Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Pada bolos kerja


__ADS_3

Mami dan papi tidak ingin pulang mau menemani Blue, namun Blue memaksa mereka untuk pulang saja. Hanya Arystan dan Carel yang ingin tetap disana, walaupun tidur di sofa mereka juga tidak masalah, asalkan kalau ada apa-apa cepat membantu Genta ke rumah sakit.


"Gue kasian banget sama kak Arys dan kak Carel, mereka tidur pasti gak nyaman di sofa. Ini gara-gara gue, padahal tadi gue gak apa dan lo juga ngapain hubungi mereka?"


"Gue cuma hubungi Carel, tapi dia malah kasih tahu semuanya." Blue hanya menghela nafasnya menatap Genta, lalu ia bangun untuk melihat kakaknya diluar.


"Lo mau kemana?" Tanya Genta melihat Blue terduduk.


"Gue mau lihat kak Arys dan kak Carel, mereka nyaman apa gak. Lo udah kasih mereka bantal dan selimut atau belum." Genta membiarkan Blue melihat kedua kakaknya, namun ia juga ikut duduk takut Blue tiba-tiba pusing dan terjatuh.


Blue melihat kakaknya sudah lengkap selimut dan bantal juga guling, mereka tidur merasa nyaman walaupun hanya di sofa tapi besar.


Blue menutup pintu dan kembali ke ranjang di samping Genta.


"Sudah?" Tanya Genta.


"Iya, makasih ya. Lo ternyata baik juga."


"Lo kira selama ini gue jahat? Mereka juga teman gue, bukan hanya ipar."


"Cepat istirahat, jangan ngomong terus." Sambungnya. Genta memejamkan matanya, agar Blue juga ikut tidur. Beberapa saat setelahnya Genta membuka matanya, ternyata Blue sudah tertidur.


...******...


Pagi hari nya Genta bangun lebih dulu, Arystan dan Carel juga sama. Mereka gantian mandi, setelah itu shalat. Blue sengaja tidak di bangunkan oleh Genta, karena masih sakit biarkan setelah bangun baru shalat.


Setelah hampir matang Genta kembali ke kamar untuk membangunkan Blue.


"Kapan buka bajunya, udah begitu aja." Genta melihat Blue sudah tinggal dalaman saja.



"Sky, ayo bangun! Udah siang nih, lo gak shalat subuh." Blue memegang kepalanya.


"Pala gue- eh iya lo keluar dulu gue mau ganti baju." Blue membuka matanya pelan, dan masih dengan posisi yang sama.


"Lo kenapa? Masih pusing?" Tanya Genta malah mendekat memegang kepala Blue.


"Kagak, udah lo keluar aja gue ntar nyusul." Blue menjauhkan tangan Genta dari kepalanya.


"Kalau masih sakit kita ke rumah sakit aja, ayo siap-siap."


"Apa sih gen, gue gak apa ini cuma lagi ngumpulin nyawa mau bangun."


"Lo bisa bangun 'kan?"


"Iya, lo mau ngintip gue pakai baju?"


"Gue udah sering lihat lo tanpa baju, biasa aja gue. Jangan lama-lama, gue tunggu diluar." Genta keluar dari kamarnya menghampiri kedua temannya yang sedang menyiapkan makan juga untuk Blue.


"Gimana gen, Sky udah bangun?" Tanya Arystan.


"Bangun, tapi masih tiduran katanya ngumpulin nyawa. Gue yakin dia masih pusing deh."

__ADS_1


"Terus kenapa gak lo tunggu? Gimana kalau adik gue jatuh?"


"Aman rel, badannya udah gak panas kok." Tapi Genta juga khawatir, walaupun badannya sudah tidak panas pasti masih terasa pusing.


Mereka memasak dan menghidangkan di meja makan, sambil menunggu Blue selesai bersiap.


Blue keluar dari kamar nya, langsung Carel dan Arystan menyambut Blue untuk duduk di meja makan, tapi Blue malah ke kursi pijat.



Mereka memindahkan makanan nya ke meja dekat Blue.


"Kalian makan aja, kenapa jadi nungguin Sky makan. Makanan nya kenapa dibawa kesini semua?" Tanya Blue tak sengaja memijit kepalanya.


Arystan dan Carel langsung khawatir menanyakan, Genta juga sama namun ia hanya melihatnya, karena sudah ada kedua kakaknya.


"Apa sih kak, Sky gak boleh gitu pegang kepala? Sekarang semuanya duduk dan makan, jangan hanya berdiri." Blue menyuruh kedua kakaknya dan Genta duduk, Blue melihat makanan saja sudah mual.


"Makanan nya banyak banget, tapi sayang hari ini Sky diet." Ucapnya membuat ketiga laki-laki itu tidak terima, namun sebelum di protes Blue menahan mereka untuk diam.


"Sky naik lima kilo, kalau misalnya makin naik memangnya kalian mau dekat dengan wanita gemuk?" Tanya Blue sambil mengambil buah untuk ia makan.


"Mau aja, memangnya kenapa? Bukannya gemoy."


"Pasti lucu kamu, Sky."


