Magenta dan Blue

Magenta dan Blue
Apartemen Genta


__ADS_3

Wisuda Blue dan Carel sudah selesai, mereka mendapat nilai yang bagus dan cumlaude untuk Carel. Namun nilai bagus atau kelulusan yang sudah dinantikan banyak orang, tidak dengan Blue yang menginginkan dirinya tidak lulus saja. Karena setelah lulus dan akan memasuki perguruan tinggi, Blue harus menikah sesuai dengan yang diminta. Asalkan kuliah di dalam negeri, dan ada seseorang yang selalu menjaganya. Apalagi seseorang yang akan menikah dengannya, orang yang tidak ia suka dan menurutnya terlalu dewasa untuk menjadi pasangan anak remaja.


"Genta mana kak?" Tanya Blue mencari Genta di kamar dan di bawah tidak ada Genta dimana pun.


"Baru juga gak ketemu sebentar, udah kangen aja." Ucap Carel menggoda adiknya.


"Kak..."


"Genta pulang, sekarang weekend. Jadi waktu nya dia ke apartemen." Jawab Arystan.


"Sky mau kesana, kasih tahu dimana alamat apartemen Genta." Carel dan Arystan saling pandang.


"Kakak gak izinin kamu kesana, disana apartemen cowok." Arystan tidak izinkan Blue ke apartemen Genta.


"Bahaya Sky, walaupun kita percaya kalau Genta gak bakal ngapa-ngapain kamu, tapi bisa aja apalagi kamu calon istri nya."


"Kalau kalian percaya sama Genta, berarti harus percaya juga sama Sky, karena Sky bisa melawan Genta. Tapi, yang jadi masalahnya, Sky aja gak tahu alamat apartemen Genta, mana bisa Sky kesana." Blue heran dengan kedua kakaknya, alamat Genta saja belum mereka berikan.


"Biar kita antar," ucap Arystan ingin mengantar adiknya.


"Tolonglah, Sky juga punya privasi. Jadi berikan alamat Genta sekarang." Blue memohon pada kakaknya, mereka langsung mengirim nya lewat ponsel, tidak lagi melarang Blue berangkat.


Blue langsung berangkat mengendarai motor besar nya.


"Kenapa lo izinin Sky kesana sendiri? Gue takut aja, karena lo tahu sendiri Genta seperti apa rys."


"Kenapa dengan Genta? Tempramental? Haha, biasa aja lagi rel." Arystan tertawa dan berusaha tenang, walaupun juga khawatir dengan adiknya.


"Mau nikah sih, mereka bersatu juga kemauan gue dan papi, tapi gak terjadi sekarang juga dong," ucapnya mendapat geplokan dari Arystan.


"Mulut dijaga woy, Sky adik kita, yang ada kita sekeluarga yang malu." Carel hanya cengengesan.


Blue sudah sampai di apartemen besar, ia melepas helm dan turun dari motornya melihat lagi alamatnya sudah pas. Ada penjaga yang menghampiri Blue dan bertanya.


"Ada yang bisa saya bantu mbak?" Tanyanya tersenyum pada Blue yang mengenakan masker.


"Saya mau ke apartemen nya Genta, pak." Jawabnya menyebut nama Genta.


"Maksud mbak nya mas Genta yang dokter ganteng itu?" Tanya nya lagi.

__ADS_1


"Memangnya nama Genta disini ada berapa pak?"


"Satu aja mbak, cuma mas Genta tidak pernah menerima tamu perempuan. Tamu aja jarang banget ke apartemen nya, hanya dua orang temannya saja yang sering datang." Jelasnya, bahwa yang datang hanya dua orang saja. Sudah jelas itu Arystan dan Carel.


"Tapi saya ada perlu penting, boleh ya pak."


"Tapi maaf mbak, saya tidak pernah menerima tamu nya mas Genta, jadi dari pada mbak diusir mending pulang aja."


"Sial, apa segitunya Genta menutup diri." Batin Blue.


"Genta tidak akan mengusir saya pak, karena saya tunangan nya." Jawabnya membuat penjaga itu tertawa, lalu setelah itu berhenti dan ingin menghubungi Genta.


Blue menunggu penjaga itu menghubungi Genta, ia terpaksa mengatakan bahwa dirinya tunangan nya.


Penjaga itu sudah selesai, dan berjalan mendekati Blue.


