Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Kaya dan irit


__ADS_3

"Kita ketemuan di cafe, di dekat apartemen lo aja."


"Oke" Carel memutuskan panggilan telepon nya. Arystan hanya menatap adiknya itu, karena tidak mengerti Carel sedang menelpon siapa.


"Ayo berangkat rys." Ucapnya sambil memainkan ponselnya.


"Kakak, panggil gue kakak." Jawab Arystan membuat Carel menatap nya.


"Hm baiklah kak Arys, ayo kita berangkat!"


"Kemana rel? Gue males kalau nongkrong."


"Ini bodyguard buat sky, kita akan menemuinya."


Arystan berpikir sebentar, karena dirinya tidak mungkin memberikan bodyguard yang tidak baik untuk adik kesayangannya.


"Gue gak mau kalau orang nya masih muda, ganteng, dan juga penggoda. Nanti bukannya menjaga Sky, dia malah merayunya."


"Mending cepat ikut gue, kalau lo tetap disini sampai kapanpun gak bakal tahu." Akhirnya Arystan mengikuti Carel keluar dari kamar nya.


"Kalian mau kemana?" Tanya papi Edward.


"Biasa pi nongkrong bentar, gak sampai jam sembilan kita pulang kok pi."


"Awas kalian kalau sampai macam-macam di luar, nanti papi habisi kalian." Papi Edward menatap tajam anaknya.


"Tenang aja pi, aman pokoknya." Menyatukan jari telunjuk dan jempol.


"Sky mau ikut, boleh?" Tanya Blue memohon.

__ADS_1


"Bawa aja lah adik kalian." Ucap mami Fera membuat Blue tersenyum dan beranjak.


Arystan menatap Carel. "Ini tongkrongan laki-laki dewasa, bukan anak remaja. Jadi gak ada cewek nya sama sekali. Bahaya kalau kamu ikut."


Blue memanyunkan bibirnya. "Kamu di rumah aja sama mami dan papi, kita makan aja di sini." Blue mengangguk setuju dan kembali duduk.


Arystan dan Carel langsung berangkat, takut nya adik dan orang tua nya berubah pikiran lagi, yang ada mereka tidak di perbolehkan keluar oleh mereka.


Arystan menggunakan mobil nya kali ini, karena malam hari angin sudah akan mulai turun hujan. Mereka akan jaga-jaga jika hujan tidak perlu berteduh lagi, karena sudah terlindungi.


Mereka sampai di cafe dimana Carel sudah janjian dengan seseorang untuk dijadikan sebagai bodyguard Blue.


"Dimana rel?" Tanya Arystan melihat ke kanan ke kiri mencari laki-laki berotot untuk Blue, tapi tidak ada.


"Itu disana." Arystan menaikkan satu alisnya, ia hanya bingung yang di tunjuk Carel seorang wanita dengan rambut sama seperti Blue, hanya saja lebih panjang sedikit di bawah bahu. Arystan ikut Carel di belakang nya.


"Valen," panggil Carel pada Valencia.


Valencia menoleh, ia melihat Carel dan Arystan.


"Lo mau Valen yang jaga Sky, rel?" Tanya Arystan.


"Lah, emang kenapa? Valen juga bisa menjaga Sky. Dia juga yang mengajari Sky beladiri."


"Hah? Sky belajar beladiri dengan Valen? Sejak kapan?" Tanya Arystan terkejut.


"Lo gak perlu tahu semuanya rys, yang jelas gue tahu Sky sering terlambat pulang sekolah latihan dengan Valen di tempat rahasia Sky."


"Tempat rahasia?"

__ADS_1


"Lo mending duduk aja rys, dari tadi nanya mulu." Carel menarik Arystan untuk duduk. Valencia merasa takut menatap anak dari guru beladiri nya yang tidak kalah jago dari orang tuanya itu.


"Valen, lo mau kan jagain Sky?" Tanya Carel. Arystan hanya menatap tajam Valencia, ia tidak suka jika adiknya di jaga wanita. Arystan tidak yakin Valencia bisa menjaga Blue, apalagi Genta juga kuat.


"Valen, lo dengar gue ngomong kan?"


"Iya, gue dengar."


"Gue gak yakin dia bisa jaga Sky, rel. Lo lihat sendiri dia aja seperti itu." Arystan meremehkan kinerja Valencia.


Valencia menatap tajam Arystan. "Apa maksud lo? Seperti apa yang lo maksud?"


"Bisa nyolot juga lo, gue kira cuma bisa diam aja. Makanya gue gak yakin kalau lo bisa jaga adik gue."


"Sky juga gue anggap sebagai adik gue, gue akan menjaganya semampu gue."


"Gue mau lihat nanti, seberapa kuat lo jaga Sky." Arystan terus meragukan kemampuan Valencia yang ia yakini tidak mampu menjaga adiknya.


"Gue mau pulang rel, lo yang ngajak kesini jadi lo yang bayarkan minuman gue." Ucapnya lalu pergi, Valencia tidak suka di rendahkan.


"Enak aja lo, bayar sendiri dong." Ucap Arystan ingin mengejar Valencia, namun di tahan Carel.


"Rys, cuma minuman doang. Jangankan minuman ini, cafe nya juga mampu lo beli, dasar pelit."


"Bukan pelit, tapi irit." Ucapnya juga beranjak dan keluar dari cafe, Carel cepat mengikuti menyimpan uang di bawah gelas nya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2