Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Masalah di klinik


__ADS_3

Blue dan Genta sudah sampai di rumah Sagara. Blue langsung turun membawa kucing nya, melewati keluarga nya yang sedang berbincang. Blue ke kamar pili, saat akan keluar pintu berpapasan dengan Genta yang juga akan menyimpan mili. Blue melewati juga lalu setelah itu naik ke atas menuju kamar.


Keluarga nya melihat Genta yang seperti merasa bersalah, namun menunggu Genta keluar dari kamar kucing dulu.


"Genta," panggil papi Edward membuat Genta menoleh, ia tidak melihat sama sekali ada mereka disana.


Genta mendekati mereka, lalu duduk.


"Sky kenapa? Apa karena tidur dari siang jadi linglung."


"Sky maunya nginap di apartemen, tapi Genta tidak mengizinkan karena dia lagi dapet. Lalu dia marah dan ingin pulang." Genta menjelaskan saat Blue ingin pulang.


"Dia tidak mau pulang gimana tadi? Apa besok aja?"


"Dari siang sampai sore, bangun saat Genta bangunkan untuk prewed, tapi dia tidak mau karena ingin istirahat. Jadi tidur lagi sampai malam, karena tidak shalat. Genta bangunkan lagi malamnya karena belum makan sama sekali, dia juga tidak mau tapi Genta menyuapi nya." Arystan dan Carel menahan tawanya, mereka pernah seperti itu saat adiknya malas mau makan.


"Kalau lagi dapet dia memang sering puasa, males makan dan ngapa-ngapain." Ucap Arystan.


"Lo sebagai CALON SUAMINYA, harus sabar menghadapi adik gue." Genta menatap Carel malas.


"Sky mungkin akan merepotkan kamu, tapi saat dia sendiri hanya di tinggal sama art, dia tidak manja lagi. Sky anak yang mandiri, tapi jika dekat dengan orang yang dia sayang, dia akan manja." Mami Fera ikut menimpali.


Genta hanya tersenyum, jelas-jelas Blue memang wanita remaja yang manja.


"Bukan hanya dengan orang yang di sayang, mi. Tapi sama orang yang dibenci juga seperti itu. Artinya Sky masih bocil." Batin Genta, ia tidak mungkin mengatakan itu di depan mami Fera dan papi Edward.


"Saya masih bawa makanan yang dari apartemen, biar Genta siapin buat Sky diatas. Genta keatas dulu ya." Genta ke dapur mengambil piring, dan juga minum untuk di bawa ke kamar Blue.


"Padahal Genta sangat baik, Sky akan semakin manja jika sudah menikah dengan Genta." Ucap papi Edward membuat mami Fera mengangguk, sedangkan kedua anak lelakinya saling pandang. Mereka sangat tahu, dua orang yang sedang berada di lantai atas itu sangat pandai mencari muka dan berakting.


Genta yang sudah di depan pintu kamar Blue ingin mengetuk pintu, namun Genta terus menahan tangannya. Blue sendiri yang membuka pintu dan melihat ada Genta di depan kamar nya.

__ADS_1


"Ngapain lo di depan kamar gue?" Tanya Blue menatap Genta di depannya.


"Gue cuma mau ngasih ini, papi dan mami nyuruh lo makan. Kakak lo juga bilang kalau lo lagi dapet harus disuruh makan, nanti perut lo makin sakit." Genta cepat menyerahkan makanan dan minum yang ada di tangannya, Blue juga menerima itu dan membawanya masuk. Blue keluar lagi mengecek kamar kakaknya, namun tidak ada yang dikamar, lalu kembali lagi untuk melihat makanan yang Genta berikan dan melahapnya.


...******...


"Sky, keluar dek." Arystan ngetuk pintu.


"Ada apa kak?" Carel menghampiri Arystan yang sudah siap dengan tampilan kantor nya.


"Sky dari tadi gak keluar, dia sakit kali gara-gara dapet." Mereka selalu khawatir karena hanya adiknya itu yang merasakan sakitnya.