"Bagaimana pak? Apa saya boleh masuk?" Tanya Blue berharap Genta memberi izin.


"Iya mbak, langsung masuk aja. Mas Genta perbolehkan mbaknya masuk."


"Makasih pak." Blue berjalan masuk ke dalam, penjaga itu masih bingung dengan kata "tunangan" padahal Genta tidak pernah membawa pacar ke apartemen nya, tiba-tiba sudah ada tunangan.


"Genta, buka pintunya! Gue tahu lo di dalam dengar 'kan?" Blue memencet bel nya berkali-kali, Genta yang melihat itu dari layar sangat kesal, dan membuka pintunya. Karena sejak tadi Genta berdiri di depan pintu.


Blue langsung nyelonong masuk menabrak Genta, namun terpental sedikit karena tubuh tegap Genta.


"Sorry." Sambil mengusap kepalanya.


"Masuk ke apartemen orang tanpa salam, terus nyelonong aja padahal ada orang disini." Genta bersedekap melihat Blue datar.


"Gue udah minta maaf gen, gue mau-


Blue melirik pili dan Mili kucing kesayangan Geandra dulu sedang mengeong.


"Sayang-sayang aku," ucapnya akan segera memeluk pili dan Mili yang sedang tidur berpelukan. Tapi Genta menahan Blue.


"Pertama lo masuk tanpa salam, kedua ini tempat cowok, ketiga lo main mau ninggalin gue yang lagi ngomong disini. Lo gak masuk sama sekali kriteria istri idaman gue, minim akhlak. Apa sudah terbiasa masuk ke rumah cowok?" Ucapnya menohok langsung membuat Blue menatap tajam ke arah Genta, yang tadi nya menatap penuh kerinduan kucingnya.


"Assalamu'alaikum, itu salam gue. Kedua, lo cowok jadi-jadian, jadi gue biasa aja. Ketiga, gue masih disini dengerin lo ngomong. Untuk kriteria yang lo maksud, lo juga tidak termasuk dalam kriteria suami idaman gue. Suami itu nantinya akan membimbing istrinya agar tidak lagi minim akhlaknya."

__ADS_1


"Wa'alaikum salam." Jawabnya dan langsung mendorong Blue dan menguncinya ke dinding.


"Lo ngapain sih? Pergi!" Blue mendorong Genta, namun tenaga nya tentu lebih kuat Genta.


"Lo bilang gue cowok jadi-jadian, kenapa gue harus pergi? Lagian ini apartemen gue, jadi bebas dong gue ngapain aja?" Hidung Genta sudah hampir menempel dengan hidung Blue, namun terhalang oleh masker.


Blue meloloskan diri dari Genta, lewat dari bawah lengannya berlari menuju kucingnya.


Blue merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, ia menutupi kegugupannya. Genta tersenyum dan berjalan duduk di sofa.


"Lo kalau mau bawa satu aja, pili gak perlu ikut kesini." Blue mengelus keduanya.


"Pili yang ngejar gue, jadi sekalian aja gue bawa. Lo gak lihat mereka sedekat itu, tidur aja pelukan."



"Gue gak mau tahu alasan apapun, nanti dia akan terbiasa ngikut lo dan lupa sama gue." Blue sangat menyayangi pili.


"Iya, cuma jalan-jalan bentar kesini. Nanti gantian Mili dan pili di rumah lo aja."


"Lo ada perlu penting apa? Atau itu hanya alasan lo aja biar ketemu sama gue?" Lanjutnya bertanya pada Blue.


"Jangan asal ngomong lo, gue perlu penting karena mau bawa pili pulang." Blue beranjak dan mengangkat pili, namun Mili langsung memegang kaki Blue.


Genta hanya tertawa, "lo lihat sendiri, mereka gak bisa dipisahkan."


"Terserah gue, lo tahan Mili lah."


"Jangan egois Sky, mereka itu saudara kembar. Atau gue harus tahan lo di apartemen gue?" Genta beranjak mendekati Blue.


"Lo mau ngapain?" Blue menatap Genta tajam.


"Lo balik bareng gue, biarkan mereka main disini sebentar." Genta mendekati Blue, dan berlalu ke dapur. Blue yang melihat itu langsung menurunkan pili dari gendongan nya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98

__ADS_1


See you...


__ADS_2