
Jam menunjukkan pukul setengah lima pagi, Genta bangun lebih awal untuk mandi, baru setelah itu ia akan membangunkan Blue. Namun setelah Genta keluar, Blue sudah bangun dan bersiap ke kamar mandi.
Genta menatap Blue yang sedang menunggu nya keluar untuk bergantian masuk. Blue yang melihat itu langsung beranjak untuk mandi, Genta hanya bisa menghela nafas melihat istrinya tidak sama sekali meliriknya, walaupun memang sebelumnya tidak pernah menyapa kalau baru bangun tidur.
Sementara Blue masih dikamar mandi, Genta menyiapkan alat shalat yang akan digunakan. Setelah Blue selesai ia melihat sudah terbentang sajadah yang disiapkan Genta untuk mereka berdua, serta mukenah diatas sajadah nya.
Mereka shalat subuh berjamaah, seperti biasa Blue mencium tangan Genta dan Genta mencium kening Blue. Sudah menjadi rutinitas setiap selesai shalat, namun tidak di peragakan saat akan bepergian, hanya mencium tangan saja yang biasa dilakukan.
Blue setelah shalat memainkan ponselnya sebentar, lalu keluar untuk ke dapur membuat sarapan pagi sebelum berangkat ke kampus.
Genta terbangun karena melihat tidak ada Blue disampingnya, ia bersiap dulu sebelum keluar mencari istrinya dimana.
Genta langsung menuju dapur, ia menemukan Blue sedang membuat salad.
Genta meletakkan dagunya di bahu Blue, Blue terkejut karena tiba-tiba Genta seperti itu, namun Blue biasa saja setelah nya.
"Lagi ngapain?" Tanya Genta yang sudah tahu Blue sedang apa.
"Lagi shopping." Jawab Blue singkat, pertanyaan konyol seperti itu harusnya tidak Genta lontarkan karena sudah melihat langsung dirinya sedang apa.
"Pintar ngelawak juga, lo."
"Lagian lo gak lihat gue ngapain?" Blue menghindar dari Genta dan membawa makanan nya keluar untuk ia hidangkan di meja.
Genta terus melirik Blue yang hanya makan dengan santai menatap makanan nya, lagi-lagi Genta harus menghela nafasnya.
Setelah selesai sarapan Blue membawanya ke dapur, dan akan ia cuci nanti setelah pulang dari kampus. Blue menuju kamarnya untuk mengganti pakaian dan segera berangkat ke kampus.
Genta tidak mengomentari penampilan Blue yang memakai rok pendek ke kampus, ia hanya ingin istrinya bicara cerewet lagi.
"Gue berangkat sendiri, lo pakai mobil dan gue pakai motor."
"Gue gak izinin lo naik motor ke kampus dengan pakaian seperti ini, rok pendek juga bahaya Sky. Gue antar aja ya?" Namun Blue tidak menggubris perkataan Genta, ia hanya langsung mengambil kunci motor dan membuka pintu untuk keluar.
"Sky, lo dengar 'kan? Gue tidak mengizinkan lo pakai motor." Genta mengejarnya sampai ke parkiran motor nya.
"Gue gak butuh izin dari lo, sekarang gue mau berangkat lagian gue pakai celana pendek lo tenang aja." Blue sudah memasang helm nya dan melajukan motornya cepat.
"Anjing, gue suami lo. Tapi dengan seenaknya lo tidak mendengarkan apa yang gue bilang." Genta dengan cepat masuk ke dalam mobil dan mengejar motor Blue.
Genta melihat Blue yang melajukan motornya cepat, ingin sekali membuang motornya itu agar Blue tidak lagi mengendarai motor sendiri.
__ADS_1
"Lo seperti itu bahaya Sky, lo belum sembuh tapi sudah seperti ini."
Blue sudah sampai di kampus, Genta juga melihatnya dari luar. Tapi Blue belum membuka helm nya, dan seperti berpegangan pada motornya sedikit menunduk. Genta keluar dari mobilnya cepat dan menghampiri Blue, namun saat Blue akan turun dan Genta belum sampai ada seorang laki-laki yang membantu Blue.
"Lepasin tangan lo dari istri gue, akan gue patahkan jika sekali lagi lo menyentuhnya." Laki-laki itu terkejut saat Genta mengatakan suaminya.
"Jangan mengada-ada, mana mungkin baru masuk kuliah sudah punya suami." Dengan cepat Genta menunjukkan jari tangan Blue dan tangannya, cincin pernikahan nya ia tunjukkan pada orang itu.
"Sky, kita pulang aja ya. Gue bilang tadi juga apa, jangan pakai motor sendiri, bahaya."
"Banyak bacot lo, gen. Bilangin sama kak Carel jemput gue suruh naik ojol aja buat boncengin gue, gue cuma ikut satu mata kuliah." Blue jalan dengan pelan masuk ke dalam kampus.
"Lo yakin bisa? Gue antar pulang aja, Sky." Blue semakin masuk dan tidak terlihat lagi membuat Genta ingin berkata kasar.
