
Blue tidak pernah mau jika dirinya di jemput, ia akan marah jika dirinya di jemput ke sekolah. Karena membuat dirinya tidak bisa berlatih. Alasan nya ialah sudah bisa pulang dan berangkat sendiri. Blue akan tahu jika ada yang mengikuti nya.
"Princess, kamu baru pulang?" Tanya mereka pada Blue yang baru saja datang.
"Iya, aku baru pulang. Kenapa?" Tanya nya menaruh tas nya dan minum air yang ada di gelas kakaknya.
"Kenapa seperti tidak minum dari pagi, atau habis latihan."
"Aku hanya habis lari tadi dari sana, sebelum masuk kerumah."
"Kamu tadi kemana dek? Kenapa aku ke sekolah kamu, katanya kamu sudah pulang. Tapi kamu bilang ada les dan kamu akan pulang telat." Ucap Carel membuat Arystan memicingkan matanya.
"Kenapa lihatin Sky seperti itu? Sky mandi dulu ya." Blue sudah berniat kabur, tapi kedua kakaknya menahan nya.
"Mau menghindar kemana? Kamu pacaran yah? Ngaku ya dek."
"Siapa yang pacaran coba, orang Sky cuma-
Arystan dan Carel menunggu ucapan Sky, tapi Sky hanya bercanda.
"Nungguin ya?" Tanya Blue tertawa.
"Sky, kamu jangan bercanda kalau kakak lagi bertanya serius." Ucap Arystan yang memang jarang berkata konyol seperti Carel.
Blue yang dengan wajah polosnya itu berpura-pura takut dan menunduk.
"Apa sih lo rys, elo nakutin adek gue." Ucapnya memeluk Blue.
__ADS_1
"Adek gue juga rel, gue hanya bertanya serius. Kenapa elo jadi marah sama gue." Jawab Arystan.
"Princess maaf, kakak bukan marah sama kamu ya." Ucapnya lagi langsung menyingkirkan tangan Carel dari Blue, kini dirinya yang memeluk Blue.
"Ish biasa aja dong rys."
"Kakak, elo panggil gue kak Arys. Paham rel!"
"Santai kali, suka banget pengen cepat tua." Jawab Carel yang tidak mau memanggil Arystan, kakak.
"Bukan pengen cepat tua, tapi memang elo harusnya panggil gue kakak seperti Sky."
"Berarti elo panggil gue kak Carel dong, seperti Sky panggil gue kakak."
"Terserah elo aja deh rel, malas lama-lama gue kasi tahu nya."
"Kamu nangis Sky? Ini pasti karena Arys, eh maksud gue kak Arys." Ucapnya terpaksa.
Arystan tidak memperdulikan ucapan Carel, ia hanya langsung menatap wajah adiknya.
"Maaf, kamu nangis gara-gara kakak. Maafin kak Arys ya?"
"Jangan Sky, tidak perlu memaafkan KAK ARYS, nanti juga di ulangi lagi." Carel sangat suka memanasi Blue.
"Kak, Sky mandi dulu ya." Ucapnya agar ia terhindar juga dari pertanyaan selanjutnya.
"Mau kakak antar?" Tanya Arystan.
__ADS_1
"Sok baik banget sih lo, sama kak Carel aja ya."
"Elo apaan sih rel, gue juga kakak nya kali."
"Kak, stop! Sky bisa ke kamar dan mandi sendiri. Sky sudah besar, tidak perlu lagi di khawatir kan." Arystan dan Carel mengangguk. Blue langsung beranjak dari tempat duduknya, ia tersenyum.
"Maaf kakak-kakak aku, aku hanya harus berbohong saat ini, sebelum aku benar-benar bisa menguasai semua yang aku pelajari. Aku hanya tidak ingin kalian selalu di repotkan."
Seperginya Blue ke dalam kamarnya, Arystan dan Carel saling pandang. "Apa menurut kamu ada yang aneh dari Sky?"
"Aneh kenapa? Bukannya sama saja seperti biasanya."
"Dia selalu pulang disaat sudah sore, alasannya dia les. Tapi saat elo jemput, teman nya bilang gak ada les."
Carel berpikir lagi perkataan Arystan benar juga, tapi adiknya itu tidak mungkin bercerita. Sebelum mereka sendiri yang mengetahui dan memergoki nya.
"Kita harus cari tahu rel, gue yakin ada yang di sembunyikan Sky."
"Dia begini dari sejak SMP, gue yakin memang ada sesuatu yang di sembunyikan. Persis seperti sejak dia tidak mau lagi di panggil Blue." Arystan mengangguk menyetujui.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1