Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Carl hilang


__ADS_3

Carel datang mencari tahu Carl sekolah dimana, ia juga ingin dekat dengan anak kandungnya walaupun belum pasti bahwa Carl adalah anak kandungnya.


Jendra yang mencari tahu lewat Luna, awalnya Luna tidak mau untuk memberikan alamat Carl, namun Jendra memohon karena Carel adalah papa nya jadi berhak untuk tahu dimana anaknya sekolah.


"Aku tidak mau ikut campur kalau terjadi apa-apa, karena ini nanti pasti bersangkutan dengan ku yang memberikan alamat sekolah Carl." Luna takut jika dirinya yang memberikan alamat.


"Kamu tenang aja, bapak Carel tidak akan mencelakai anaknya sendiri, beliau hanya ingin dekat dengan anak kandungnya itu saja lun." Luna mengangguk setuju, melihat Carl juga yang selalu bertanya tentang keberadaan papa nya.


"Makasih ya, Luna." Jendra tersenyum setelah diberikan alamat Carl, Luna juga mengangguk walau masih ada rasa tidak enak pada atasannya telah memberikan alamat yang seharusnya tidak disebar.


Jendra pergi untuk menemui Carel di kantor setelah berpamitan pada Luna yang masih memikirkan dirinya yang memberikan alamat Carl.


Carel berangkat menuju sekolah Carl, ia ingin sekali menjadi papa terbaik versi nya untuk Carl.


Sampai di sekolah atau Playgroup, terlihat Carl sedang bermain bersama teman-temannya diluar. Suster yang menjaga juga sedang berada di kantin, Carel melihat dari pagar terlihat oleh Carl yang menoleh.


"Papa," ucapnya yang membuat Carel langsung tersenyum, ternyata Carl mengingat nya sebagai sosok papa.


Carel melambaikan tangannya tersenyum, ia hanya ingin menemui Carl di sekolah nya seperti apa. Karena Carl tidak melihat temannya yang sedang bermain di dekatnya, ia terjatuh membuat Carel cepat berlari masuk.


"Carl, are you okay?" Tanya Carel membangunkan Carl.


"Okay papa." Semua temannya menatap Carel yang mengkhawatirkan Carl.


"Maaf anda siapa? Kenapa anda bisa masuk kesini dan menemui anak-anak?" Tanya guru nya yang datang.


"Saya hanya ingin menemui Carl, tidak mungkin dilarang bukan?"


"Tapi maaf, anda harus segera keluar! Karena kami disini tidak tahu jika sebenarnya anda adalah penculik dan mempunyai kelompok."


Carel hanya tertawa kecil mendengar nya, dari mana guru itu melihat Carel seperti penculik.


"Saya orang baik-baik, okay itu mungkin akan anda jawab juga bahwa tidak ada orang mengaku tidak baik. Jadi tanyakan langsung pada Carl, apakah dia mengenal saya atau tidak." Carel menyuruh guru nya agar bertanya langsung pada Carl.


"Carl, apa kamu mengenal orang ini?"


Carl menatap lagi Carel lalu beralih ke guru nya.


"Dia papa nya Carl, miss." Jawab Carl membuat gurunya terkejut, karena selama ini tidak pernah papa nya menjemput Carl.


"Maaf pak, saya tidak tahu jika anda adalah papa nya Carl."

__ADS_1


"Tidak masalah, saya hanya ingin menemani Carl bermain."


...******...


"Carl mana sus? Seperti nya tidak terlihat saat yang lain nya sudah di jemput." Sharaine mencari Carl yang biasanya jalan bersama temannya keluar.


"Saya sudah kedalam buk, tapi Carl tidak ada." Susternya terlihat takut dengan Sharaine.


"Apa kamu bilang sus? Terus Carl kemana? Hilang?" Sharaine mulai mencari tahu sudah mulai menangis mengetahui anaknya hilang.


"Kamu cari ke mana atau toilet mungkin dia kesana sus, dia biasanya mandiri kan? Mungkin aja dia kesana."


"I-iya buk." Suster nya langsung pergi mencari Carl.


