Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Diculik senang


__ADS_3

Blue sudah dibawa ke dalam mobil, Genta ingin mengejar namun dihadang mereka. Karena dihadang Genta menghajar mereka membabi buta tanpa ampun, demi mengejar istrinya yang dibawa pergi. Tetap saja Genta sudah kembali jatuh melawan beberapa orang itu.


Mereka masuk ke dalam mobil nya, karena Blue sudah dibawa pergi dari sana.


Tak berapa lama bodyguard Blue datang yang dari rumah sakit tadi, entah mengapa mereka baru saja muncul seperti di sinetron saja pikir Genta.


"Tuan.." Mereka datang menghampiri Genta untuk membantu berdiri.


"****. Kemana kalian dari tadi? Kenapa baru datang?" Tanya Genta marah.


"Kami di panggil untuk ke gedung tua, karena tadi mobil kami juga tidak satu tempat dengan tuan, kami lupa jika harus mengawal tuan dan nona Sky."


Genta hanya menarik rambutnya, ia tidak merasakan sakit dari lukanya, tapi hatinya karena istrinya diculik.


"Bantu gue ngejar Sky, Sky diculik, kalian sangat lambat." Tak lama ipar dan juga papi Edward datang menghampiri Genta yang di bantu oleh bodyguard nya.


"Lo kenapa bisa begini gen, dimana Sky?" Tanya nya membuat Genta mengeluarkan air mata nya.


"Maaf, gue gak bisa jaga Sky, mereka membawa Sky dan gue gak tau kemana."


"Papi tahu mereka membawa Sky kemana. Kalian bantu Genta bawa ke rumah sakit, biar saya dan yang lain menyusul Sky."


"Baik tuan!"


"Tidak Pi, Genta mau ikut untuk membebaskan Sky, Genta gak tega dia masih lemah dan juga hamil, tadi saat di mobil Sky sangat ketakutan karena ada beberapa mobil menghadang kita, sedangkan Genta hanya sendiri yang harus melawan."


"Nurut sama papi, dengan begini juga kamu tidak akan bisa lagi melawan mereka."


"Bawa ke rumah sakit! Carel, Arys, telepon mami kalian suruh nyusul papi jemput Sky." Sambung nya langsung menelpon bawahan nya yang lain.


Genta mengambil ponselnya di dalam mobil, ia menghubungi seseorang untuk segera mengikuti rombongan mertua dan juga sahabat nya.


Papi Edward berangkat bersama sebagian anak buah dan juga kedua anaknya. Mereka berangkat ke markas Gerald untuk segera membawa Blue kembali.


Sedangkan Genta segera ke rumah sakit, diantar oleh bodyguard Blue. Genta di perjalanan ke rumah sakit kepikiran dengan Blue yang sedang di culik, bagaimana jika mertua dan iparnya gagal membawa Blue kembali? Kepala Genta jadi semakin terasa sakitnya memikirkan Blue.

__ADS_1


"Putar balik saja ikuti papi, saya harus membantu nya untuk membawa istri saya kembali." Genta menyuruh bodyguard itu putar balik mengikuti rombongan mertua nya.


"Maaf tuan muda, saya di perintahkan membawa anda ke rumah sakit. Saya tidak mungkin melanggar apa yang sudah di perintahkan oleh atasan saya, walaupun anda menantunya." Ucap sosok bodyguard dengan tubuh besar itu, warna kulit yang eksotis.


Ck


Genta hanya mendecak karena kesal, percuma meminta nya kembali jika hasilnya nihil.


...******...


"Gue mau dibawa kemana?" Tanya Blue karena dirinya memang lemah untuk melawan.


"Jangan banyak tanya, kamu sedang hamil jadi tidak perlu mengeluarkan banyak energi." Blue akhirnya terdiam tak lagi bertanya karena ia juga menganggap orang yang menculiknya baik.


Setelah beberapa saat mereka sampai di markas yang sudah ada atasannya.


"Hey little girl, do you know me?" Tanya Gerald tanpa membalikkan badannya, Blue menatapnya dari bawah sampai atas dirinya tidak pernah melihat orang itu.


