
Valencia sedang bersiap di apartemen nya, ia diajak jalan oleh Arystan dan sebentar lagi akan di jemput.
"Arys kapan sih lamar gue? Gue ngerasa di gantung kalau gini, berasa jalan sama atasan aja karena gak ada kepastian di pacarin." Memang mereka hanya dekat namun lebih dari sekedar atasan dan bawahan, tapi tidak ada ikatan pacaran juga. Jangankan Valencia yang bingung dengan hubungannya, yang baca juga pasti lebih bingung.
Arystan menghubungi Valencia jika dirinya sudah ada di depan, ia tidak pernah masuk ke dalam apartemen nya karena tidak ada siapapun.
Arystan menunggu Valencia di luar mobil nya, mereka saling menatap satu sama lain karena penampilan mereka yang lebih berbeda dari biasa saat kerja. Membukakan pintu mobil yang membuat Valencia masih menatap Arystan sebelum dirinya masuk.
"Masuk aja, gue belajar jadi baik ini." Valencia kira akan dipuji dan baru saja ingin memuji jika Arystan romantis, namun sudah di patahkan dengan ucapannya.
"Kita mau jalan kemana?" Tanya Valencia untuk memecahkan keheningan.
"Mau bunuh lo, bosen gue lihat lo terus." Valencia mengepal tangannya ingin sekali saat sedang menyetir itu ia berikan bogeman, namun sayang nyali nya ciut karena memikirkan nyawanya yang harus tetap selamat.
Mereka sampai di depan restoran, terang namun sangat kosong dari depan. Valencia melihat sekeliling juga parkiran sangat sepi, ah mungkin di dalam ramai itu hanya luarnya saja biasanya terlihat sepi.
Berjalan masuk tanpa berdampingan karena Valencia melihat-lihat belum pernah ia kunjungi tempat ini, ia berjalan di belakang Arystan.
Sampai ada karyawan restoran menyambut Arystan dan Valencia untuk di antar ke tempat yang di pesan.
"Sampai kapan lo lihat sekeliling?" Tanya Arystan membuat Valencia langsung duduk saat pelayan restoran menarik kursi untuk nya.
"Kok kelihatan nya sangat sepi, rys? Cuma kita berdua disini."
"Lo gak lihat sekeliling kita juga ada beberapa orang, lo kira mereka apaan."
"Maksud gue orang makan, bukan pelayan restoran." Arystan ini makin-makin saja membuat Valencia darah tinggi.
Setelah semua disiapkan dan di hidangkan para pelayan pergi, tinggallah seorang yang memainkan biola untuk mengiringi mereka makan.
"Baru kali ini gue mau makan aja diiringi sama biola yang khusus buat gue."
"Kampungan banget, bukannya udah biasa di gereja."
"Di gereja itu ibadah bukan makan, heran gue sama lo yang sok tahu." Valencia baru akan memotong Beefsteak di hadapannya, namun sudah di angkat oleh Arystan di ganti dengan yang sudah di potong oleh nya.
Valencia tersenyum sambil berterima kasih.
"Gue potongin biar lebih gampang, soalnya kalau lo yang potong takutnya pisau nya yang patah." Lagi dan lagi, bukan daging di hadapannya yang ingin Valencia makan namun Arystan.
"Sudah makan saja, jangan lihat gue terus gue tahu kalau gue ganteng."
Setelah mereka selesai makan, belum selesai sebenarnya karena makanan nya tidak sampai habis beda lagi kalo othor yang makan.
"Taik lah, gue gimana cara ngomongnya ini? Gue deg-degan gini sih mau ngajak Valen nikah." Batin Arystan sambil melirik Valencia.
"Sebelum pulang kita ke taman dulu boleh gak?"
"Boleh."
"Kalau habis dari taman belanja buat kebutuhan di apartemen, boleh gak?" Valencia mencoba sekali lagi.
"Boleh."
"Boleh coba satu lagi nih," ucapnya Valencia tertawa.
"Kalau jadi pacar lo, boleh?"
"Mimpi." Jawab Arystan.
"Gue kira boleh, soalnya tadi boleh terus jawaban lo. Langsung ke taman aja yuk, gue pengen jalan gitu bentar."
