Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Ke rumah Arystan


__ADS_3

Genta selesai kerja jam lima sore, namun kali ini tidak langsung pulang ke apartemen nya. Genta menaiki motor besar nya dengan melaju kencang menuju rumah temannya, ia juga sudah mengatakan bahwa dirinya akan kesana.


Sesampainya disana Genta di sambut oleh kedua temannya, karena mereka juga lebih awal tiba di rumah.


"Tumben lo mau mampir, biasanya juga gue suruh susah banget." Ucap Carel pada Genta. Karena biasanya temannya itu di ajak kerumah nya juga jarang mau.


"Dulu waktu kuliah gue sering kesini, mandi juga disini lo gak bosen?" Tanya nya menghampiri mereka.


"Biasa aja gue mah, lagian lo juga gak ganggu kita disini." Ucap Carel benar. Karena walaupun banyak orang datang asal tidak mengganggu tidak masalah menurutnya.


"Ayo masuk aja, di dalam ada mami dan papi juga." Ajak Arystan untuk masuk, agar tidak hanya berbicara di depan rumahnya.


Genta dan Carel mengangguk, dan langsung ikut masuk ke dalam rumahnya.


"Eh Genta, lama banget gak ada kesini." Ucap mami Fera menyapa Genta.


"Iya tante, baru sempat kesini dari klinik." Jawab Genta sambil menghampiri mami Fera dan menyalimi tangannya.


"Padahal bisa aja main disini, tapi kamu nya gak sempatin diri." Mami Fera tersenyum, Genta juga hanya tersenyum.


"Kita naik dulu ya mi." Ucap Arystan dan mami Fera mengangguk.


Mereka naik bertepatan dengan Blue yang keluar dari kamarnya.


"Kamu mau turun Sky? Tepat sekali ambilin camilan buat kita di kamar kak Arys." Ucap Carel membuat Blue melengos, dan turun saja setelah menatap tajam Genta."

__ADS_1


"Lo ngapain nyuruh Sky, rel. Lo gak lihat dia natap gue begitu." Genta tahu Blue dari lama sudah tidak suka dengannya.


"Udah masuk aja, paling juga dia nyuruh art bawain." Arystan tahu adiknya tidak seburuk itu, tapi juga tidak sebaik yang di pikirkan.


"Gue mau numpang mandi. Tapi tenang, soal baju gue bawa kok." Genta selalu membawa baju ganti di tas nya.


"Gue punya simpanan baju yang belum gue pakai kali, lo ambil juga gak apa gen, gak perlu minjam." Ucap Arystan sambil membuka pintu kamar nya.


"Gue juga ada, lo kayak sama siapa aja gen. Kita kan temenan udah lama juga." Carel mengingatkan Genta kalau dirinya berteman juga cukup lama dengan Genta, saat dirinya masih SMP.


"Iya tahu, gue cuma bawa baju ganti. Nanti juga gue ambil baju kalian." Genta tertawa diikuti oleh Arystan dan Carel.


"Sekarang gue mau mandi. Apa yang gue pegang disini, bisa gue bawa pulang?" Tanyanya dengan nada canda sambil tersenyum.


"Boleh, bawa pindah juga rumahnya kalau bisa." Jawab Arystan tersenyum.


Selang berapa menit berlalu, Blue mengetuk pintu kamar Arystan.


"Masuk!" Ucapnya dari dalam.


Blue membawa beberapa camilan di nampan, sambil menenteng satu kresek yang berisi camilan ringan untuk dirinya.


"Kakak kira tadi art, karena ngetuk pintu dulu." Arystan beranjak dan mengambil nampan yang berisi minuman dan camilan.


"Tadi sekalian Sky bawa, karena juga mau naik kesini. Kasihan juga art nya turun naik kalau antar ini." Ucapnya tersenyum.

__ADS_1


"Padahal bawa minuman juga, gimana cara kamu mengetuk pintu?" Tanya Carel.


"Masih ada kaki kak, cara mengetuk pintu saja tidak perlu di persulit." Jawabnya tersenyum.


Genta keluar dengan handuk yang hanya melilit di pinggang nya, karena tas nya ia simpan di luar. Blue hanya menatap datar ke arah Genta, begitu juga dengan Genta. Padahal terkejut dengan Genta yang tiba-tiba keluar seperti itu.


"Kok kamu gak kayak cewek lain, yang teriak lihat cowok kekar hanya pakai handuk?" Tanya Carel aneh dengan adiknya.


"Biasa aja, sudah sering Sky lihat. Sky keluar dulu mau makan camilan di kamar." Blue melenggang pergi dengan cepat, alasannya ingin cepat memakan camilan yang ada di kresek itu.


"Lihat dimana Sky orang tanpa baju?" Tanya Carel pada kakaknya. Sedangkan Genta mengambil baju di tas nya dan memakainya beserta celana yang juga ia bawa.


"Gue udah bilang, gue yakin juga kalau sebenarnya Valen itu gak bener. Ini semua pasti dia yang bawa Sky lihat orang tanpa baju." Pemikiran Arystan kembali menjelekkan Valencia, ia yakin bahwa Valencia lah yang membuat adiknya melihat laki-laki tanpa baju.


"Pikiran lo jelek banget sih rys, gue gak yakin Valen ngajarin gitu."


"Maksud lo apaan gen? Apa Sky yang menurut lo gak baik?"


"Bukan gitu rys, gue yakin juga kalau Sky itu cuma ngomong nya aja yang begitu. Memangnya lo gak bisa lihat dan ngerasa, kalau Sky cuma besar di omongan." Perkataan Genta ada benarnya, adiknya saja sering membuat alasan pada orang tuanya dengan sangat baik.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2