Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Blue merajuk


__ADS_3

Siang hari mereka sibuk dengan urusan nya sendiri.


"Sky, lo bosan gak?" Tanya Genta memainkan ponselnya di sofa.



Sedangkan istrinya sedang melihat idol kesukaan nya.


"Lo dengar gue 'kan?" Tanya nya lagi. Karena melihat Blue yang tidak menoleh sama sekali, Genta akhirnya keluar dari kamar Blue dan kembali ke kamarnya sendiri.


"Gen, gue mau ke apartemen lo aja, ayo!" Blue berbalik setelah selesai menonton idol nya.


Genta sudah tidak ada ternyata di belakangnya, perasaan Blue tadi suaminya itu ada di belakangnya sedang duduk.


Blue langsung menaruh tablet nya dan keluar untuk menghampiri Genta di kamarnya.


"Gen, ke apartemen lo sekarang yuk, gue mau nginep disana. Dari pada gak ngapa-ngapain." Blue mengetuk pintu kamar Genta.


"Genta," panggil nya lagi.


"Apa sih, Sky? Udah bosen lihat idol kesukaan lo?" Sahutnya dari dalam terdengar kesal.


"Lo yang apaan? Gue cuma lihat idol kesukaan gue aja, kenapa lo yang marah." Blue menendang pintu kamar Genta, saking kesalnya Genta tidak membuka pintu.


Genta mendengar itu langsung membuka pintu kamar nya. Genta hanya menatap Blue dengan datar.


"Jangan lihat gitu napa sih, biasa aja." Blue sedikit takut menatap wajah Genta mengerikan.


"Gue di kamar lo tadi ngajak ngomong, tapi lo malah cengengesan dengan idol lo itu. Sekarang lo ngapain sampai nendang pintu kamar gue?" Tanya Genta sekali lagi.


Blue tanpa menjawab langsung berjalan kembali ke kamarnya. Genta menahan tangan Blue agar berhenti, Genta memegang wajah Blue agar menatapnya.


"Gue minta maaf, gue kesal karena lo gak mau dengerin pas gue ngomong, lo malah asik sendiri." Genta menurunkan ego nya, dia harus tetap minta maaf.


"Gue juga minta maaf, gue gak sadar lo ngomong sama gue. Tadi pas gue bilang bosen dan mau ke apartemen lo, ternyata lo udah gak ada di belakang gue."


"Oke sekarang siap-siap kita ke apartemen sekarang."


"Gue udah siap, gini aja cukup gen."


"Sky, ayolah!" Genta tidak ingin istrinya hanya berpakaian seperti itu.


"Hanya ke apartemen lo, dan itu tidak kemana-mana 'kan? Let's go." Blue menarik tangan Genta.


"Pakai mobil."


"No, gue mau pakai motor." Genta hanya bisa mengalah lagi, walaupun ia kesal. Genta terus berusaha sabar dan mengerti istri yang baru ia nikahi kemarin.



Genta terkejut saat tiba-tiba Blue memegang dada Genta.

__ADS_1


"Lepasin, Sky! Jangan macam-macam ini di jalan." Teriak Genta karena Blue seperti meremas bagian dada nya.


"Gue kan pegangan."


"Oke, nanti kalau sampai di apartemen kita gantian ya?" Ucap Genta, Blue langsung melepas pelukannya pada Genta dan hanya menegaskan bahu nya saja. Genta menahan tawanya di balik helm, ternyata Blue juga takut dengan ancaman seperti itu.


Mereka belanja terlebih dahulu sebelum sampai di apartemen, membeli beberapa barang yang lebih praktis untuk masak dan tidak terlalu ribet.


"Lo jangan cuma ambil makanan ringan gitu gen, bantu gue ambil kentang sama sayuran lainnya."


"Lo juga suka makan beginian, jadi gak salah gue beli ini. Kita juga gak pindah sekarang Sky, lo ngapain udah ngambil daging sama ayam?" Blue seperti mengerti dengan bahan dapur, padahal masak saja tidak enak.


"Lo cari apa yang lo mau, gue keluar sebentar." Genta sudah janjian dengan seseorang.


"Lo mau kemana? Jangan macam-macam ninggalin gue sendiri ya."


"Tenang aja, gue gak akan tinggalin istri gue sendiri." Jawabnya langsung keluar.


"Gue ngerasa ini mimpi, tapi kenapa begitu nyata gue jadi istrinya Genta." Ucapnya sambil berpikir bahwa itu hanya mimpi. Tapi Blue langsung merutuki kebodohan nya, padahal baru kemarin ia menikah dan itu nyata.


