ia malas jika melihat adiknya sudah bertingkah.


"Jahat banget sih kak." Carel langsung keluar dengan wajah yang tadinya tersenyum menggoda kakaknya, sekarang kembali memanyunkan bibirnya.


"Apa lagi yang harus gue lakukan, supaya Sky aman dan tidak mengingat lagi tentang masalah dulu?" Arystan memikirkan cara bagaimana untuk membuat Blue terhindar dari Genta.


"Apa sebaiknya Sky harus mengingat nya terus menerus, supaya trauma yang di derita bisa sembuh dan tidak lagi membenci nama nya sendiri. Gue harus biarkan saja kalau gitu, Genta bertanya pada Sky, ada hubungan apa antara Sky dengan Geandra."


"Gue mau bilang sama Valen, kalau hari ini ke kantor saja. Tapi kan gue gak punya nomor ponsel Valen." Arystan bingung sendiri karena tidak memiliki nomor ponsel Valencia. Arystan langsung beranjak dari ranjangnya dan segera sholat subuh, ia melaksanakan kewajiban nya dari pada pusing dengan memikirkan Valencia.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2