"Perasaan gue badan lo segitu aja, baju nya juga terlihat biasa saja. Harusnya dari pakaian juga terlihat, tapi lo sama seperti biasanya." Genta melihat juga terlihat sama, Blue malah menurun harusnya dari yang sering pusing.


"Tumben banget cowok pakai perasaan, maka nya perasaan lo salah prediksi." Blue tetap memakan buah di tangan nya, melihat makanan di depannya lumayan banyak yang dimasak kakak dan suaminya.


"Gue hari ini gak ke kantor." Genta memutuskan untuk menemani Blue.


"Kakak juga memutuskan tidak ke kantor, biar Valen yang handle." Ucap Arystan.


"Kakak juga gak, udah ada kakak ipar." Carel ikut saja, yang atasan tidak kerja jadi dia juga akan menjaga adiknya.


"Kenapa pada bolos kerja sih, Sky aduin papi ya." Ancam nya pada mereka, tapi mereka santai saja mendengar ancaman itu. Papi dan mami tidak akan mempermasalahkan jika untuk menjaga Blue.


"Sky mandi dulu, kalau nanti terasa lapar baru mau makan. Kalian makan loh, jangan jadi patung aja." Melihat kakak dan suaminya hanya diam saja, yang hanya melihat ekspresi wajah dari Blue apa merasa sakit atau tidak.


Blue langsung berdiri di kejar oleh Genta untuk di antar ke kamar mandi.


"Apa sih lo, gen. Duduk dan sarapan, ajak temannya tuh malah bengong." Genta berhenti sebelum mendekat, Blue langsung berjalan masuk.


"Lo bisa sendiri?" Tanya nya berteriak. Tidak ada jawaban dari dalam.


"Memangnya biasanya mandi berdua?" Tanya Carel.


"Adik gue bodoh banget, Sky lagi sakit sekarang. Jadi Genta nawarin bisa ke kamar mandi sendiri atau gak?"


"Makan aja lah, kalian malah ngobrol." Genta duduk dan mengambil piring untuk segera sarapan, diikuti oleh teman-temannya juga ikut sarapan.


Sudah satu jam lebih Blue belum juga selesai, tapi Genta dan kedua kakaknya tidak heran. Blue sudah biasa lama bersiap, walaupun jarang make up.

__ADS_1


Blue keluar dengan tank top dan celana panjang, ia langsung ke depan televisi. Tiga laki-laki yang melihat langsung mengikuti nya. Blue menonton drama korea, terlihat Yeo jin Goo dalam televisi.



Blue aneh melirik ke samping kiri sudah ada Genta, sebelah kanannya Carel dan Arystan.


"Sejak kapan kak Carel sama kak Arys suka Drakor? Biasanya action."


"Suami lo juga gak suka Drakor, ngapain ikut nonton?" Blue langsung melirik Genta.


"Terus ngapain pada ikut nimbrung? Udah deh Sky mau fokus nonton sendiri, kalian nonton yang lain aja." Blue tidak suka ada yang ikut nonton, ia lebih suka nonton sendiri. Apalagi Carel dan Arystan ribut seperti yang di dalam televisi mendengar apa yang mereka katakan.


"Mami.....!!! Kalian aja yang nonton, makasih sudah mengganggu." Blue beranjak menuju kamarnya.


Sebelum masuk kedalam kamar, Blue berbalik.


"Coba aja kalian kerja, lumayan juga dapat duit." Blue langsung masuk, padahal walaupun kakak dan suaminya tidak kerja tetap duit ngalir terus.


"Kalian malah ribut, pulang aja deh. Gue mau tidur aja, yang ada adik kalian tambah sakit." Genta menuju sofa dan membaringkan tubuhnya.


"Malah diusir kita kak, tapi emang harus nya sudah pulang loh." Arystan tanpa menjawab menuju kamar Blue.


"Sky, kakak pulang ya. Kalau makin parah bilang, jangan tahan kalau sakit."


"Sky, kakak juga pulang." Carel juga ikut menghampiri Blue.


Blue membuka pintu kamar nya memeluk kedua kakaknya.


"Makasih ya kak, Sky sayang kalian. Salam sama mami dan papi, jangan khawatir lagi Sky sudah sembuh."


"Iya princess, kamu hati-hati ada bapaknya kucing garong."


"Gue dengar."


Blue tersenyum melirik Genta yang berbaring di sofa. "Aman kak, hati-hati pulangnya jangan ngebut."


Blue ingin mengantar kedua kakaknya, namun mereka melarangnya agar istirahat saja.


"Kak Arys," panggil nya.


"Kenapa?"


"Bilangin kak Valen dong suruh main kesini, Sky mau ngobrol sama kak Valen."


"Kamu hubungi sendiri dong, kakak sibuk." Arystan malu sejak saat dimana Valencia dibawa ke rumahnya.


"Kak Arys gak kerja, Sky makin pusing kalau lihat hp. Pokoknya gak ada alasan, kak Arys hubungi kak Valen." Blue mengerucutkan bibirnya, mereka menatap Blue yang sudah tidak mau menerima alasan. Akhirnya Arystan mengangguk saja dan pamit pulang pada Genta juga.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2