Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Kakak ipar


__ADS_3

"Kita ketemu Genta di tempat biasa aja kak." Ucap Carel


"Ngapain sih rel ketemu Genta? Gue mau istirahat aja, malas keluar."


"Ada yang mau gue bicarakan, ini masalah Sky."


"Kenapa dengan Sky? Apa dia sudah ketemu?" Arystan langsung terbangun.


"Makanya ikut keluar."


"Huh kenapa gak Genta aja sih kesini? Kenapa harus kita yang keluar."


"Genta juga keluar kak, kita kan ketemu nya di cafe."


Akhirnya Arystan mau mengikuti Carel, ia langsung bersiap mengikuti Carel keluar.


"Kalian mau kemana?" Tanya papi Edward.


"Mau keluar sebentar pi, bosan dirumah." Jawab Carel.


"Seperti biasa pi, kita pergi gak akan lama." Sambung Arystan.


"Iya kita gak akan pulang malam, tapi mungkin pagi."


"Coba aja!"


"Baik pi kita berangkat dulu." Carel menjawab ucapan papi nya. Mami Fera hanya diam saja tetap fokus menonton tv, namun menggelengkan kepalanya mendengar ucapan anaknya.


"Hmm."


Carel dan Arystan masuk mobil sama, mereka berangkat dengan Carel yang menyetir. Karena dia yang merencanakan untuk bertemu dengan Genta.


Mobil Carel sudah sampai di depan cafe, mereka langsung turun.


Beberapa detik mereka turun dan menutup pintu mobilnya, motor besar datang di sebelah mobil mereka.

__ADS_1


Arystan dan Carel melihat siapa yang datang itu. Ternyata setelah helm nya dibuka adalah perempuan, rambut panjang dan menoleh ke arah mereka.


"Lo ngapain kesini?" Tanya Arystan.


"Suka-suka gue lah, memangnya ini cafe punya lo?"


"Gue atasan lo, gak ada hormat nya sama sekali sama gue kayak tadi sore lo bilang suara gue kayak radio rusak lah."


"Maaf pak Arystan, jika sudah di luar kantor anggap saja bukan atasan dan bawahan."


"Baiklah, ayo masuk rel! Apa Genta sudah datang?"


"Masuk aja, mungkin Genta telat." Arystan mengangguk, sudah biasa dirinya atau Genta yang telat. Mereka masuk ke dalam cafe tersebut dengan diikuti Valencia di belakangnya.


"Lo mau kemana? Kenapa lo ikut kita?" Tanya Arystan yang sudah duduk diikuti Valencia juga duduk di depan nya.


"Gue disuruh Carel kesini, kalau bukan Carel yang nyuruh gue juga ogah datang malam-malam begini, mending gue tidur."


"Lo ngapain ngajak dia juga sih rel?"


"Valen kan guru beladiri Sky juga kak, dia juga berhak tahu kita akan bicara Sky. Bukannya dia tadi sore bilang kalau ada apa-apa tentang Sky kabari dia."


"Ada lo juga disini?"


"Iya." Valencia tersenyum sebentar menjawab Genta.


"Itu yang gue ributkan, kenapa ada Valen juga disini?"


"Kenapa lo gak suka banget ada gue disini? Karena gue cewek? Oke gue mau pulang aja." Valencia sudah berdiri ingin pergi.


"Valen, lo disini aja karena gue yang nyuruh lo datang kesini." Carel menahan Valencia agar tetap disana.


"Tapi, ada yang gak suka ada gue disini."


"Gak apa, ada gue kakak ipar." Ucap Carel tersenyum menatap Valencia yang langsung terkejut sama Arystan.

__ADS_1


"Apaan maksud lo rel?" Tanya mereka bersamaan.


"Gen, kalau jodoh memang tak akan kemana."


"Yoi."


"Cepat rel, apa yang mau lo omongin. Gue mau pulang ntar kemalaman besok gue kerja." Valencia sudah kesal, dan sekarang dia sambil melirik Arystan tidak suka.


"Iya cepat rel, ini tongkrongan gak cocok buat cewek. Biar cepat pulang karena besok kerja, atasannya marah dengan dia kurang ajar juga soalnya."


"Jadi sebenarnya gue mau minta tolong sama Valen dan juga Genta, gimana misalnya kalian pura-pura main kerumah di saat yang tidak tepat. Di saat mami sedang melatih, dan papi sedang ke kantor. Soalnya gue dan kak Arys lihat ada Sky di rumah."


"Iya sih, Sky kemarin gue lihat ada di rumah. Tapi semua art sama mami juga papi bilangnya Sky belum pulang ke rumah."


"Gue akan coba besok, gue kan salah juga sama Sky. Untuk menebus semua nya, gue mau kok besok lihat dia di rumah lo."


"Gue gak tahu, karena gue kerja di jam pak Edward dan ibu Fera kerja." Valencia melirik Arystan.


"Gue udah tahu apa yang mau lo omongin, gue pamit pulang ya. Gue mau istirahat."


"Iya gak apa, nanti gue bilang aja sama lo apa yang harus lo kerjain."


"Oke rel, Genta gue pamit." Valencia masih melirik Arystan tidak mungkin ia pergi begitu saja tanpa berpamitan.


"Gue pamit rys." Valencia langsung beranjak.


"Hati-hati kakak ipar." Teriak Carel.


Valencia berbalik dengan kepalan tangannya, ia tunjukkan pada Carel.


Carel dan Genta tertawa, sedangkan Arystan kesal adiknya memanggil Valencia sebagai kakak ipar.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2