Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Wanita ular kepala dua


__ADS_3

Wanita yang dari awal memang mengejar harta, tanpa mau dengan keluarga pasangannya. Ia akan tetap seperti itu sampai kapanpun, jika otak nya sudah di penuhi dengan kejahatan.


Aletta sangat membenci Genta, ia selalu mengasut suaminya menjelekan Genta dan mengatakan bahwa Genta membencinya. Namun papa Angga hanya tersenyum dan meyakinkan Aletta, kalau Genta itu anak yang baik tidak mungkin membenci dirinya.


"Papa itu harus percaya sama mama, kalau Genta gak pernah datang kesini karena benci dengan mama." Ucapnya sambil mengoleskan selai di roti.


"Sudah lah ma, sarapan saja. Ayesha juga akan berangkat ke sekolah, jadi jangan membicarakan hal yang tidak masuk akal." Jawab papa Angga membuat Aletta langsung diam dan memberikan rotinya pada anaknya. Akan Aletta buktikan bahwa Genta memang membencinya, namun ia butuh waktu karena Genta tidak pernah kerumahnya.


"Kak Genta baik kok sama Ay, kalau ketemu langsung senyum dan nanyain kabar." Ucap Ayesha sambil memakan rotinya.


Papa Angga tersenyum mendengar anaknya berkata bahwa Genta orang yang baik, lalu menatap istrinya yang terlihat malas mendengar Genta disebut baik.


Setelah selesai sarapan papa Angga mengantar Ayesha ke sekolah nya, anaknya tidak mungkin berbohong berkata Genta orang yang baik.


"Kita berangkat dulu ma." Papa Angga pamit pada istrinya.


"Iya, hati-hati."

__ADS_1


Setelah pamit dengan istrinya, papa Angga dan Ayesha berangkat ke sekolah. Lalu papa Angga langsung ke kantor.


"Apa yang dilihat dari Genta? Aku ibu sambungnya, tapi masih di panggil tante. Dia pikir aku mau jadi ibunya?" Ucapnya sambil mengepal tangannya, ia langsung masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil ponselnya. Aletta ingin menghubungi seseorang untuk ia suruh.


"Halo," sahutnya di seberang telepon.


"Halo bel."


"Ada apa, tante?" Jawab Arabella.


"Tante nyuruh aku terus, tante gak bakal tahu kalau Genta selalu ngusir aku dari kliniknya." Arabella selalu di usir dari klinik Genta, karena alasan yang dibuat selalu membuat Genta malas meladeni Arabella. Apalagi sampai membawa anjingnya ke klinik, Genta tidak mau melayani jika yang di bawa adalah anjing. Jika hewan lain yang tidak najis, ia akan memeriksa nya. Tapi jika hewan yang harus membuat Genta mandi besar untuk mensucikan diri nya, Genta tidak akan menerima.


"Gitu aja gak bisa kamu bel, pepet terus dong jangan sampai dia punya pacar baru." Entah apa yang sudah direncanakan mama tiri Genta itu.


"Akan aku usahakan tante, tapi jangan lupa bayaran nya."


"Kerja aja gak bener, malah duit terus yang di ingat. Nanti kalau kamu sudah berhasil dekat dengan Genta, bayaran nya akan tante tambah."

__ADS_1


"Baiklah." Karena jika sudah uang yang di janjikan, Arabella akan kembali berusaha untuk mendekati Genta. Walaupun mungkin itu akan sia-sia.


"Yasudah, tante mau perawatan."


"Iya." Mereka memutuskan sambungan telepon nya.


"Punya ponakan gak bener, duit aja yang dia mau." Ucapan yang seharusnya juga di tujukan untuk dirinya sendiri.


"Mending sekarang aku berangkat perawatan, setelah itu shopping." Aletta langsung menuju kamarnya untuk bersiap dan mengambil tasnya, lalu berangkat perawatan dan belanja semaunya. Aletta hanya mencintai hartanya, jika papa Angga tidak memiliki semua itu, dapat di pastikan ia akan meninggalkan nya. Karena dari awal yang di harapkan hanya kekayaan.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2