"Untuk apa menculik saya? Saya tidak mengenal anda." Tanya Blue membuat Gerald membalikkan badannya sambil tersenyum.


"Aku kira kau mengenalku, dan apa tadi kau sangat lancar berbahasa Indonesia, padahal ku kira tidak bisa karena orang tuamu saja bule."


"Bule bukan berarti tidak bisa berbahasa asing, jangan mengalihkan pertanyaan. Ada urusan apa hingga menculik saya dan membuat suami saya babak belur?" Tanya Blue. Gerald menatap anak buahnya.


"Maaf tuan, kami hanya ingin membawa nona ini dan tidak ada urusan dengan suaminya. Tapi dia yang melawan tentu saja kami tidak beri ampun."


"Bodoh!"


"Bagaimana sekarang keadaan nya dengan Genta?" Tanya Gerald.


"Anda mengenal suami saya?" Tanya Blue terkejut karena orang di hadapannya mengenal Genta .


"Tentu saja. Kamu tidak perlu mengetahui sekarang, sebentar lagi juga akan tahu, karena orang tuamu sudah menuju kemari."


"Hah?"

__ADS_1


"Ada hubungan apa anda dengan suami saya? Apa Genta musuh anda? Tapi dia tadi sempat marah kalau Genta dibantai mereka." Tanya blue semakin mengecilkan suaranya karena heran saja dengan orang dihadapannya.


"Tidak perlu banyak berpikir, sekarang kamu duduk dan makan. Kamu sedang hamil, katakan saja apa yang kau mau pada mereka." Ucapnya lalu pergi, sedangkan anak buahnya melongo. Bagaimana bisa bos nya itu meninggalkan mereka dan harus menuruti permintaan wanita hamil.


"Yes! Ini kesempatan buat gue."


"Halo om semua, tadi dengar 'kan apa yang om itu bilang? Pas banget loh om sekarang Sky lapar lagi dari rumah sakit, Sky mau makan martabak manis sama yang telur spesial, terus makanan yang pedes-pedes om, tambah rujak deh itu aja jangan banyak-banyak om." Setelah mengucapkan itu Blue duduk di kursi yang ada makanannya, ia merasa lapar saat mengingat Genta berada dimana. Namun setelah dipikir lagi tidak mungkin Genta pingsan di jalan dan tidak di bantu orang, yang jelas kini dirinya harus mengisi perutnya dan menyicipi makanan di hadapannya.


Anak buah Gerald hanya bisa menjatuhkan rahangnya mendengar permintaan wanita hamil.


"Bagi tugas aja, dua orang yang beli dan sebagian lagi jaga disini untuk menjaga nona itu dan menunggu kedatangan tuan Sagara."


Akhirnya mereka berangkat untuk membeli makanan apa yang diinginkan Blue.


"Gue memang maunya begini, kalau di rumah dilarang gini gak boleh gitu. Sky sedih tahu om kalau makanan yang Sky mau gak ada, om ngerti kan?"


"Sangat mengerti, karena saat wanita hamil itu ada namanya mengidam. Bukan dari sang ibu namun bawaan dari bayinya."


"Om ini benar sekali, nanti Sky bawa Genta suruh belajar sama om ya."


"Sampai kapan gue pura-pura polos gini, tapi makanannya enak juga sayang kalau diabaikan. Lagipula gue memang lucu sih, polos atau gak sama aja. Tapi siapa sih om tadi, kenapa terasa tidak asing wajahnya."


Blue terus menikmati makanan sedikit sambil menunggu pesanan nya datang, sambil memikirkan dirinya dibawa ke tempat itu untuk apa?


Makanan sudah di makan oleh Blue sesuai pesanan nya, namun saat menikmati ternyata ada suara papi nya berteriak.


"Lah, kenapa papi teriak?" Tanya Blue membuat Edward bingung dengan anaknya yang sedang makan, kalau seperti di film atau membalas perbuatan anaknya harusnya Gerald mengikat Blue dan menutup mulutnya dengan lakban. Namun apa yang ia lihat itu nyata Blue sedang melambaikan tangannya. Carel mendekati adiknya ingin ikut makan, tentu saja karena yang dipikirkannya hanya makan, apalagi adiknya juga terlihat baik-baik saja.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2