Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Tes kemampuan


__ADS_3

Carel sepulang dari kampus langsung menuju ke rumah sakit, Genta juga pulang dari klinik langsung menuju ke rumah sakit. Di susul oleh Arystan dan Valencia dengan kendaraan berbeda dari kantor. Carel yang lebih dulu langsung ingin masuk saja, namun di cegah oleh beberapa penjaga yang masih tersisa di kantor.


"Apa lo, berani sama gue?"


"Tidak tuan, kami hanya menjalankan tugas untuk melarang tuan masuk."


"Kenapa pakai di larang segala? Gue kakaknya."


"Ada apa rel?" Tanya Genta yang baru saja datang.


"Katanya gue dilarang masuk sama mami dan papi."


"Apa kalau saya boleh masuk pak?" Tanya Genta lembut.


"Tidak diperbolehkan juga tuan."


"Kenapa? Gue cuma mau lihat adik gue. Kalian tidak ada apa-apa nya, jika lawan kita berdua."


"Kami tahu tuan, maka dari itu kami hanya melarang kalian untuk masuk. Karena itu yang sudah di tugaskan pada kami."


Tak lama Arystan dan Valencia datang, melihat mereka ribut di depan ruang rawat inap. Mereka saling menatap ada apa sebenarnya.


"Ada apa Carel, Genta? Kenapa kalian marah sama mereka?"


"Mereka tidak memperbolehkan kita masuk kak, katanya mami dan papi yang nyuruh."

__ADS_1


"Yasudah telepon mami."


Carel langsung menghubungi mami Fera seperti kemarin yang juga ia lakukan, bisa saja hari ini juga di izinkan masuk.


"Ada apa? Sudah bertemu dengan orang suruhan mami?"


"Sudah mi, kenapa kita dilarang lagi mi? Kita bisa saja membuat mereka tidak berdaya. Ada empat orang disini yang lebih jago dalam beladiri dibanding mereka."


"Oh jago ya? Coba saja, lumayan buat melatih ketangkasan kalian dan juga anak buah mami. Tapi, loudspeaker biar anak buah mami tahu."


"Kalian, dengar saya!" Ucapnya membuat Carel, Arystan dan Genta kaget. Kecuali Valencia dan anak buahnya.


"Siap nyonya besar."


"Kalian harus siap melawan salah satu atau kedua anak saya, apalagi teman anak saya. Sesuai yang biasa tuan besar perintahkan. Jangan merasa sudah kalah sebelum tumbang. Mengerti!"


"Sudah mulai, saya masih mau melatih adik-adik kalian." Mami Fera sebenarnya ingin sekali tertawa, mengerjai anak-anak dan temannya, sekalian untuk melatih anak buah nya. Karena mami Fera sudah tahu anak-anak dan temannya.


"Sudah kalau gitu mi."


"Oke assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam."


"Tumben mami ngucap salam, biasanya juga main matiin aja."

__ADS_1


"Gue malah jadi takut mau lawan mereka, bukan heran sama mami yang baru ucap salam. Tapi kasian takut mereka bonyok."


"Bapak-bapak, dari pada kalian pulang-pulang bonyok dan buat anak istri kalian khawatir. Mending kalian nyerah aja dari sekarang, biarkan kita masuk dan kalian juga tidak babak belur." Ucap Genta menyuruh mereka untuk menyerah saja, ia khawatir dengan keluarganya.


"Tidak apa tuan, ini memang sudah jadi pekerjaan kami. Nanti setelah kembali ada yang mengobati kami." Mereka tetap kekeh untuk tetap melawan mereka, walaupun mereka juga tidak akan bisa mengalahkan anak-anak bos nya. Di tambah jika Valencia yang dulu jadi senior di rumah latihan mami Fera.


"Baiklah, kalian hanya berempat. Biar Carel saja yang maju." Ucap Arystan.


"Loh, kok gue sendiri kak? Gak adil dong ini keroyokan."


"Jangan banci lo, rel." Timpal Genta.


Carel di katain banci tidak terima, ia langsung membuka tas dan jaketnya. Untuk siap-siap melawan mereka.


"Maaf tuan." Mereka masih meminta maaf karena atasannya.


Pihak rumah sakit sudah diberitahu, dan di berikan penghalang agar tidak menggangu pasien lain.


Carel langsung maju dan menghajar mereka berempat, dilihat seperti nya Carel sedikit kewalahan, Genta membantunya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2