Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Menjalani sebagai pasutri baru


__ADS_3

Blue bangun tidur terkejut saat dirinya ternyata memeluk Genta, ia membenarkan lagi bantal guling dan ke kamar mandi untuk shalat subuh lalu membangunkan Genta.


"Lo mau ikut lari di sekitar taman?" Tanya Blue.


"Gue ngantuk Sky, lo sendiri aja ya." Genta membuka pakaian yang ia pakai untuk shalat, lalu kembali membaringkan tubuhnya di ranjang. Sedangkan Blue turun dan siap untuk lari pagi.


Sekitar satu jam lebih Blue berlari, ia sudah kembali ke rumah.


"Genta udah turun belum bi?" Tanya nya di dapur sambil mengambil air minum.


"Belum nona Sky, mungkin tuan Genta belum bangun." Jawab nya karena memang Genta tidak ada turun.


Blue mengangguk lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar nya.


Saat Blue membuka kamarnya, ia melihat Genta masih berbaring di atas tempat tidur.



"Silau Sky, gue masih mau tidur."


"Bangun! Kalau mau tidur di kamar lo aja." Blue mengusir Genta agar kembali ke kamarnya sendiri jika ingin melanjutkan tidur.


"Jangan karena lo hari ini gak kerja jadi malas-malasan, bangun gak lo." Blue menarik selimut Genta yang hanya memakai celana pendek.


"Tidur pakai baju dong, ngapain cuma celana gitu."


"Terserah gue, karena seperti ini lebih enak. Lo aja tidur pakai dalaman aja lo bilang, berarti gue masih normal dong." Genta akhirnya bangun dan membereskan tempat tidur nya.


"Malah gue yang di bahas, lo belum sarapan cepat sana mandi."


"Iya istriku," ucap Genta namun keduanya sama-sama ingin muntah mendengar itu.


"Geli banget gue." Blue langsung masuk ke kamar mandi dan Genta cepat keluar setelah mengucapkan kata yang menggelikan menurut nya.


"Kenapa belum pada pulang, ya?"

__ADS_1


"Mereka menghabiskan waktu bersama di hotel, juga memberikan waktu untuk kita disini."


"So sad, kenapa gue gak diajak."


"Gimana kalau kita keluar aja? Lagian bosen kalau cuma dirumah aja seharian."


"Boleh, belanja untuk kebutuhan sehari-hari di apartemen lo."


"Maksud gue ngopi atau ngapain gitu, bukan malah belanja untuk kebutuhan di apartemen, Sky. Memangnya lo mau ngurusin gue disana, karena kalau kita pindah ke apartemen otomatis yang mengurus segalanya adalah lo, yang sebagai istri gue dan perempuan sendiri."


"Oke, siapa takut, anggap aja sambil olahraga. Lagian emang lo tega lihat gue ngurusin semuanya sendiri?"


"Kita bagi tugas lah. Kalau lo yang masak, gue yang nyuci. Kalau lo yang nyapu, gue yang ngepel. Pokoknya imbang lah. Karena lo kuliah dan gue kerja, tapi pulang dari kampus lo bisa juga beresin pekerjaan gue."


"Banyak enaknya di lo, pintar banget."


Setelah sarapan yang hanya berdua, mereka memutuskan untuk pergi ke luar. Mereka langsung bersiap untuk pergi.



"Lo apaan sih, siapa lo berani atur gue?"


Genta tertawa kecil, "gue suami, lo. Cepat ganti!"


"Anjing," ucap Blue namun tanpa bersuara, walaupun begitu tetap jelas di telinga Genta ucapan nya.


"Kasar banget lo ngomong, gini juga suami lo, Sky. Surga lo ada di kaki suami, karena lo sudah menikah." Blue langsung masuk lagi dan menutup pintu nya kuat.


"Sky, gue minta maaf. Tapi tetap lo harus ganti baju lain."


Beberapa menit berlalu Blue keluar dengan warna yang hampir mirip, dan berlalu cepat turun mendahului Genta.


"Dasar bocil." Ucap Genta pelan, kalau sampai kembali di dengar bisa-bisa Blue akan membatalkan rencana keluarnya.


Saat di perjalanan Blue hanya melirik sedikit dan memainkan ponselnya, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Ketika sampai Blue juga lebih dulu turun dan cepat memesan minum.



Sampai minumannya datang, Blue tidak melihat Genta.


Karena ia bosan menunggu beberapa menit, Blue mencoba menghubungi Genta.


"Lo dimana? Kenapa lama banget kesini?"


"Gue masih di luar, istri gue ninggalin gue sendiri disini."


"Jangan main-main gen, cepat masuk!"


"Gue mau nya lo jemput gue." Blue ingin sekali kembali mengumpat mengeluarkan kata-kata mutiara, namun ia hanya diam dan menahan kesal saat melihat sekeliling banyak orang.


"Anak babi." Ucapnya pelan, supaya hanya Genta yang mendengar. Blue langsung mematikan sambungan telepon nya dan menjemput sang pangeran Magenta Alvarendra.


Genta di luar sedang mengupload foto di akun media sosial nya, ini saat Genta dan Blue akan berangkat ke acara pernikahan nya. Genta diam-diam memotret kaki keduanya saat berjalan.



"Ngapain diluar? Lo kira gue gak capek dari dalam kesini?" Blue sangat kesal melihat suaminya itu hanya senyam senyum.


"Kenapa marah-marah sih mbak?" Blue melirik kearah orang tersebut, ada beberapa wanita yang sedang menatapnya.


"Apa lihat-lihat?" Mereka langsung pergi setelah itu, Genta tersenyum sambil membenarkan baju Blue yang memang model nya di lengan, Genta malah menaikkan nya.


"Gue malas deh, ayo pulang." Blue ingin segera pulang, namun sebelum itu menyuruh Genta membayarkan minuman yang sudah ia pesan. Genta masuk mengambil minuman dan membayar nya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2