Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Berdoa


__ADS_3

Blue berada di kamar nya tidak bisa tidur, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Blue keluar kamar menuruni tangga dan ke taman untuk sekedar mencari angin, ia sudah siapkan jaket tebal untuk jaga-jaga jika terasa dingin.


"Bagaimana kalau papi menyetujui syarat yang aku ajukan, apa harus pilihan aku sendiri atau pilihan papi?" Ucapnya menatap lurus kedepan sambil melihat tanaman. Blue memikirkan saat dirinya akan kuliah nanti, ia memberi syarat agar keluarga nya mengizinkan dirinya berkuliah di luar negeri. Namun jika syarat yang di minta Blue di izinkan, maka ide nya sia-sia.


"Ngapain lo diluar? Udah malam disini dingin." Suara Genta tiba-tiba mengejutkan Blue, namun Blue hanya melirik nya saat Genta duduk di kursi taman.


"Gue gak bisa tidur, lo juga ngapain ngikutin gue?" Blue berpikir bahwa Genta mengikuti nya.


"Lo bisa gak sih, gak kepedean? Gue juga gak bisa tidur makanya gue kesini. Awalnya tadi Arys dan Carel ngajak nge-game sambil ngobrol, cuma mereka ketiduran." Genta menatap Blue yang pandangan nya hanya lurus. Beranjak dari kursi nya membuat Genta menahan tangan Blue.


"Lepasin tangan gue!" Menatap Genta tajam. Dengan cepat Genta juga melepas tangan Blue.

__ADS_1


"Gue minta maaf, lo mau kemana?" Tanya Arystan juga ikut beranjak.


"Bukan urusan lo, gue udah bosan diluar sejak lo datang." Blue meninggalkan Genta di taman sendiri, ia langsung masuk ke rumah dan menuju kamarnya.


"Memang bukan urusan gue, harusnya dia senang ada orang ganteng nemenin dia disini. Tapi gak bagus juga diluar sedang dingin, wanita kurus dan sedikit hampir ideal menurutnya itu gak akan kuat." Ucapnya seakan dirinya mampu berada diluar saat malam hari seperti ini, jika dirinya mampu tidak akan menggosokkan tangannya sambil meniup.


"Gila juga, ternyata badan bagus gue juga gak mampu berada disini. Mending gue masuk dari pada besok membeku." Ucapnya langsung masuk sambil terus meniup tangannya.


"Ya Allah, hamba meminta jodoh yang terbaik bukan yang terbalik seperti Genta. Karena jika hamba menjadi jodohnya, itu akan menguras tenaga dan emosi." Ucap Blue sambil berbaring, ia siap untuk tidur kali ini. Namun berdoa lebih dulu untuk tidak mendapatkan jodoh yang seperti Genta.


"Ya Allah, jangan biarkan hamba berjodoh dengan Sky, karena itu harus membuat hamba belajar sabar dan menyediakan stok sabar lebih banyak." Genta sudah berada di samping Arystan, sedangkan Carel memakai kasur single di sebelah nya.

__ADS_1


"Tapi kenapa gue berdoa seperti itu? Gimana kalau malah sebaliknya dan menjadi berjodoh? Tidak ada yang tahu jika Allah sudah berkehendak, dan untuk menguji kesabaran yang gue miliki." Menjadi serba salah menurut Genta, berdoa untuk menolak seseorang, tapi bisa saja dijadikan sebagai ujian menurut Genta.


Karena sudah merasa ngantuk, Genta membaca do'a dan memejamkan matanya. Blue di kamarnya juga menguap dan matanya mulai berair.


"Gak ada gunanya kalau aku begadang, wajah terlihat tua dan aku rugi beli skincare kalau akhirnya di buang percuma dengan begadang." Akhirnya Blue memejamkan matanya.


"Eh lupa, baca tiga qul dan doa tidur." Blue berdoa dan memejamkan matanya kembali.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2