Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Beli jajan


__ADS_3

Setelah makan malam usai shalat isya', Blue tidak ada kerjaan dan merasa bosan. Blue ingin cepat menghafal lagu yang sering ia dengar.


Genta masuk melihat Blue seperti itu sudah biasa, tapi tidak ada gunanya kalau menulis lagu di buku harusnya istrinya belajar bukan malah menulis hal tidak penting.



"Kita keluar yuk, Sky. Cari angin gitu dari pada lo dirumah malah nulis lagu orang, ciptain lagu lebih bagus, nah ini cuma punya orang di copy."


"Biar cepat hafal, makanya gue tulis. Sewot banget jadi orang. Yaudah kita keluar, gue lanjut nanti aja nulisnya." Blue bangun dengan pakaian dalam yang biasa Genta lihat, namun hanya bisa ia lihat.


"Pakai jaket, diluar dingin." Blue mencari celana dan juga jaket untuk ia pakai jalan-jalan sama Genta.


"Yakali gue pakai dalaman begini keluar, orang pada tergoda lihat tubuh gue."


"Coba aja kalau mau gue kirim papi dan mami, tapi sebelum dikirim gue akan marah besar sama lo."


"Gue tahu kali, mana mungkin gue berpakaian seperti ini keluar. Belum gue goda orang-orang sudah pada tergoda." Ucapnya Blue sambil memperlihatkan lagi lekuk tubuhnya.


"Bangsat lo, Sky. Malah begitu di depan gue." Batin Genta menatap Blue berpakaian.


Mereka keluar jalan kaki, Blue jalan lebih dulu sambil melihat pemandangan di langit yang sangat indah sampai melupakan Genta di belakangnya.


Genta diam saja menunggu Blue sadar bahwa dirinya ada di belakangnya, namun Blue masih menikmati angin malam itu.


Beberapa saat kemudian Blue melirik Genta di samping nya, karena tidak ada ia melihat ke belakang dan Genta masih berdiri sedikit jauh darinya.


"Gen, lo ngapain disitu?" Blue kembali untuk mengajak Genta.


"Lo Genta 'kan? Apa gue dari tadi jalan sendiri, ya? Lo suami gue 'kan?" Tanya nya pada Genta yang hanya menatap Blue.


"Genta, lo kenapa sih?"



"Gue suami lo, tapi lo malah jalan sendiri tanpa menggandeng tangan gue." Blue yang awalnya merasa takut, mendengar ucapan Genta langsung melepas nya. Bisa-bisanya suaminya masih berpikir seperti itu, tidak sesuai dengan umurnya yang sudah mau menginjak kepala tiga.


"Sky, tungguin gue." Blue menunggu Genta dengan malas.

__ADS_1


"Gandeng tangan gue Sky, gue ngajak jalan lo cuma mau rasain seperti orang-orang yang jalan sama istrinya." Blue kembali di uji dengan sifat Genta yang ingin romantis seperti orang-orang, padahal dirinya tidak pernah mau romantis.


Tanpa pikir panjang Blue menggandeng tangan Genta dan berjalan menutupi wajahnya dilihat orang-orang. Genta semakin menggenggam dengan satu tangan yang lain untuk menggandeng tangan Blue.


Blue melirik Genta yang seperti kegirangan, apa Genta mengidam? Tapi dirinya saja tidak hamil pikir Blue, kecuali Genta sendiri yang sedang hamil.


"Besok-besok gak usah jalan kaki lagi, gue kek bawa bocil tahu gak." Blue melirik Genta malas.


"Nanti biar gue yang bawa bocil, lagian apa susahnya lo tinggal tungguin gue seperti ini gandengan tangan, lucu 'kan?" Ucapnya membuat Blue "hih" gitu mengangkat ujung atas bibir nya.


"Serah lo, aneh gue lama-lama. Kerasukan dimana sih dari apartemen biasa aja juga. Kenapa sampai sini jadi gini."


"Aneh apanya sih Sky? Orang cuma mau seperti orang-orang."