Sharaine menelepon Luna di kantor bahwa dirinya akan telat.


"Tante, cari Carl ya? Tadi Carl nya aku lihat bareng sama om-om ganteng." Anak kecil menghampiri Sharaine yang adalah teman Carl.


"Om-om ganteng? Siapa dia apa kamu tahu?" Sharaine semakin takut, karena dirinya tidak ada kenalan laki-laki atau keluarga laki-laki.


"Tadi aku lihat dari jauh dan gak tahu om itu siapa, tapi Carl ikut sama om itu."


"Sha, kenapa lo nangis?" Tanya Carel.


"Rel, Carl hilang." Sharaine terisak memberi tahu Carel jika Carl hilang.


"Sha tenang dulu,"


"Tenang apa maksud lo? Carl hilang dan Lo nyuruh gue tenang aja rel. Lo mungkin papa nya tapi gak ngerti saat merawat Carl dari kecil, beda sama gue yang ngerawat dia dari masih dalam kandungan."


"Sha-


Sharaine merasa percuma menjelaskan pada Carel, karena hanya menenangkan tidak ikut merasa khawatir.


"Buk, saya membawa gurunya, katanya Carl hanya meninggalkan tas nya di kelas."


"Maaf ibu, tapi ibu tenang saja."


"Tenang apa maksud anda miss? Carl hilang dibawa om-om kata temannya tadi, kenapa anda malah sama seperti papa nya Carl."


"Memang benar ibu harus tenang, karena Carl bersama papa nya. Tadi beliau kemari ingin menemui Carl dan mengajaknya bermain, Carl juga memanggil nya papa." Gurunya memberi tahu jika Carel menemui Carl dan mengajak bermain.

__ADS_1


Sharaine langsung berhenti menangis, ia teringat lagi dengan Carel. Sedangkan suster nya hanya diam mencerna setiap obrolan mereka, karena selama ia menjadi suster Carl tidak pernah sekalipun melihat papa nya.


Sharaine langsung berpamitan dan menjauh dari gurunya diikuti suster dari belakang.


Sharaine kembali menelepon Carel.


"Lo bawa Carl kemana? Gue dari tadi cari Carl sampai mau pingsan karena kepikiran Carl dimana, dan lo gak langsung bilang kalau Carl lagi sama lo."


"Gue tadi baru mau bilang kalau Carl sama gue, tapi lo malah marah dan matiin."


"Alasan banget lo, mana Carl?"


"Halo mama, Carl disini main sama papa."


"Iya nak, kamu dimana? Mama mau nyusul kesana."


"Carl sama papa di tempat main, papa aja yang bilang tempat nya karena Carl gak tahu."


"Iya, kasih hp nya sama papa."


"Iya mama, papa disini." Carel menggoda Sharaine karena menyebut dirinya papa.


"Diam lo! Cepat sharelock gue nyusul sama suster kesana."


"Galak amat sih mama kamu Carl, papa dimarahin." Carel malah ngadu sama Carl jika dirinya dimarahi Sharaine.


"Mama gak boleh galak-galak sama papa, orang tua teman Carl gak marah-marah, mereka saling sayang." Ucapnya memberi tahu mama nya, karena yang ia lihat kedua orang tua temannya begitu saling menyayangi.


"Iya mama gak marah-marah lagi sama papa." Terdengar gelak tawa Carel dan Carl di seberang telepon lanjut bermain dan sudah membuat Sharaine tidak akan marah-marah lagi. Sharaine yang mendengar suara canda tawa keduanya tersenyum dan menutup teleponnya untuk segera menyusul mereka.


Tak berapa lama Sharaine turun dari mobil bersama suster, mereka mencari keberadaan Carel dan Carl yang sudah diculik.


Dari kejauhan terlihat raut wajah bahagia Carl bermain bersama papa kandungnya, walaupun belum ada yang tahu jika mereka ada hubungan darah. Mengelap air mata yang tiba-tiba keluar dari pelupuk mata nya, Carl terlihat sangat bahagia bermain dengan Carel. Susternya juga dapat melihat perbedaan itu, semakin mendekati mereka dan bergabung untuk bermain.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2