
Sesuai dengan yang di harapkan Arystan, Genta kembali menemui Blue. Walaupun Arystan juga takut terjadi apa-apa dengan adiknya, tapi ia juga ingin adiknya itu sembuh.
Setelah makan siang ia mengintai Genta yang datang menunggu Blue di jalan yang biasa di lewati. Arystan juga tetap di dalam mobilnya, ia akan menjaga adiknya jika terjadi apa-apa.
Tak lama yang di tunggu tiba, Blue berjalan menuju tempat rahasia nya. Blue heran kenapa Valencia tidak mengantar dan menjemput nya. Tapi hanya ingin menunggu di tempat latihan.
"Sky," panggil Genta.
"Genta, lo ngapain lagi?"
"Sky, gue mau ngomong sebentar aja sama lo. Ini penting!" Blue berhenti dan menatap Genta.
"Lo mau ngomong apa? Bukannya dari tadi lo ngomong? Apa lagi yang mau lo omongin? Dari kemarin lo mau ngomong, tapi gak selesai-selesai."
"Kali ini dengerin! Gue serius mau tanya."
"Apaan? Cepat gen, gue ada perlu."
"Gue mau tanya, apa pili punya lo?" Tanya Genta sebelum menanyakan yang lain, dia ingin bertanya tentang pili.
"Jelas pili punya gue, kenapa lo tanya gitu?" Jawab Blue tertawa.
"Apa sebelum nya pili memang punya lo?" Tanya nya lagi, ia takut apa yang di sebut sahabat nya benar-benar terjadi dan akan membuat Blue tersakiti dengan pertanyaan yang diajukan.
Blue masih tersenyum. "Pili memang punya gue gen." Namun setelah menjawab itu Blue mengingat kejadian itu terlintas di pikiran nya.
Blue memegang kepalanya, Genta dan Arystan yang di dalam mobil mulai takut.
"Apa lo mengenal Geandra, Sky?" Tanya nya yang semakin membuat Blue memegang kepalanya dan menarik rambutnya.
__ADS_1
"Geandra? Geandra? Arghhhhhhh..." Teriaknya mengingat anak SD yang memanggilnya dengan sebutan "kak Blue"
"Sky, lo gak apa?" Tanya Genta takut.
"Arghhh Geandra..." Blue berlari dan setelah nya lemas dan hampir terjatuh, namun cepat di tangkap oleh Arystan.
"Sky? Hei Sky, bangun Sky!" Arystan menepuk pipi adiknya dengan perasaan takut.
"Arys?"
"Gen, tolong bukain mobil gue, gue mau bawa Sky ke rumah sakit." Genta tanpa mengeluarkan kata-kata langsung berlari membukakan pintu mobil sahabat nya.
"Lo harus ikut gue gen, biar gue jelasin di rumah sakit. Gue udah gak tahu lagi harus merahasiakan trauma yang di derita Sky."
"Trauma?" Arystan mengangguk lalu menutup pintu mobilnya.
"Lo harus ikut, gue nanti mau hubungi Valen juga biar dia gak nungguin kalau Sky gak bisa datang."
"Lo jangan banyak tanya gen, ayo ikuti gue ke rumah sakit." Arystan langsung masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Genta menaiki motornya dan mengikuti nya dari belakang.
...******...
Di rumah sakit Arystan memanggil perawat dan dokter, agar segera menangani adiknya.
"Kalian tunggu diluar, biar dokter periksa keadaan nya di dalam."
"Sky, maafin kakak, Sky." Arystan menyesal karena membicarakan Genta bertanya pada Blue.
"Bagaimana kalau mami sama papi tahu, gue bisa di bunuh gen. Anak kesayangan nya masuk rumah sakit." Tanpa sadar Arystan memberitahu Genta bahwa sky adalah Blue.
__ADS_1
"Maksud lo?" Tanya Genta bingung.
"Astaga, gue keceplosan." Batinnya.
"Maksud lo apa rys? Kalau mami sama papi lo tahu, lo akan di bunuh? Karena anak kesayangan nya masuk rumah sakit?"
"Lo dengarkan gue sampai selesai, jangan potong sebelum gue selesai ngomong. Mengerti?" Genta bingung dan mengangguk saja.
"Sebenarnya Sky adalah Blue. Dia adik gue, bukan pacar gue."
"Apa? Kalian bohong sama gue?"
"Jangan potong omongan gue sebelum selesai." Arystan menatap tajam Genta.
"Sky berbohong karena tidak mau kamu memanggil nya Blue, dia trauma dengan namanya sendiri gen."
"Untuk pili, itu memang sebelumnya bukan punya Sky, tapi punya Geandra, adik lo." Genta terkejut, dan dia hanya bisa menutup mulutnya syok.
"Dia trauma dengan namanya sendiri, karena menyaksikan langsung mobil yang menabrak ke pohon, dan saat itu sebelum nya adik lo, melambaikan tangannya dengan memanggil kak Blue pada Sky. Itu sebabnya sampai sekarang Sky tidak mau ada yang memanggilnya Blue. Sky hanya menerima pili, tapi tidak terima dengan panggilan Blue padanya." Arystan menangis mengingat adiknya masih trauma dengan namanya sendiri.
"Makanya tadi dia langsung teriak saat lo menyebut nama Geandra. Dia selalu ingat dengan yang dia saksikan, gen. Makanya juga dia lebih suka jalan kaki ke sekolah, dari pada di antar dengan kendaraan." Genta syok dan merasa bersalah, karena dirinya yang membuat Blue masuk rumah sakit.
"Jadi, Sky bukan pacar lo? Tapi adik lo?" Arystan mengangguk, ia ingin menghubungi Valencia.
"Gue hubungi Valen dan Carel dulu gen, sebelum mami sama papi." Genta hanya mengangguk saja, ia syok dengan penjelasan dari Arystan tentang Blue.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...