
Carel bersama Blue di apartemen, mereka sudah sampai disana. Blue mencoba memasakkan kakaknya makanan.
"Seperti nya kamu sudah banyak perubahan selama tinggal berdua, padahal dulu saat dirumah gak pernah ke dapur."
"Syarat dari Genta, kalau mau tinggal berdua memang harus bisa masak untuk melayani suami. Karena kemauan Sky sendiri yang ingin lebih mandiri setelah menikah, memasak juga masih bisa belajar lewat internet." Carel hanya mengangguk saat Blue memasakkan untuk nya.
Setelah selesai Blue di depan laptopnya dan Carel melahap makanannya.
"Memangnya Genta gak ada marah sama kamu, keluar dengan pakaian dan saat dirumah juga berpakaian seperti ini?" Tanya Carel sambil makan masakan Blue.
"Marah lah kak, dia bilang kalau keluar jangan pakai baju yang kurang."
Kebetulan Genta menelepon, Carel ada ide bagus hari ini.
"Genta ada telepon, kamu pura-pura kakak suruh belanja pakai baju begini."
Carel menerima telepon dari Genta.
"Ada apa adik ipar? Sky beliin kakak sekalian." Ucap Carel menjalankan misi nya.
"Lo nyuruh Sky kemana?" Tanya Genta.
Carel dengan sengaja menunjukkan baju yang dipakai Blue saat ini, pakaian santai dirumah.
"Mau keluar tidak dengan baju seperti itu 'kan?" Tanya Genta.
"Gue malas ganti, jadi ke supermarket depan gak masalah kali." Blue berjalan menuju pintu.
"Stop! Jangan sampai melangkah keluar dengan pakaian seperti itu. Masuk gak lo, masuk gue bilang!" Carel hanya tertawa dengan larangan Genta, Blue juga berhenti.
"Sabar kali gen, gak mungkin gue izinin Sky pakai baju begitu keluar."
"Buktinya Sky akan pergi dengan pakaian seperti itu."
"Noh, adik gue lagi belajar di depan laptopnya. Kita cuma boong kali." Blue hanya melirik kakaknya, terlihat oleh Genta saat duduk Blue seperti tidak memakai pakaian.
"Susah banget di bilangin, jangan pakai baju sama celana yang kurang bahan."
"Lo jangan ribut disitu aja, gue mau balik kantor lagi, adik gue jangan di tinggal sendirian aja dong."
"Gue akan balik sekarang juga, lo boleh pergi."
__ADS_1
"Bukannya bilang makasih udah di jemput istrinya, ini malah diusir."
"Makasih kakak ipar, sekarang lo kembali aja ke kantor." Genta langsung mematikan sambungan telepon nya.
"Sama aja dong, gak ada bedanya cuma gitu doang."
"Kakak maunya gimana? Makasih salah, gak makasih juga salah." Tanya Blue menoleh ke kakaknya.
"Iya gak salah tapi tetap ada salahnya, udah lah kakak mau balik kantor lagi. Kunci pintu setelah kakak pergi, sampai Genta balik." Carel berpesan karena takut adiknya kenapa-napa, memang bisa beladiri, tapi jika beramai kelompok pasti kalah apalagi Blue wanita.
"Iya kak, nanti kalau ada waktu main sama yang lain ya, Sky masakin yang enak. Ajak kak Valen sekalian."
Carel mengangguk dan mencium kepala adiknya, sambil mengacak nya lembut.
"Hati-hati ya, dengar apa kata suami kamu, itu adalah yang terbaik." Pesan Carel agar adiknya mendengar apa yang di ucapkan Genta.
"Iya kak, Sky dengar apa yang dibilang teman atau ipar kakak itu."
"Ayo kakak pulang, pintu nya di kunci." Blue mengikuti sampai ke pintu untuk mengunci pintu nya.
"Kakak pulang ya, jaga diri baik-baik." Blue mengangguk tersenyum dan melambaikan tangannya. Setelah itu ia mengunci pintu dan masuk.
Sebelum Genta sampai Blue sudah mengganti pakaian nya, ia berencana mengajak Genta pergi.
"Assalamu'alaikum," ucap Genta melihat istrinya sudah siap dengan pakaian nya akan pergi.
"Wa'alaikum salam."
"Mau kemana lagi?" Tanyanya. Blue langsung menutup laptopnya dan menghampiri Genta.
"Gen, gimana kalau kita keluar? Gue mau malam ini kita makan diluar, boleh ya?"
"Tapi nanti, sekarang masih siang. Gue juga mau istirahat sebentar." Genta tidak memarahi nya, ia hanya masih ingin istirahat.
"Mau gue bikinin teh atau kopi?" Tanya Blue sedang berbaik hati akan membuatkan minum.
"Apa aja yang penting rasanya enak dan lo ikhlas buat nya." Genta langsung menuju kamarnya, untuk membuka bajunya. Ia kira istrinya masih berpakaian seperti itu, ternyata sudah ganti.
"Kapan gue gak ikhlas, gue baik hati selalu melakukan tugas gue sebagai istri kali. Kecuali satu." Blue langsung menuju dapur membuatkan teh hangat untuk Genta.
"Gen, lo udah mandi?" Tanya Blue melihat Genta sudah berbaring.
__ADS_1
"Mandi nanti sekalian pergi."
"Terus teh nya gimana, udah gue bikinin." Genta langsung bangun melihat Blue dan meminum teh yang dibuatkan nya, baru setelah itu ia kembali tidur.
"Makasih," ucapnya setelah menghabiskan segelas teh hangat buatan Blue.
"Sama-sama, gue keluar dulu. Setelah itu gue akan ikut tidur." Blue keluar membawa gelas kotor dan kembali tidur di sebelah Genta.
Genta terbangun saat dirinya merasa ada yang memeluk nya dari belakang, serta kaki yang menyentuh miliknya.
"Sky, bangun dong. Lo buat gue gak nyaman." Blue hanya berdehem karena juga merasa ngantuk.
"Sky, gue gak bisa nahan lagi kalau lo begini. Sumpah sekarang lo harus lepasin gue." Blue malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Ya Allah," Genta frustasi melihat Blue semakin terlelap.
Genta mencoba melepaskan pelukan Blue, dan meletakkan guling di tangan Blue. Genta langsung keluar untuk melanjutkan tidurnya di sofa saja.
Ketika sudah sore, Genta membangunkan Blue. Sudah waktunya bersiap berangkat makan malam setelah shalat ashar.
"Gue malas mandi siap-siap, gue langsung begini aja." Genta juga mengikuti Blue berpakaian seadanya.
Genta kembali memotret Blue, dengan pemandangan yang bagus ia akan memposting di sosial media miliknya.
"Hai cowok," ucap Blue menggoda laki-laki yang sudah bersama pasangannya di samping dirinya berdiri.
Wanita pasangan itu melirik Blue tidak suka.
"Maafkan istri saya, dia sedang mengidam jadi ingin memanggil laki-laki yang sudah berpasangan." Lalu wanita itu tersenyum, karena mengerti saat wanita sedang mengidam.
"Apaan sih gen, gue mau ganggu ceweknya aja. Biar tahu cowoknya lirik-lirik gue, gue yakin dia laki-laki gak baik." Blue langsung duduk menunggu makanan datang.
"Semoga tidak seperti yang kamu pikirkan, kasihan pasangan nya." Blue hanya mengangguk.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...