
Blue ke tempat rahasia nya, ia bolos sekolah kali ini.
"Kamu mengajakku kesini pagi-pagi, kenapa sky?" Tanya Valencia.
"Kamu membawa pili kesini?" Tanya Valencia lagi melihat pili di pangkuan Blue.
"Aku tadi dari klinik hewan untuk periksa pili, aku kabur dari teman kak Arys." Jelas nya pada Valencia.
"Maksud kamu? Teman Arys siapa?" Tanya Valencia.
"Teman kak Arys itu yang punya klinik hewan, dia seorang dokter hewan. Kak Arys menyuruhnya untuk mengantar ku ke sekolah, jadi aku tidak mau di antar olehnya."
"Lalu, kamu kesini bersama siapa?" Valencia yakin kali ini Blue tidak diantar kakak nya, karena itu di rahasiakan dari keluarga Blue.
Blue nampak berpikir tadi yang mengantarkan dirinya langsung pergi begitu saja.
"Aku tidak tahu, aku minta berhenti di gang sebelum masuk ke tempat ini. Tapi dia langsung pergi saja, tidak meminta bayaran."
"Kamu tidak mengenalnya? Apa orang itu mengenalmu?" Tanya Valencia dijawab gelengan kepala oleh Blue.
"Bagaimana kalau itu orang yang akan mengacau kita disini? Atau orang yang akan memberitahu pada keluarga mu?"
"Aku gak tahu kak, yang jelas aku lihat dia langsung pergi dari sana dengan motornya. Aku yakin dia sudah pergi jauh dan tidak tahu aku kesini."
__ADS_1
"Kalau misalnya orang itu suruhan keluarga kamu, aku dalam bahaya sky. Aku yang mengajarkan kamu banyak hal tentang ilmu beladiri. Papi dan mami kamu, serta kakak-kakak kamu, semuanya lebih kuat dari pada aku." Valencia merasa itu bahaya baginya, kalau memang benar orang tadi suruhan keluarga Blue yang memang di tugaskan untuk mengikuti Blue.
"Kak Valen tenang saja, aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti kak Valen."
"Bagaimana dengan sekolah kamu hari ini? Kamu bolos sekolah sky. Kakak kamu sudah pasti tahu karena kamu tidak mau diantar oleh teman dokternya."
"Biarkan saja kak, lagipula teman kak Arys itu aneh. Dokter yang sangat aneh. Bukan menanyakan tentang pili, dia malah bertanya banyak hal tentang ku."
"Dia pasti sudah tahu kamu adik Arys dan Carel."
"Mungkin tidak tahu, aku mengatakan kalau aku ini pacar kak Arys."
"Sky, tidak gampang juga membodohi orang. Apa menurut kamu dokter itu juga tidak setara dengan kakak kamu?"
"Kakak kamu juga tidak akan dengan gampangnya berteman, kalau orang itu biasa saja. Aku yakin dokter itu sama dengan kakak kamu."
"Terus aku salah lagi? Karena aku bilang pacar kak Arys?"
"Mungkin tidak salah untuk sementara, tapi nanti setelah dia tahu kamu bukan pacarnya. Dia pasti merasa di bodohi oleh bocah."
"Aku sudah dewasa, jangan bilang aku masih bocah kak."
"Jangan terlalu menganggap kamu dewasa sky, jangan terlalu terburu-buru ingin dewasa. Banyak yang sudah dewasa, ingin kembali seperti kamu sekarang."
__ADS_1
"Alasan apalagi yang mau kamu berikan pada kakak kamu nanti dirumah? Dengan wajah polos dan imut mu itu? Kalau aku tidak akan tertipu dengan wajah lugu seperti kamu sky."
"Itu karena kak Valen sudah mengenalku."
"Berarti kakak kamu belum sepenuhnya mengenalmu, kamu berbohong saja mereka tidak tahu."
"Atau-
"Mereka pura-pura tidak tahu?" Ucap mereka berdua bersamaan.
"Aku harus pura-pura juga kak, aku tahu gimana caranya. Aku akan memikirkan semua itu untuk membuat mereka percaya, kalau aku hari ini les dadakan."
"Dengan harus bolos sekolah?"
"Iya bilang aja aku males." Valencia hanya menggelengkan kepalanya, segampang itukah mengibulkan kedua kakaknya yang lebih tahu membaca mimik muka orang. Sekarang yang di takutkan Valencia adalah ketahuan oleh kakaknya Blue.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1