"Lo ngapain sih gen?" Tanya Carel.


"Adek lo ajak gue kesini, susah banget di bilangin anak itu. Makanya gue minta tolong lo supaya tukar mobil sama motor yang gue pakek." Genta meminta Carel menukar motornya dengan mobil, karena hari sangat panas jika mereka hanya mengendarai motor bisa saja kulit putih Blue jadi gosong.


"Lo harus sabar aja, tapi kalau dia marah sama lo, gimana? Karena lo tukar mobilnya dengan mobil gue." Carel juga kasihan dengan temannya.


"Lo tenang aja rel, semua sudah gue atur." Genta tentu saja sudah menyiapkan alasan yang akan ia jawab untuk Blue.


Carel tertawa mendengar temannya, karena sebengis apapun Genta akan tetap menyayangi Blue sebagai adik dari teman-teman nya. Apalagi sekarang adalah istrinya sendiri, bisa-bisa jadi suami takut istri.


"Yaudah sana lo masuk, gue balik ya." Genta mengangguk melihat Carel yang suda menggunakan helm.


Genta masuk saat Carel pergi menjauh dari sana, ia terburu-buru mencari Blue. Ia menemukan Blue sedang mencari sayuran, istrinya itu melirik tajam.


"Sudah semua belanjanya?" Tanya Genta, namun Blue hanya memilih sayuran yang menurutnya bagus dan segar.


Waktu nya membayar, Blue tetap diam saja walaupun Genta mengajaknya mengobrol.


"Bayar," ucapnya melirik Genta.


"Hah?" Genta terlihat terkejut, namun langsung mengeluarkan card debit.


"Totalnya satu juta tujuh ratus lima puluh lima ribu rupiah." Genta melihat belanjaan yang ada di trolinya tidak begitu banyak.


"Lo belanja apa sih, Sky?" Blue hanya mengangkat kedua bahunya.


Genta membantu Blue mendorong troli nya sampai ke mobil. Blue belum mengetahui kalau Genta telah menukar nya dengan mobil Genta.


"Lo mau kemana?" Tanya Blue yang tempat parkirnya kenapa berubah.


"Ke parkiran."

__ADS_1


"Disana parkiran mobil, kita tadi disana gen." Blue menunjuk arah tempat motor yang tadi di parkir.


"Sekarang pindah disini." Blue mengikuti Genta dengan wajah bingung nya. Setelah sampai di mobilnya Blue baru menyadari bahwa itu adalah mobil kakaknya, lalu ia menatap Genta.


"Kak Carel disini?" Tanya nya.


"Tadinya, tapi sudah pulang."


"Terus mobilnya?"


"Kita yang pakai, karena Carel ada urusan di sekitar sini dan kebetulan gue bawa motor biar lebih cepat." Genta sudah mengeluarkan kata-kata alasan yang mungkin bisa membuat Blue percaya.


"Kak Carel kalau memang ada urusan tidak akan gini, paling tetap berangkat atau sebelumnya memang pakai motor." Blue menelisik untuk mencari Genta berbohong.


"Sudahlah ayo masuk! Ke apartemen sekarang, sebelum sore kita pulang." Blue langsung masuk, Genta juga ikut masuk dan melajukan mobilnya.



Saat di perjalanan Blue hanya melihat keluar.


"Tutup kacanya, nanti lo kedinginan Sky." Blue tidak memperdulikan dan masih seperti itu.


Sampai di apartemen Blue membuang isi kulkas yang sudah expired, ia mengganti nya dengan yang baru ia beli. Setelah itu mencoba memasak, Genta hanya diam sambil membereskan kursi dan meja. Genta juga berkemas di apartemen nya.


Kali ini lumayan ada rasanya, Blue istirahat setelah itu di kamar Genta.


Genta mengabari kedua temannya yang tidak lain adalah kakak ipar nya.


Ajari gue gimana caranya bujuk adik kalian, dia lagi ngambek sama gue gara-gara motor yang di tukar sama mobil Carel.


Gue gak ikutan.


Isi pesan Arystan tidak mau ikut campur urusan rumah tangga adiknya.


Bangsat, babi. Gue cuma minta saran, bukan nyuruh lo untuk ikutan.


Sabar dong gen, nanti juga tenang sendiri.


Masalahnya gue diluar kamar, terus dia kunci pintu dari dalam.


Tak lama Blue keluar melirik Genta yang menatap nya.


"Gue mau pulang." Ucapnya langsung mengambil tas dan keluar.


Genta kembali mengabari kedua temannya, bahwa Genta dan Blue akan segera pulang.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2