Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Genta khawatir


__ADS_3

"Sky mau pulang pi." Blue hanya demam biasa dan kelelahan, tidak perlu ke rumah sakit. Namun karena papi dan mami nya terlanjur menggendong Blue keluar, akhirnya dibawa kerumah sakit.


"Kamu beberapa hari disini dulu, setelah benar-benar sembuh baru boleh pulang."


"Papi bukan dokternya, kenapa jadi papi yang melarang Sky pulang." Dokter nya di samping papi Edward juga tidak berani.


"Tiga hari saja, setelah itu boleh pulang."


"Sky dan Genta harus prewed, hanya perlu istirahat sampai besok di rumah sudah sembuh. Tidak perlu dirawat inap segala."


"Karena kamu memaksa, yaudah kita pulang. Tapi istirahat yang cukup, lusa baru boleh prewed." Malam itu setelah di periksa sebentar, memang tidak terjadi sesuatu yang harus di rawat inap. Namun papi Edward ingin Blue di rawat dulu. Mereka akhirnya kembali malam itu juga, tidak jadi rawat inap.


Setelah sampai di rumah nya, Blue di bantu sama mami dan papi. Genta, Arystan dan Carel, langsung berlari menghampiri Blue yang berjalan.


"Sky kenapa Pi?" Tanya nya.


"Sky cuma kecapean kak, besok juga mendingan. Cuma sedikit pusing. Malam ini Sky mau tidur sama papi dan mami, boleh?" Ucapnya melihat papi dan mami nya.


"Tidur sama kakak aja, gimana?" Tawar Arystan.


"Iya kita tidur bertiga." Sambung Carel.


Blue menggelengkan kepalanya, "kalau gitu, Sky tidur sama Genta aja." Genta yang mendengar itu langsung melotot kan matanya. Bersamaan dengan yang lain.


"Biasa aja kali, Sky cuma bercanda." Ucapnya dengan tertawa kecil. Bisa-bisanya Blue sedang sakit saja membuat candaan yang tidak lucu seperti itu.


"Malam ini kamu tidur sama mami dan papi." Jawab mami membantu Blue berjalan.


"Gagal lagi." Ucap papi di dengar oleh anak-anak nya.


"Apanya yang gagal, Pi?" Papi Edward melihat mereka.


"Kalian belum tahu apa-apa, antar adik kalian ke kamar." Genta hanya mengikuti dari belakang, melihat Blue mengoceh pada mami dan kakaknya. Sedang sakit saja dia seperti itu, apalagi sehat pikir Genta.


Blue baru saja tidur memeluk orang tuanya, mereka menuruti itu. Karena sebentar lagi juga Blue akan menikah, tidak akan lagi tidur dengan mereka. Namun sekitar jam sebelas malam, Blue merasa panasnya berkurang dan ingin kembali ke kamar nya sendiri. Orang tuanya juga terlelap karena kelelahan. Blue berjalan dengan pelan, karena kepala nya masih terasa pusing.

__ADS_1


Hampir sampai di lantai atas, Blue sempat akan terjatuh. Untungnya masih berpegangan kuat, Genta yang merasa haus akan turun untuk minum, melihat Blue masih berada di tangga ia membantu nya sampai ke kamarnya.


"Lo ngapain naik sih? Bukannya lo yang minta tidur di bawah." Genta membantu membaringkan Blue di ranjangnya.


"Gue merasa baikan, cuma ngerasa pusing aja." Jawab Blue sambil menutup matanya karena merasa pusing.


"Bahaya naik tangga sendirian, lo mau mati? Memangnya gak bisa minta bantu siapa, gitu."


"Sudahlah gen, gue males berdebat sekarang. Lo keluar dan tutup pintunya." Genta berjalan ke arah pintu, namun hanya menutup pintu saja, Genta masih tetap di kamar Blue.


Genta duduk di sofa dekat ranjang Blue, ia melihat Blue yang sedang tertidur.


"Gue sering kesal sama lo, tapi entah kenapa gue selalu khawatir kalau lo seperti ini, Sky." Genta mengenal Blue memang sangat baru, karena sejak dulu hanya tahu nama saja. Blue meminta keluarga nya merahasiakan dari orang luar.


"Lo tetap wanita yang lemah, mau sekuat apapun lo sekarang tetap saja menurut gue harus ada yang melindungi karena lo masih bocil. Gue berjanji buat bantuin lo, dan walaupun gue tidak mencintai lo, gue akan melindungi semampu gue sebagai pengganti Arystan dan Carel." Genta sambil membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya, ia tertidur di sofa berharap dengan Blue.


