
"Jangan ngebut gen, gue takut."
Blue memeluk Genta, ia menutup kaca helm nya karena angin begitu kuat saat Genta melaju cepat. Genta melihat tangan istrinya, ia menyadari bahwa Blue masih trauma dengan kendaraan yang melaju cepat.
Genta berusaha untuk menenangkan dengan tangannya yang ia elus di tangan Blue, Genta melihat tangan Blue ternyata ada memar.
Saat sudah sampai di depan apartemen, Genta cepat turun membuka helm nya dan langsung melihat tangan Blue, memang benar dan ia tidak salah lihat.
"Tangan lo sampai memar seperti ini, gara-gara stick sialan itu?" Tanya Genta.
"Gue gak tahu gen, soalnya gue megang stick gak kerasa sakit." Genta langsung membawa Blue masuk ke apartemen nya.
"Lo duduk, biar gue ambil kotak P3K."
"Ini gak sakit gen, gue gak apa kali gak akan infeksi juga bukan luka."
"Lo diem aja! Walaupun gak infeksi, tapi tangan lo akan terasa sakit nanti jika dibiarkan." Genta berjalan mengambil kotak P3K untuk mengobati tangan memar Blue.
"Ternyata Genta tadi belanja keperluan dapur juga di supermarket depan." Ada dua kantong plastik terlihat oleh Blue di dalam nya keperluan rumah tangga.
Genta kembali dan membersihkan tangan Blue, ia memberikan plaster di jari istrinya. Setelah nya Genta menaruh kembali ke tempat semula dan menuju kulkas mengambil eskrim yang ia beli.
"Apa ini?" Saat Genta meletakkan di depan Blue.
"Lo sudah tidak bisa membaca? Dan apa tidak pernah memakannya?"
"Bukan gitu, tapi ini buat gue?" Tanya Blue.
"Iya buat lo, tapi gue search dulu di internet. Apa boleh wanita hamil muda makan eskrim." Blue sudah mau membuka tutupnya, namun Genta menahannya.
"Sayang banget, wanita hamil gak boleh makan eskrim." Genta menatap Blue, istrinya itu kecewa karena tidak boleh makan eskrim di hadapannya. Blue mendorong eskrim nya ke hadapan Genta.
Genta tertawa gemas dengan Blue, "gue becanda kali, katanya boleh asal bahan yang digunakan baik untuk ibu hamil. Dan ada satu lagi, jangan berlebihan. So, kita bagi dua." Blue mengangguk tersenyum melihat Genta mulai membuka tutup eskrim.
"Cepat dong gen, lama banget perasaan cuma buka itu doang, anak lo pengen banget ini." Rengek Blue ingin cepat merasakan es krim itu.
"Astaghfirullah, gue baru aja pegang, anak gue atau emaknya yang gak sabaran." Blue tertawa mendengar ucapan Genta, dirinya memang sering menuduh anak dalam kandungan nya, padahal Blue sendiri yang sangat ingin.
"Biar gue aja yang suapin," Genta menyuapi Blue padahal istrinya sudah menolak, namun Genta tetap ingin menyuapi istrinya.
"Kalau mau keluar bilang, gue bukan gak mau izinin, tapi sekarang lo pikirin lagi kondisi nya berbadan dua. Pakai baju begitu, mau dilirik cowok dimana-mana? Gue gak mau diem lagi Sky, lo keterlaluan tadi gak bilang sama gue. Semarah-marahnya lo atau gue sekalipun, kita harus saling izin mau keluar, jangan asal pergi gitu aja." Genta sangat kesal, bukan marah. Genta memberitahu Blue bahwa dirinya tidak suka jika istrinya keluar tanpa sepengetahuan dirinya.
"Gue minta maaf, lo jangan marah gini dong gue takut. Gue cuma gak suka sama mantan lo yang selalu bilang lo gak move on dari dia, terus malah lo makin memperjelas namanya bikin gue sakit hati." Blue memang tampak takut sekarang, padahal biasanya ia melawan dan malah meneteskan air matanya.
"Loh, kenapa nangis sih? Gue gak apa-apain lo cok, eh Sky. Udah jangan sedih gitu dong." Ucapan Genta semakin membuat Blue menangis dengan mengeluarkan suara, padahal tadi ia hanya meneteskan air mata.
__ADS_1
Ponsel Genta berdering dan saat ia lihat adalah ipar nya, Genta terus berusaha untuk menghentikan Blue menangis, yang ada dirinya dikira menyakiti Blue oleh kedua iparnya.
"Cup cup Sky, mau balon? Jangan nangis lagi ya, kakak lo nelpon bangsat gue mau jawab apa kalau dia denger lo nangis? Please stop ya! Istri dari anak-anak gue. Eh ngomong aja pakek salah anjir, maksud gue istri gue yang cantik dan calon ibu dari anak-anak lucu nan menggemaskan, berhenti nangis ya." Genta sebenarnya tidak tahu cara untuk membuat orang tenang, namun ipar yang ia namai binatang terus saja menelpon nya. Bukan hanya ponsel miliknya, tapi ponsel milik Blue juga di telpon oleh kedua kakaknya.