"Iya, kalau mau seperti orang-orang. Jangan cuma suruh makan angin dong, kasih jajan gitu cemilan sama eskrim." Genta tertawa ternyata melihat orang disekitarnya pada membawa jajanan, sedangkan dirinya hanya menggandeng tangan Blue.


"Oke, lo mau jajan apa? Gue beliin sekarang."


"Inisiatif lah, gitu doang nanya."


"Lo ngomel apaan? Gue ada di samping lo, kalau mau ngomongin gue agak jauhan dikit napa." Genta melirik ke samping nya salah lagi salah lagi, Blue menatap tajam Genta.


"Mampus."


"Becanda kali gue," ucapnya sambil tertawa kecil.


"Pulang aja lah, gue beli sendiri jajanan pas mau sampai apartemen." Blue putar balik diikuti Genta, karena nanti terlalu malam tidak bagus juga berada di luar terlalu lama.


"Pak beli cimol sama cilok nya, lima ribuan aja. Yang bayar bodyguard saya, pak." Blue tersenyum menunjuk Genta di sampingnya.


"Mulut nya kalau ngomong. Saya yang mau bayarin pengasuh saya beli apa aja pak?" Genta membalas ucapan Blue, ia mengatakan bahwa Blue adalah pengasuhnya.


"Kalian berdua, pengasuh dan bodyguard? Masih sama-sama muda, semuanya sepuluh ribu aja mas." Genta dan Blue saling pandang dan tersenyum, apa mereka terlihat seperti pengasuh dan bodyguard?


"Terimakasih pak," ucap Genta pada penjual.


Genta dan Blue berjalan untuk pulang, Blue sibuk makan cimol dan cilok nya.

__ADS_1


"Gue yang bayarin, tapi gak disuapin."


"Cuakkksss." Blue menjawab sambil tertawa.


"Gue bukan lagi berpantun Sky, ini lagi minta disuapin. Peka dong suami nya juga di ingat."


"Gue gak nanya tuh, lo beliin gue, jadi gue sendiri yang makan." Blue tetap saja memakan jajanan nya, ia melirik suaminya yang terlihat memanyunkan bibir. Blue memberikan sisa nya pada Genta, karena ia hanya mencicipi saja dan sengaja membuat Genta kesal.


"Lo aja yang makan, gue cuma mau nyicip." Genta mengambil dan langsung melahapnya.


"Gue mau kuliah online aja bisa gak sih? Gue malas aja kalau rame pas ada kelas." Genta melirik Blue, namanya juga kuliah banyak orang pasti di kelas juga tidak akan sepi.


"Terus lo mau berhenti, karena di kampus banyak orang?" Tanya Genta.


"Di keramaian gue pusing, mereka terlalu banyak ngoceh gitu gak penting."


"Demi masa depan yang baik, keluarga lo juga sarjana semua. Jadi lo juga harus seperti mereka, supaya cita-cita lo tercapai."


"Mau tercapai gimana lagi? Gue sekarang gak bisa bebas gen, gue udah nikah sama lo, maksud gue bukan karena sama lo, tapi karena gue udah jadi istri orang." Blue menjelaskan pada Genta agar tidak salah paham dengan ucapannya.


"Gue minta maaf Sky, gara-gara lo nikah sama gue, lo jadi merasa sulit untuk mengejar cita-cita lo. Tapi lo tenang aja Sky, lo tetap harus kuliah dan terus belajar. Gue akan selalu dukung lo." Blue tersenyum menatap wajah Genta, ia langsung memeluk Genta mengucapkan terima kasih.


"Tapi, gue boleh nyicip gak sih?" Tanya Genta membuat Blue melepas pelukannya.


"Itu jajanan gue udah lo makan, mau nyicip apa lagi?"


Genta melirik ke bagian lain di tubuh Blue, membuat Blue melototkan matanya langsung berjalan pulang.


"Sky, tungguin!" Genta mengejar Blue.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2