Sebelum subuh, Genta terbangun dan buru-buru keluar dari kamar Blue sebelum si pemilik kamar lebih dulu bangun.


Jam enam pagi, Blue sudah diantarkan makanan. Namun bukan Blue jika tidak bangun walaupun baru merasa baikan. Pukul tujuh saat keluarga nya akan berangkat, Blue juga akan keluar mengenakan pakaian kantor.



"Sky hari ini mau ke kantor kak Arys, jadi harus dengan pakaian yang cocok pergi ke kantor." Sudah siap dengan tas dan kacamata serta topi.


"Kamu istirahat aja dirumah, jangan kemana-mana dulu."


"Tapi pakaian kamu, Sky." Arystan dan Carel juga tidak suka dengan pakaian yang dikenakan Blue.


"Ganti pakaian lo, sekarang!" Bukan papi ataupun kakaknya, Genta yang melarang Blue mengenakan pakaian seperti itu.


"Baju nya terlalu tipis, rok yang lo pakai kependekan." Genta langsung keluar dan melajukan motornya cepat.


"Kenapa jadi dia yang marah? Bukannya harusnya keluarga gue."


"Sayang, kamu itu sudah mau nikah, dan calon suami kamu, Genta. Dia melarang kamu mengenakan pakaian seperti ini, karena tidak ingin orang lain melihat kamu berpakaian terbuka." Mami mencoba untuk menjelaskan bahwa Genta tidak menyukai cara berpakaian Blue.

__ADS_1


"Ini sudah tertutup, jadi tidak masalah ke kantor." Blue masih ingin tetap ke kantor dengan pakaian nya sekarang.


"Baiklah, kamu ikut dengan papi ke kantor. Biar kamu belajar disana dengan Genta."


"Sky hanya ingin main Pi, sebentar lagi Sky akan kuliah."


"Ingat! Seminggu lagi kamu akan jadi istri orang, jaga sikap kamu." Papi Edward membujuk Blue untuk ikut dengan nya ke kantor, Blue akan di perkenalkan dengan semua orang disana. Pada akhirnya Blue berubah pikiran dan mengganti pakaian dengan yang lebih sopan menurut Blue.



Ini adalah pakaian sopan menurutnya, sesuai dengan seusianya juga Blue masih ingin berpakaian yang terlihat lucu.


Mereka sampai di kantor utama, Blue masuk bersama papi nya sambil menggandeng tangannya. Beberapa orang menatapnya bingung, siapa yang sedang bersama atasannya dengan wajah yang di tutupi masker dan topi, namun dilihat dari tubuh yang langsing dan putih, mereka yakin yang bersama papi Edward wanita yang sangat cantik.


Papi berjalan menuju lift untuk ke atas, mereka berdua langsung ke ruangan papi Edward.


"Sky gak mau disini, Pi. Sky gak ada teman, kalau di kantor kak Arys ada kak Valen, jadi Sky gak bosan." Blue mengerucutkan bibirnya, namun karena masih mengenakan masker jadi tidak terlihat oleh papi Edward.


"Papi ada kerjaan untuk kamu, pindahkan laporan ini dan buat baru." Papi memberikan berkas, sedangkan blue langsung mengambil laptop di dalam tas nya.


Genta mengetuk pintu dan masuk, ia berjalan ke arah meja papi memberikan berkas. Saat ia menoleh ada seorang wanita yang sedang menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang diberikan papi Edward.


"Biarkan dia mengerjakan itu, jika sudah selesai nanti, kamu antar Sky pulang. Karena dia masih perlu istirahat, tidak perlu prewed lagi, kita pakai foto yang sudah ada saja. seminggu lagi kalian menikah, dan dua bulan kedepannya sudah masuk kuliah." Genta melirik Blue dan mengangguk.


"Kumpulkan semua staff di ruang rapat, sebelum kalian pulang ada yang mau papi sampaikan pada mereka. Kamu juga akan mempersiapkan semua nya untuk acara pernikahan kalian, jadi besok sampai di hari H, kamu ambil cuti dua minggu di hitung dengan hari honeymoon kalian."


"Iya Pi, Genta balik ke ruangan lagi untuk memberitahu semua staff kantor." Genta mengiyakan saja yang di katakan papi. Keluar sambil melirik Blue yang sedang fokus.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2