Sky akan nyusul, tapi sekarang ingin istirahat sebentar.


Isi pesan yang dikirim oleh Blue untuk kakak-kakaknya, jadi mereka langsung turun saja. Karena Blue masih bisa memainkan ponselnya, jadi aman kondisinya.


Genta melihat Carel dan Arystan sudah dibawah, tapi Blue tidak ikut. Padahal mereka mengetuk-ngetuk pintu kamar nya.


Genta tidak ambil pusing, ia ikut menyusul kebawah karena harus segera ke klinik.


"Ada apa gen? Masalah apa? Kenapa tidak ajak Carel dan Arystan aja." Papi Edward menyuruh Genta mengajak temannya.


"Iya gen, kalau serius biar mereka ikut mengatasi."


"Tidak masalah mi, tidak begitu serius, hanya masalah kecil."


"Ada apa gen?" Tanya Arystan.


"Masalah kecil, biasa rys. Cara halus gue harus segera dilakukan." Ucap Genta membuat Carel dan Arystan mengerti. Setelah berpamitan Genta langsung pergi dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di klinik, Genta langsung cepat-cepat masuk. Melihat semua karyawan nya seperti ketakutan.

__ADS_1


"Genta," sapanya.


"Sudah puas hancurin kantor gue?" Arabella mendekati Genta.


"Stop disitu! Gue berkali-kali menyuruh lo pergi, dan jangan pernah ke klinik gue. Tapi lo sering menyepelekan itu."


"Tapi Genta, gue cuma mau tahu, katanya lo mau nikah gue gak terima. Siapa yang berani mengambil milik gue." Ucapnya membuat karyawan Genta menahan tawanya.


"Lo siapa? Gue sudah sering kali peringati lo, jangan pernah datang kesini dengan peliharaan lo. Gue malah beruntung akan menikah dengan wanita yang sekarang, dari pada dengan lo." Arabella marah dengan Genta seperti mengejeknya, membuat Genta tersenyum.


"Gue yakin dia hanya menyukai lo karena anak dari om Angga, yang punya perusahaan besar."


"Bukannya lebih besar kantor keluarga Arys dan Carel? Kenapa lo gak ngejar mereka."


"Hm ya itu karena gue cuma suka nya sama lo." Jawabnya sedikit menunduk. Arabella malu dengan itu, namun demi uang ia lakukan. Tidak akan ada uang jika dia tidak mendekati Genta dan membuat Genta menyukai lagi.


"Gue gak mau tahu, anjing lo harus keluar dari klinik gue. Lalu beresin semua yang ada di klinik, ganti semua yang sudah lo rusak. Sampai nanti gue kesini masih belum seperti semula, habis lo sama gue." Tunjuk Genta pada wajah Arabella.


"Tolong kalian urus, saya masih ada urusan di luar." Genta keluar untuk segera ke kantor, namun sebelum kesana Genta ke makam ibu dan adiknya.


Arabella sangat kesal karena Genta yang tidak pernah mau lagi menolehnya, Genta benar-benar sudah berubah.


Genta menghampiri makam ibu dan adiknya.


"Halo, ibu dan adik ku. Genta kesini lagi, karena sebentar lagi Genta akan menikah tanpa harus tunangan lagi. Karena dia harus menikah sebelum kuliah. Namanya Blue Skyla, kamu pasti mengenalnya 'kan dek?" Genta benar-benar seperti mengobrol dengan mereka.


"Dia wanita cantik tapi ngeselin, kalian pasti akan aku kenalkan nanti, akan aku ajak kesini. Genta tidak menyukai nya, tapi Genta sudah berjanji akan membantu nya, dengan menikah ini Genta bisa menebus kesalahan Genta. Dia trauma dengan namanya sendiri karena melihat kalian berdua kecelakaan itu, saat Geandra memanggil nama Blue." Genta terus bercerita dan memberitahu ibu dan adiknya, sampai benar-benar jam setengah sembilan baru Genta berpamitan dan segera berangkat ke kantor.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2