"Ini semua gara-gara Arystan, gue lagi yang kena." Genta langsung berbalik menuju mobilnya, sedangkan laki-laki tadi masih terkejut karena Blue sudah menikah.
Genta menghubungi Carel agar menjemput adiknya ke kampus, tentu saja Carel ada waktu karena hanya kerja santai di kantor cabang. Genta langsung pergi setelah menghubungi Carel.
...******...
Carel dan Blue sudah ada di apartemen, mereka sejak tadi disana.
"Kamu sama Genta bertengkar?" Tanya Carel yang sudah tahu ceritanya seperti apa dari Arystan, namun ia juga ingin mendengar versi Blue.
"Tapi menurut kakak, kamu salah sih. Kamu sampai mengatai Genta banci, mana mungkin seperti itu. Kakak sudah mengenal Genta lama, tapi mantannya juga cewek."
"Bisa aja untuk pengalihan isu, dan kakak gak tahu."
"Orang seperti itu justru akan cepat terlihat, tapi Genta bukannya terlihat keren? Penampilan nya sangat cowok banget." Carel sengaja karena Arystan sudah tidak bisa membujuk adiknya, ia terus saja membuat Blue merasa bersalah.
"Sky gak tahu,"
"Apa selama ini dia tidak mau sama kamu? Atau tidak ingin memiliki anak?" Tanya nya, Blue masih nampak berpikir, karena malah Genta yang ingin memiliki anak.
"Nah, sudah jelas Genta tidak banci. Semua ucapan kamu itu salah Sky."
Sekitar pukul setengah dua, Genta pulang ke apartemen. Blue dan Carel melihat nya, namun Genta mengabaikan mereka berdua dan masuk ke dalam kamarnya.
Blue berpikir kenapa Genta tidak seperti biasanya yang selalu menyapa padanya dan Carel, tapi sekarang malah melewati nya.
"Kak, Sky ke kamar dulu ya." Carel mengangguk, ia tersenyum karena Blue akan masuk perangkap nya dan Genta.
Blue masuk ke dalam kamarnya, melihat Genta yang hanya melepas pakaian yang tadi ke kantor dan tidur di ranjangnya.
"Lo mau makan apa, gen?"
__ADS_1
"Gue udah makan di kantor, jadi lo gak perlu masak." Genta membuka matanya melihat Blue yang sedang berdiri menatap nya.
"Oh oke, baguslah kalau gitu." Blue langsung keluar dan kembali ke sofa bersama kakaknya.
"Gitu doang? Gak ditanya lagi atau paksa gitu mau makan apa, malah cuma respon santai." Genta bangun dan keluar dari kamarnya menuju dapur.
"Gue pamit pulang ya, Genta juga ada disini."
"Lo mau kemana rel, kita juga jarang nongkrong selama gue nikah." Genta keluar membawa botol minum.
"Kalau mau nongkrong ya berangkat, jangan jadikan alasan menikah sama gue gak bisa nongkrong. Gue gak ada larang lo untuk pergi."
Carel menatap Genta dan menertawai nya, ia sambil berucap tanpa suara.
"Mampus"
Genta melirik tajam Carel dan seperti ingin menyembelih temannya itu memperagakan dengan tangannya ke leher.
"Memang gak salah aku bilang, semuanya BANCI." Ucapnya lirih, namun masih bisa di dengar oleh Carel disampingnya.
"Apa yang kamu katakan, Sky. Mau kakak adukan sama mami dan papi? Ucapan kamu itu terlalu, kamu sering sakit juga karena jarang berlatih sekarang, jika mami dan papi tahu apa reaksi mereka saat kakak bilang kamu dilatih oleh Valencia? Akan kakak adukan juga kalau kamu sedang bertengkar dengan Genta."
Carel langsung beranjak dan keluar dari apartemen Genta, Blue mengejar nya sampai keluar. Genta ikut terkejut karena Carel terlihat marah. Namun saat pesan masuk ia baru tahu, dan cepat menghapus nya.
Pesan dari Carel.
Lo tenang aja, gue cuma pura-pura. Mana mungkin gue marah sama adek gue, lo juga harus pura-pura jangan berkata apapun sama Sky.
Genta menuju sofa dan tiduran disana.
Blue masuk dengan berjalan lunglai, karena kakaknya marah. Ia duduk di sofa tempat Genta membaringkan tubuhnya.
"Gue ngerasa setelah kita menikah ada banyak masalah, apa sebaiknya kita pisah aja?" Ucap Blue membuat Genta menatap Blue tajam.
"Ngomong apa lo? Sembarangan mulut lo ngomong pisah. Menikah itu bukan main-main, dari awal memang kita tidak perasaan apa-apa, tapi gue hanya ingin menikah sekali seumur hidup gue. Semua bisa dibicarakan dulu baik-baik, jangan asal pisah aja." Genta langsung beranjak dan menuju kamarnya.
Kali ini Blue yang menghela nafas panjang, ia juga tidak mau menikah berkali-kali. Tapi memang dari awal mereka tidak saling suka, butuh waktu lama untuk bisa menerima satu sama lain.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1