
Kembali seperti sebelumnya, Valencia bekerja di kantor hanya setengah hari. Arystan mengizinkan saja, karena ia sudah tahu kalau Valencia akan mengajari adiknya beladiri. Arystan berpikir bahwa dirinya dan Carel ataupun orang tuanya tidak mungkin selalu ada di samping Blue, jadi membiarkan saja berlatih. Untuk Valencia yang di bolehkan sebelum Arystan tahu bahwa mengajari adiknya beladiri, Arystan masih membutuhkan kinerja dari Valencia. Karena juga tidak selalu setengah hari, jika Arystan menyuruh kembali ke kantor, Valencia akan langsung berangkat.
"Sky," panggil seseorang saat Blue akan ke tempat latihan nya.
Blue berhenti tanpa menoleh, karena sudah tahu suara siapa yang memanggil nya.
"Sky, gue mau bicara sama lo. Kenapa lo selalu menghindar?" Tanya nya mendekati Blue.
"Jangan mendekat! Kita sudah gak ada hubungan lagi, dan jangan pernah temui gue lagi." Jawab Blue. Setelah itu Blue berjalan lagi.
"Dan satu, kenapa sekarang baru sadar kalau gue ada? Dulu kemana?" Lanjutnya tersenyum miring.
"Gue gak akan biarin lo ninggalin gue Sky, gue mau lo kembali sama gue." Ucapnya mengejar Blue. Namun sebelum memegang tangan Blue, Aaron sudah terjatuh.
Kali ini Blue baru menoleh, melihat Aaron yang sudah terjatuh.
"Lo kenapa duduk disitu, Aaron?" Tanyanya.
__ADS_1
Blue mendekati Aaron, "sini gue bantu." Blue mengulurkan tangannya. Aaron tersenyum, namun saat tangan Aaron sampai di tangannya, Blue menariknya dan pura-pura mengusap rambutnya.
"Maaf, rambut gue tadi ada daunnya. Jadi lo bangun sendiri ya." Blue kembali meninggalkan Aaron yang sedang terduduk karena tendangannya.
"Sky.... Awas lo ya!" Aaron mengepal tangannya, namun tidak mengejar Blue.
Ada yang melihat Blue dan Aaron dari kejauhan tersenyum, awalnya khawatir saat Aaron mendekati Blue. Namun kekhawatiran itu hilang saat Blue menendangnya. Yang jadi pertanyaan di dalam dirinya sekarang, kenapa Blue bisa menendang orang di belakangnya tanpa melihat. Tidak mungkin jika tidak pernah berlatih beladiri, sesuai dengan yang di katakan hanya anak remaja yang lemah.
Karena penasaran dengan Blue akan kemana, tidak mungkin pulang kerumah nya dengan arah yang sedikit memasuki gang kecil dengan kepala celingukan.
Blue sampai di tempat latihan, Valencia sudah menunggu dirinya disana.
"Maaf kak, ada gangguan sedikit."
"Gangguan apa? Apa teman kamu ada yang ganggu?" Tanya nya karena Valencia khawatir.
"Bukan kak, tapi aman kok." Jawabnya tersenyum.
__ADS_1
"Kalau ada apa-apa bilang sama aku, air sungai yang tenang belum tentu tidak ada bahaya di dalamnya. Jadi, kamu harus waspada sky, bisa aja yang kamu sebut aman akan membahayakan pada akhirnya." Valencia mengingatkan Blue, karena bisa jadi yang kita sangka aman, malah itu yang membahayakan.
Kreeykkk....
Blue dan Valencia menoleh ke arah bunyi itu, seperti suara botol plastik bekas yang di injak oleh seseorang.
"Siapa itu?" Teriak Valencia.
"Sky, kamu gak hati-hati." Valencia menghampiri arah suara itu dengan pistol di tangannya, diikuti oleh Blue di belakangnya.
"Apa Aaron ngikutin aku? Tapi aku yakin tadi Aaron berbalik jalan ke lain arah," batin Blue.
Valencia berjalan pelan, ia yakin orang itu tidak akan pergi dari sana. Karena Valencia tidak mendengar suara langkah kaki, apalagi berlari. Akan habis kalau sampai orang itu tertangkap. Valencia tersenyum sambil memegang pistol itu di tangan nya, kini mereka seperti polisi yang akan menyergap pelaku kejahatan.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...