
"Genta," sapa Carel yang baru datang menepuk bahu Genta.
"Hm, tumben datang lebih awal? Arys mana?" Tanya Genta yang tidak melihat Arystan datang bersama Carel.
"Biasa, gue pengen on time aja."
"Jangan bilang masih nemenin pacar bocil nya." Ucap Genta lalu menyeruput kopi nya.
Carel bingung dengan yang di ucapkan Genta, Arystan saja tidak memiliki pacar.
"Maksud lo, pacar bocil siapa?"
"Pacar Arys lah, bukannya lo kenal rel?" Tanya Genta, tidak mungkin Carel tidak mengenal pacar kakak nya.
"Lah, mana gue tahu. Kak Arys gak ada tuh ngenalin ke gue pacarnya."
"Gak mungkin lo gak kenal, orang mereka nempel terus kayaknya."
"Hah? Masa sih. Namanya siapa?"
"Namanya males gue ingat nama tuh bocil, dia ngeselin banget. Pokoknya dia pernah ke klinik gue." Carel mana tahu siapa saja yang datang ke klinik Genta.
__ADS_1
"Apa dia cantik? Imut?" Tanya Carel yang mulai berpikir itu adiknya sendiri.
Genta nampak berpikir, menurut nya Blue memang cantik dan imut, tapi hilang karena Blue selalu membuatnya kesal.
"Entahlah, bisa di bilang seperti itu."
"Jangan bilang namanya, sky?" Tebak Carel tersenyum.
"Kok lo tahu, namanya sky? Iya gue baru ingat namanya sky."
Carel terkekeh, ternyata temannya itu di bohongi oleh Arystan dan Blue.
"Biar gue kasih tahu ya, sky itu kan-
"Gak lagi ngobrolin apa-apa kok." Jawab Carel menatap kakaknya yang baru saja datang.
"Tumben telat datang nya rys? Dari mana Lo?" Tanya Genta yang membuat Carel hanya tersenyum.
"Dari rumah lah, emang gue mau dari mana lagi?" Menurut Arystan memangnya dirinya mau kemana, orang dari rumah nya saja pikirnya.
"Gue kira lagi pacaran sama bocil itu." Ucap Genta membuat tawa Carel pecah, Carel tidak kuat untuk menahan tawanya. Mana mungkin Arystan pacaran dengan adiknya sendiri.
__ADS_1
"Lo kenapa sih, rel? Apa kerasukan hantu lagi kejepit?" Ucap Genta membuat Carel semakin memperkuat tawanya.
"Adik lo kenapa sih, rys? Tiba-tiba ketawa gak jelas." Tanya Genta pada Arystan yang menurutnya mungkin lebih waras menjawab pertanyaan nya.
"Lo kayak gak tahu dia aja gen, dia kan memang suka rada gak jelas." Jawab Arystan, padahal dirinya tahu adiknya pasti sudah tahu pacar yang di maksud Genta adalah Blue. Ditambah selera humornya sangat receh.
"Kok bisa sih, lo serumah sama Carel, rys? Tapi mungkin adek cewek lo gak seperti Carel."
"Banget, dia sangat peramah dan pendiam." Jawabnya asal. Tentu saja tidak, Blue adalah gadis yang manja menurut kakaknya, apalagi jika Genta sudah tahu gadis yang menurutnya sangat menyebalkan itu bukan pacar Arystan, melainkan adik dari kedua temannya. Apa reaksinya nanti akan terkejut, atau marah pada temannya karena sudah membohongi Genta.
"Tapi gue masih penasaran sama pacar lo, rys." Ucap Genta membuat Carel dan Arystan saling pandang.
"Penasaran gimana gen?" Tanya mereka serius. Mereka takut Genta melakukan sesuatu yang membuat adik mereka ingat pada trauma nya.
"Gue penasaran bukan karena ingin lebih mengenalnya, tapi sama kucing peliharaan yang sama persis dengan yang gue punya, dengan nama yang kembar pula. Pili dan Mili, adalah kucing milik Geandra. Apa hubungan sebenarnya pacar lo dan adik gue rys?"
Arystan dan Carel tidak menjawab apapun, mereka membisu dengan pertanyaan dari Genta. Tidak mungkin mereka memberi tahu yang sebenarnya, di takutkan adiknya kembali mengingat pada trauma lama dan mengamuk. Cukup pili yang bisa di pelihara di rumahnya dengan baik oleh Blue.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...