Genta kembali menghubungi setelah tenang dan hanya telpon biasa, tidak dengan video call.
"Cepat ganti gue mau lihat adik gue!" Genta melihat Blue sambil membantu untuk mengelap air matanya.
"Jangan ganggu gue dan istri gue!"
"Bacot anjing, lo jangan macem-macem ya gen."
"Gue macem-macem juga istri gue, apa masalah nya." Namun Genta langsung mengubah ke video call.
"Gue mau lihat wajah adek gue, bukan lo bosan gue lihatnya."
"Gini-gini gue ganteng bangsat, juga teman sekaligus ipar lo."
"Gak peduli." Genta memberikan nya pada Blue, namun tiba-tiba kembali menangis.
"Sky, kamu kenapa princess? Si babi itu apain kamu?"
"Kenapa Sky, tadi kan udah berhenti."
"Gue gak ngapa-ngapain rys, gue aja kaget tiba-tiba begini." Genta bingung dengan perubahan hormon Blue atau berpura-pura.
"Sky sedih." Genta dan kakaknya juga tahu kali ini ditambah-tambahi oleh Blue.
"Kenapa?" Arys dan Carel tetap bertanya pada adiknya.
"Sekarang Sky hamil anak Genta," Blue menangis lagi membuat Genta bingung.
"Dih, malah sedih harusnya lo bahagia kali Sky dapat benih dari suami ganteng lo."
"Diam!"
"Terus apa yang kamu sedihkan? Genta suami kamu, dek."
"Lo nyesel hamil anak gue?" Genta tetap saja bertanya pada istrinya, apa dia menyesali kehamilan nya.
"Sama anaknya gak nyesel, sama bapaknya aja mau ganti yang lain kak, bisa gak?" Genta langsung menutup mulut Blue, sudah sering istrinya itu berbicara untuk dicarikan laki-laki lain untuk menggantikan dirinya.
"Mulut lo bangsat, kita buatnya berdua Sky, rawat juga harus berdua sama gue, bukan ganti bapak lain peak sumpah Sky yang gue kenal sekarang yang jadi istri gue lebih totol dari biasanya."
"Tolol bukan totol."
__ADS_1
"Emang gue plesetin biar lo gak marah, ada aja sekarang yang jadi bahan untuk lo besar-besarkan." Genta langsung menceritakan semuanya pada kedua temannya, bahwa Blue marah gak jelas dan pergi tanpa izin itu karena Genta menyebut nama Arabella dan juga karena Arabella mengatakan bahwa suaminya gak bisa move on.
"Kalian kesini ajak kak Valen, Sky mau makan jajanan yang di beliin kalian."
"Tapi satu orang satu, Sky mau makanan yang banyak." Lanjutnya meminta agar kakaknya datang ke apartemen dengan membawa makanan.
Sumpah cewek selalu plot twist, gue gak ngerti lagi. Tapi itu hanya ada di dalam pikiran laki-laki yang sedang mendengar ucapan Blue.
"Malam Sky, kakak harus antar Valen pulang."
"Gak boleh, nanti malam tidur sama Sky aja, please!!! Kak, boleh dong." Blue terus memohon.
"Terus gue dimana tidurnya?"
"Di sofa. Kak Arys dan kak Carel temani Genta tidur di sofa, ya?"
"Ogah banget, kakak mau tidur di rumah." Valencia mencubit lengan kedua orang di depannya.
"Lo apaan sih, sopan kah begitu? Berani banget lo sama gue." Arystan dengan nada marahnya pada Valencia.
"Kita ke apartemen Genta, gue mau nginep nemenin Sky tidur."
"Lo ngapain mau sih kesini, Len? Bangsat lo anjing gue gak mau tidur di sofa."
"Lo sadar gak sih gen lagi di depan gue dan calon anak gue, bisa-bisa nya ngomong kasar begitu. Gue mau ajarin anak gue lemah lembut, bukan kasar gini nurun dari lo. Jangan bicara sama gue lagi, gue marah." Blue beranjak dari duduknya, namun Genta menahan tangan Blue.
"Anjing babi kontak mesin, lemah lembut pala lu miring kali. Dari mana lemah lembutnya? Kalau emak bapaknya modelan begini." Genta hanya mampu mengucapkan di dalam hati.
"Sky, gue becanda doang sama Valen oke? Maafin ya, gue gak janji tapi akan diusahakan gak gitu lagi."
"Hm lepas!" Genta melepas tangan Blue dan istrinya itu berjalan masuk ke dalam kamarnya.
"Kalian kesini cepat! Gue gak masalah dah tidur di genteng juga gue jabanin. Kalian harus ingat, Sky akan terus melukai dirinya kalau sedang marah, gue takut anak gue juga dalam masalah." Genta memohon untuk iparnya cepat ke apartemen nya.
"Kita segera meluncur." Mereka memutuskan sambungan telponnya.
"Tapi masa iya Sky begitu? Dulu bukan karena marah Sky langsung bercode, tapi karena hal yang membuat dirinya mengingat rasa trauma nya." Genta meninggalkan ponselnya dan berjalan ke arah pintu kamarnya untuk memastikan istrinya baik-baik saja.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1