Arystan sebenarnya tersenyum mendengar pertanyaan Valencia yang terakhir.
__ADS_1
"Valen," panggil Arystan saat Valencia bersiap dengan tas dan ponsel yang sudah siap meninggalkan restoran.
"Kenapa? Lo gak mau ke taman? Yaudah langsung pulang aja."
Beberapa pelayan menghampiri mereka dengan membawa satu kotak kecil diatas nampan dan juga kertas di tangan mereka.
Arystan mengambil kotak itu dan membuka nya membuat Valencia bingung namun sedikit percaya diri jika dirinya sekarang sedang di lamar.
"Look at them." Valencia melihat pelayan tadi menunjukkan kertas yang mereka bawa, ternyata satuan kata yang bertuliskan WILL YOU MARRY ME?
"Kenapa mereka?" Tanya Valencia yang sekarang menjadi bingung, untuk siapa pernyataan itu.
"Lo bisa baca 'kan? Atau gak ngerti bahasa inggris? Kalau gak bisa gue bantu terjemahin."
"Gue bisa baca, kalau gak bisa mana di terima gue jadi sekretaris di kantor lo."
"Terus kenapa nanya lagi?"
"Ya lo mikir juga dong, ini buat siapa dari siapa? Perasaan gak ada orang lagi selain kita, terus kalau ada juga kenapa harus dengan bantuan mereka, sangat tidak gentle jadi cowok heran gue. Kalau mau nyatain itu langsung ungkapin depan wanita nya, malah gini kayak ngajak main." Valencia mengomel orang yang akan menyatakan itu tidak gentle, ia tidak tahu jika orang itu sangat gemetar sekarang karena tidak pernah mempunyai pasangan sebelumnya.
"Iya, gue orang yang tidak gentle. Gue terlalu cupu untuk ungkapin ini sama lo langsung, karena gue belum pernah sebelum nya pacaran apalagi melamar."
"Jadi ini-
"Valencia, gue disini di depan beberapa orang yang lo bilang sangat tidak gentle ini ingin mengatakan Will you marry me? Gue memang tidak romantis, tapi gue harap lo tidak menolak." Arystan menekuk satu lutut nya dan membuka tempat cincin itu di hadapan Valencia.
"Terima, terima." Ucap Carel yang baru muncul sendiri sambil bertepuk tangan di ikuti oleh pelayan restoran.
Valencia tersenyum dan mengangguk, ini yang di inginkan dirinya. Arystan ingin memeluk nya namun Carel cepat berdehem.
"Maaf hanya ada Carel disini, Sky sama Genta tidak bisa karena mereka masih lemah, tapi mereka menunggu di rumah dengan papi dan mami."
"Tidak masalah, gue juga udah senang."
"Kita mau ke taman dulu atau langsung ke rumah, soalnya mami ada mau ngomong sesuatu sama lo."
"Mau ngomong apa? Gue jadi takut mau ikut."
"Tapi ada beberapa hal yang mau di tanyain sama mami, lo jawab sejujurnya aja apa yang mami tanya nanti. Tenang aja kita semua temani lo gak hanya berdua sama mami." Valencia mengangguk saja walaupun akan di tanya yang belum tahu apa sama calon mertua.
"Iya kak, seyuyur-yuyur nya."
"Yuyur mulut lo." Arystan mengajak Valencia pergi dari situ, sementara Carel mrmakan masakan yang sudah ia pesan juga karena merasa lapar. Arystan menghubungi nya agar cepat menyusul pulang.
"Yaelah gue makan cepat kali, palingan mereka juga pacaran di jalan. Musik lagi dong biar gue ngerasa kayak ngedate walaupun sendiri." Carel makan cepat hanya beberapa menit dan pulang karena Arystan sudah membayar lebih dari pendapatan satu malam di restoran itu, Carel yang tidak mau mengeluarkan uang juga harus merasakan makanan nya.
...******...
Semua sudah berkumpul di ruang tamu, mereka mengobrol dan mengucapkan selamat atas Arystan dan Valencia. Blue duduk di dekat Valencia, untuk menemani nya saat mami nya bertanya agar tidak gugup.
"Ini mungkin agak sensitif, kamu tahu kami memang bule, tapi kamu sekeluarga memeluk agama Islam." Mereka tahu arah tujuan mami Fera.
