
Pagi harinya, Blue turun dengan ceria seperti biasanya. Ia akan berlari dan mencium satu-satu anggota keluarganya. Blue sudah melupakan kesalahan kakak nya, dengan tersenyum. Sudah terbiasa dengan anak perempuan nya, namun mereka khawatir dengan princess nya itu. Apalagi setiap setelah mengurung dirinya di dalam kamar, dan mengamuk. Di tangan Blue akan ada beberapa yang di plaster, karena disana sudah pasti Blue melukainya.
"Princess, mau makan apa hari ini?" Tanya semuanya.
"Sky mau makan di kantor kak Arys. Boleh?" Mintanya dengan mata yang di kedip-kedipkan.
"Sky, kamu harus sekolah hari ini." Jawab Arystan. Membuat semua orang menatapnya.
Blue mengerucutkan bibirnya. "Eh Sky, boleh ke kantor. Tapi harus selesai sekolah dulu."
"Mau ikut ke kampus aku aja gak?" Carel menawarkan adiknya agar ikut ke kampus saja.
"Carel, adik kamu harus sekolah. Kamu malah ajak dia ke kampus." Papi Edward mengatakan pada Carel, karena Blue harus sekolah.
"Gimana kalau ikut papi, nonton sabung ayam?" Ucap papi Edward pada Blue.
"Papi, tadi anaknya di marahin karena sky harus sekolah. Tapi malah mau di ajak nonton sabung ayam." Omel mami Fera pada suaminya.
"Mending ajak mami aja." Sambungnya tersenyum, membuat ketiga anak dan juga suaminya terperangah. Bisa-bisanya mami nya benar-benar ingin menonton orang sedang sabung ayam.
"Mami ada-ada aja mau ikut segala, papi kan cuma bercanda."
"Boleh ya kak? Papi cuma bercanda."
"Sama aku aja ke kampus ya."
"Kalau kak Arys gak bolehin sky ke kantor, sky tidak mau makan." Ucapnya bersandar ke kursi.
"Boleh." Jawab semua kecuali Arystan. Karena hari ini ada meeting.
"Princess aku yang cantik, hari ini kakak ada meeting dan gak bisa temani kamu di kantor jalan-jalan."
"Sky mau jalan sendiri, tidak mau merepotkan kak Arys."
__ADS_1
"Kamu gak mau ikut kakak aja?" Tanya Carel.
"Besok aku mau ikut kak Carel, tapi hari ini mau ikut ke kantor kak Arys."
"Huffftt, kalau kamu sukanya ikut kakak ke kantor yaudah gak apa."
"Yeay, sayang kak Arys." Ucapnya langsung memeluk Arystan. Arystan tersenyum membalas pelukan adiknya.
"Mau di peluk juga." Carel mendekati mereka, namun tidak di hiraukan.
"Masih mau sama kak Arys aja, besok baru peluk kak Carel."
Carel memanyunkan bibirnya. "Kamu jahat, kalian jahat."
Blue menjulurkan lidahnya pada Carel.
Papi Edward dan mami Fera, hanya menghela nafas. Anaknya hari ini akan bolos sekolah lagi. Namun sebagai bayaran untuk tadi malam yang hanya mengurung diri di kamar.
...******...
"Iya, sky mau ke kantin dulu lihat makanan disana kak."
Arystan tersenyum mengacak rambut adiknya, lalu mengecupnya sebelum meninggalkan adiknya sendiri.
Blue berjalan ke arah kantin, namun di hadang dua wanita.
Blue bingung dengan dua wanita itu, tiba-tiba menghadangnya dengan tatapan tajam.
"Permisi tante, aku mau ke kantin."
"Eh bocah, siapa yang kamu sebut tante?" Tanya nya.
"Memangnya ada lagi selain kalian berdua?" Blue melihat ke samping mereka tidak ada siapapun, begitu juga dengan kedua wanita itu.
__ADS_1
"Berani kamu yah, kamu gak lihat kita cantik begini."
Blue menatap mereka satu-satu dari atas sampai ke bawah. Lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada cantik cantiknya, malah seperti badut." Jawabnya sambil tertawa.
"Berani kamu sama kita, siapa sih dekat sama pak Arystan juga paling jual tubuh." Membuat blue tersenyum, ternyata mereka mengira dirinya simpanan Arystan, kakak nya.
"Aku jual tubuh, jual badan, jual online. Bukan urusan para tante badut ini." Ucapnya tersenyum mengejek dan ingin melewati mereka berdua.
Tangan Blue di pegang oleh salah satu wanita itu, tentu saja Blue melawan dan memelintir tangan wanita itu ke belakang tubuhnya.
"Arghhh, lepasin!" Ucapnya merasa sakit dengan apa yang dilakukan Blue.
"Sakit ya?"
"Lepasin tangan temanku!" Temannya berniat membantu dengan mendorong Blue, namun bukan Blue yang terdorong namun dirinya sendiri.
"Aku aduin pak Arystan kamu ya."
"Uuu takut" ucapnya berpura-pura dengan wajah yang di buat seperti takut dengan ancaman nya.
"Adukan saja, paling kalian juga yang nyesel." Blue melepas tangan wanita itu dengan kasar.
Aww
"Permisi tante badut." Blue berjalan meninggalkan mereka yang masih sama-sama terjatuh, sambil melambaikan tangannya tanda mengejek mereka.
Seseorang menatap datar Blue dari kejauhan, ia seperti tidak suka dengan sikap Blue yang memperlakukan kedua wanita itu dengan kasar.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...