
Sesuai dengan yang dikatakan Valencia, Genta mengajak mereka bertemu dan sekarang kembali mengajak Valencia ikut serta dengan mereka. Walaupun Arystan tidak setuju, namun Genta dan Carel tetap mengajak Valencia berkumpul bersama mereka.
"Cepat gen mana videonya? Gue mau lihat."
"Sabar woy handphone gue di rampas."
"Yah gue gak tahu sandi handphone lo."
"Makanya jangan main rampas handphone orang dong, gak tahu kan lo sandi gue."
"Pakai sandi terus ada foto nya segala dan tulisan jangan sentuh hp gue. Terus lagi ada pisaunya, biar apa coba." Ucap Carel melihat foto di ponsel Genta.
"Biar yang nyentuh hp gue ngeri."
"Yang ada hp lo di banting."
"Yang banting hp gue denda, terus boleh juga di gorok."
"Ngeri amat main gorok, gue tadi cuma ngerampas pengen cepat lihat adek gue."
"Kalian apaan sih ribut, gue mau lihat Sky bukan mau lihat kalian berantem."
"Yaelah rys sabar napa."
"Iya, harusnya selagi kita berdebat kak Arys ngobrol sama kakak ipar." Ucap Carel melihat Valencia yang hanya diam menatap orang di depannya berdebat.
Carel dan Genta dapat pelototan dari kakak nya, Genta langsung mengambil hpnya dan membuka untuk menunjukkan hasil rekaman video yang sudah ia ambil siang tadi.
"Ini," Genta menunjukkan nya pada Arystan dan Carel.
__ADS_1
"Sebenarnya gue belum kepikiran video, gue masih terus merhatiin Sky yang sedang makan camilan nya di dampingi beberapa art dan penjaga. Tapi beberapa saat kemudian gue baru ingat untuk videoin, buat kasih lihat ke kalian. Gue tahu kalian kangen dengan Sky, walaupun serumah tapi kalian gak ada ketemu sama dia."
"Gue ada ide, tapi itupun kalau kalian mau ikut ide gue." Mereka semua menatap Valencia, ingin mendengar apa yang Valencia ingin katakan.
"Menurut gue, kenapa tidak kalian berdua datang tiba-tiba pas lagi istirahat. Carel juga di kampus gak selalu ada kelas kan? Arys juga ada yang handle, gue juga bisa bantuin. Kalau tiba-tiba gitu penjaga kalian juga gak bisa apa-apa, dan Sky pasti juga merindukan kalian."
Carel dan Arystan saling pandang, kenapa mereka tidak kepikiran seperti itu malah menyuruh Genta dan Valencia yang melihat keadaan di rumahnya.
"Gue juga baru kepikiran loh, kalau harusnya kita yang lihat langsung tanpa harus minta bantuan dari Genta dan Valencia. Jadi kita bisa lihat langsung keadaan Sky seperti apa."
"Besok kita janjian kak, untung punya kakak ipar yang cerdas." Carel memberikan dua jempolnya.
"Lo apaan sih rel, ipar-ipar apaan?"
"Gue setuju juga kalau Valen sama Arys."
"Bagus kalau lo sadar, disini tongkrongan cowok bukan cewek tomboy seperti lo."
"Iya betul, makanya gue mau pulang. Yang penting gue juga udah lihat Sky, semuanya gue pamit." Valencia berdiri dan langsung pergi setelah pamit dari mereka.
"Lo apaan sih kak? Padahal kalian itu benar-benar cocok."
"Iya cocok, tapi kan susah rel dindingnya terlalu tinggi, agama coy."
"Tinggal baca syahadat terus sunat." Carel tertawa berucap sunat untuk wanita.
"Gampang banget mulut lo ngucap, memangnya Valen mau?"
"Kalau udah cinta nanti pasti mau, apalagi Valen tinggal sendiri."
__ADS_1
"Iya juga sih."
"Kalian ini bahas apaan? Kita kan kesini mau bahas tentang Sky. Besok-besok lagi kalau mau bahas Sky, atau mau nongkrong. Gue mau balik."
"Yah, mau kemana sih kak? Masih awal."
"Cabut rel, gue ngantuk udah malem."
"Elah, padahal masih jam setengah delapan. Awal banget udah mau balik."
"Ipar udah balik, males jadinya sekarang cuma sama kita aja rel."
"Serah lo, gue mau cabut." Arystan sudah beranjak dan berjalan keluar.
"Yang ada gue ntar di tinggal, gue cabut gen."
Setelah sampai di parkiran, Arystan menunggu Carel karena mobilnya Carel yang bawa.
"Gue lupa kalau gue yang bawa mobil dan kuncinya sama gue."
"Gue juga lupa, untung lo juga ikut pulang kalau lo ingat bisa-bisa gue disini nungguin lo lama." Arystan tertawa saat ingat dirinya hanya penumpang dan Carel yang driver. Sedangkan Carel kesal karena terburu-buru mengejar kakaknya takut di tinggal.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1