"Saya tahu buk, saya juga bersedia untuk memeluk agama Islam."
"Kamu sebenarnya tidak perlu melakukan nya jika itu hanya paksaan dari orang, semua harus dengan kemauan kita sendiri."
"Saya mengerti itu buk, saya juga sudah lama mempelajari nya dan ini benar-benar tidak ada yang memaksa."
"Saya juga akan membantu kamu, setelah ijazah Islam nya keluar maka kalian boleh melangsungkan pernikahan. Tapi jika belum sah mami tidak akan setuju."
Arystan dan Valencia mengangguk setuju, Blue juga akan membantu nya bersama yang lain.
"Lalu, sejak kapan?" Tanya mami Fera.
__ADS_1
"Maksud mami apa? Dan ditujukan pada siapa pertanyaan nya?" Carel sekarang yang jadi penengah di keluarga nya, karena dia sendiri tanpa pasangan. Tidak ada hubungannya namun memang begitu adanya.
"Valencia dan Sky."
"Apa maksud mami? Sky gak ngerti."
"Sejak kapan kamu berbohong ikut les, padahal nilai kamu sudah bagus tanpa mengikuti les apapun."
"Mami, Sky ikut les-
"Jangan berbohong Sky!"
"Iya, Sky waktu sekolah memang tidak pernah ikut les apapun, Sky hanya pergi bermain."
"Bermain?" Tanya papi yang juga sudah mengetahui.
"Hm kalau dirumah terus bosan Pi, jadi sepulang sekolah Sky main."
"Main di gudang kosong maksudnya?" Tanya mami lagi.
"Mami tahu-
"Dari kamu masuk kelas tiga SMA, padahal kebohongan itu sudah lama dari saat kamu SMP." Blue menunduk sambil menggigit bibir bawahnya.
"Lihat mami, jangan menunduk seperti itu. Bukannya pelatih juga mengajarkan seperti itu? Betul Valen?"
"Ah buk, saya-
"Kamu juga mau mengelak? Ternyata kamu keluar dari saya untuk berkerja itu adalah melatih anak saya?"
"Saya minta maaf."
"Mi sudahlah, kenapa jadi menyalahkan orang begini."
"Sekarang kamu tidak terima? Karena mami menuduh Valen yang mengajarkan adik kamu beladiri?"
"Itu Sky yang memaksa kak Valen supaya mengajarkan Sky, karena tidak mau bergantung pada kak Arys sama kak Carel dan merepotkan mereka. Sky hanya ingin mandiri tidak selalu di bawah perlindungan kalian."
Arystan dan Carel melihat Blue tidak menyangka jika adiknya ingin menjaga dirinya sendiri tanpa bantuan mereka berdua.
"Kita tidak merasa seperti itu, Sky. Kamu tetap adik kesayangan kita yang memang harus di lindungi dan dimanja."
"Maka dari itu, Sky tidak punya teman dan bergaul, karena merasa sudah cukup memiliki kalian."
"Berarti kalian berdua juga tahu? Atau genta juga sudah mengetahui nya, tapi tidak pernah memberitahu mami dan papi?" Mami Fera menatap ketiga orang itu bergantian.
"Genta tahu Sky latihan Saat itu Genta mengikuti Sky masuk ke gang kecil yang disana ada gudang yang kosong."
"Lo tahu? Gue selalu bilang kalau Sky harus hati-hati, jangan sampai ada orang yang tahu tempat itu."
"Tapi gue tahu saat dia melawan kelompok anak sekolahan laki-laki, saat itu gue mengikuti nya dari belakang. Sialnya keinjek botol plastik jadi gue manjat pohon saat Sky membawa senapan nya untuk melihat siapa yang ada di sekitar sana."
"Lumayan juga jejak kaki yang tidak terdengar, kakak juga bilang apa Sky pasti setara atau lebih dari kakak kamu. Buktinya kita disana tidak merasa saat Genta mengintai sampai ada botol."
Mereka sudah tahu jika Blue dan Valencia sering berlatih di tempat kosong, jadi selama ini Blue berbohong hanya untuk dirinya sendiri padahal semua nya sudah tahu.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...
__ADS_1