Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Dalam bahaya


__ADS_3

Huhhh huffftt...


Valencia berhenti saat dirinya sudah merasa jauh dari gang. Ia memegang dadanya, karena sakit berlari jauh dan sangat kencang.


"Capek?" Tanya seseorang lagi.


"Capek, huft." Jawabnya. Namun beberapa saat setelah nya Valencia hanya diam.


Orang itu tertawa mendengar ucapan Valencia.


"Gue hanya ingin bertanya, tapi lo malah ngibrit." Ucapnya membuat Valencia takut. Bukan semakin hilang lelahnya yang berhenti berlari, namun seperti sedang lari maraton saat ini.


"Lo dengar gue ngomong, kan?" Tanya nya berada tepat di belakang Valencia.


"Lo mau apa?" Tanya Valencia tanpa menoleh, memberanikan diri untuk bertanya. Apa yang sebenarnya orang itu inginkan.


"Kamyu naenyaaa?" Jawabnya seperti menahan tawanya, mengikuti yang sedang viral.


"Gue gak main-main, apa yang lo inginkan?" Tanya Valencia.


"Lo belum lihat gue, jadi lo gak bakal tahu gue serius atau tidak." Valencia memutar badannya pelan dengan menutup matanya, ia akan melawan orang itu jika mampu.

__ADS_1


"Valen, ngapain lo nutup mata segala? Lo takut sama gue?" Tanya nya membuat Valencia pantang di bilang takut sama orang, walaupun memang sebenarnya takut.


Valencia membuka matanya terkejut, hari ini benar-benar dirinya akan berada dalam bahaya besar.


...******...


"Kamu dari mana sky?" Tanya mami nya dirumah.


"Belajar lah mi, biasa nya sky begitu. Kenapa sekarang tanya segala." Jawabnya tanpa memandang wajah mami nya.


"Sky," panggil mami nya agar Blue menatapnya.


Blue menatap wajah serius mami nya, ia tidak tahu hari ini pura-pura apa lagi.


Blue tertawa garing. "Apa maksud mami? Alasan apa yang biasa sky pakai?"


"Pulang les, pulang sekolah, belajar ini itu. Tapi hari ini ternyata kamu bolos?" Ucap mami nya membuat Blue tidak bisa membantah, memang benar apa yang di katakan itu.


"Bukan alasan, tapi hari ini sky membawa pili periksa, dia sedang sakit." Awalnya memang demikian, tapi tidak pula benar.


"Mami tidak pernah memaksa kamu belajar, ataupun marah jika nilai kamu jelek. Walaupun nilai kamu selalu bagus, tapi mami ingin kamu seperti anak yang lain nya sky." Tidak belajar pun, Blue selalu nangkap pelajaran yang sekali saja ia dengar.

__ADS_1


"Mami ingin kamu sekolah dengan benar, banyak di luar sana yang ingin sekolah dengan baik seperti yang kamu miliki saat ini."


"Iya mi, tadi hanya membawa pili jalan-jalan." Jawabnya lagi dengan wajah memelas.


"Sekarang kamu masuk, bersih-bersih. Jangan menggendong pili jika dia sedang sakit, nanti kamu ketularan sky." Ucapnya mencium kening anaknya lembut.


"Iya mi." Jawabnya tersenyum dengan membalas mencium pipi mami nya.


"Sky mandi dulu ya mi, nanti malam masak yang enak." Blue berlari menuju kamar atas.


"Hati-hati sky, itu tangga bahaya." Mami nya memperingati agar Blue ingat kalau ia sedang menaiki tangga.


"IYA MI..." Teriaknya dari atas.


Mana bisa ia marah terlalu lama pada anak perempuan nya itu. Yang ada ia tidak bisa jika princess di rumahnya itu terlihat sedih. Semua anggota keluarganya pun sama sepertinya, tidak bisa memarahi Blue. Jika marah akan langsung meminta maaf, ketika melihat wajah imut nya Blue. Karena tidak tega.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2