Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 98 Nggak mau kalah


__ADS_3

**Update lagi kita, cerita ini hanya seru-seruan saja. mungkin ada yang bilang ceritanya mulet. Bertele-tele dll.


Maaf guys


Maaf juga yang suka dengan cerita istri yang teraniaya, nggak disini ya.


Baca dicerita author satu lagi.


* Antara dendam dan cinta* teraniaya bukan karena pelakor ya.


Semua ceritaku no pelakor ya🤭✌️


Happy reading guys**


***


David masih asik dengan bajunya yang sempit.


"Sempit sekali baju ini, hih..ganti saja lah ." David mencari bajunya tadi.


David melirik Mayang yang masih tertidur, karena pingsan.


"Mayang masih bobok manis, ganti disini saja ." David membuka baju, dan pakaian dalamnya. Ia tersadar saat ingin memakai bajunya kembali.


"Hihh..kenapa pakaian dalam ku juga dibuka ." David kembali mengambil pakaian dalamnya dan memakainya, David tidak sadar Mayang mengeliat dan membuka matanya.


Begitu melihat tuyul besar ada dihadapannya, Mayang kembali lemas lunglai dan kembali terpejam dengan posisi bobok cantik.


Sedangkan David tidak tahu ada anak perawan lemas lunglai melihat dedek bazoka nya.


"Dek Yayang, bangun. Bangun Dedek Yayang !" David menepuk-nepuk pipi Mayang.


"Dedek tidur saja cantik, apa lagi nggak tidur ," ucap David sembari menatap wajah Mayang.


"Ahhhh..! Mayang mengeliat dan membuka sedikit matanya.


"Apa masih ada tuyul besar tadi ."


"Ahh..tuyul ! kenapa kau disini !"


Bug..bag..bug..


Pukulan bertubi-tubi dilabuhkan tangan Mayang ke dada David.


"Dek Yayang.! jangan bunuh kanda Dek Yayang !" seru David, dan memegang kedua tangan Mayang yang memukulinya.


Mayang menghentikan pukulannya.


"Siapa Yayang ? Siapa kanda ?' tanya Mayang dengan juteknya.


"Ini kanda dan ini Dedek Yayang !" David menunjuk kearah dirinya dan Mayang.


"Hei..ini Mayang, bukan Yayang !"


"Benar juga ya, nggak cocok Yayang? Seharusnya Kandang dan Dinda ya ."pikiran David makin nyeleneh.


"Kau..!!" Mayang ingin mencekik lehernya David.

__ADS_1


"Hih..Dedek Yayang makin menggemaskan saja, makin kanda ingin cepat bawa pulang." David menunjukkan senyum diwajahnya.


"Kau ini sungguh-sungguh mengesalkan !" Mayang menarik selimut untuk menutupi wajahnya.


Tok..


Tok..


Mayang menurunkan selimut yang menutupi wajahnya, ia dan David melihat kearah pintu. Seorang pemuda muncul.


"Sudah waktunya ." kemudian pemuda itu keluar, tanpa mengatakan apapun lagi.


"Waktu apa ? Apa ada yang harus kita lakukan lagi, kita sudah menikah. Apa kita akan dipenggal ?" panik Mayang.


"Tenang Dinda, ada kanda disini. Ayo kita keluar, kita hadapi dengan senyuman ." David menunjukkan senyum diwajahnya.


"Awas.. melihat senyummu, membuat Aku ingin mati ." Mayang mendorong David dari hadapannya, Mayang keluar. David mengikutinya dari belakang.


Diluar, mereka disambut oleh tetua adat.


"Sekarang, kalian sudah boleh meninggalkan kampung ini. Kami harap pernikahan kalian bahagia, seperti pernikahan di Desa Telaga. Di sini di haramkan perceraian, satu orang satu pasangan sampai azal menjemput ( ini sih keinginan author, ada tempat yang tidak ada perselingkuhan dan teman-temannya 😀✌️)


"Wow.. tempat yang menarik pak ," ujar Mayang.


"Bagaimana, jika kita tinggal di sini Dinda ?" tanya David.


"Kau tanyakan kepada si Dinda, ini Mayang."


Akhirnya Mayang dan David meninggalkan Desa Telaga, Mayang diberi oleh ibu-ibu jamu tradisional untuk kesuburan. Sedangkan David diberikan jamu untuk stamina, yang membuat David ingin cepat-cepat sampai dirumah. Untuk mencoba jamu tersebut.


****


"Oma ." Alana duduk disamping Oma.


"Ada apa cucu Oma ?" tanya Oma nya, yang tahu kebiasaan cucunya. Jika ada maunya tapi bermanja-manja.


"Oma, kenapa Alana tidak berhasil melamar Dony. Sedangkan Oma berhasil melamar Opa ?" tanya Alana.


Perkataan Alana berhasil membuat Oma nya terbatuk-batuk, dan dua pasang mata memandangi Oma.


"Mama !" Chintya kaget dan melihat mamanya.


Aisha juga kaget, melihat mertuanya yang terlihat anggun. Ternyata cukup berani.


"Apa mama, betul melamar papa ?" tanya Chintya.


"Benar maa, ya Opa yang cerita tadi," kata Alana.


"Dasar, awas ! nanti malam nggak mau aku kasih pijatan ." monolog dalam benaknya mama Chintya.


"Iya kan Oma, beritahu Al ya. Please.. please..!" Alana mengedip-ngedipkan matanya.


"ini cucu buat malu Oma saja, Aisha. Jangan sering dekat-dekat Alana, apalagi saat hamil nanti. Cukup mama punya cucu seperti ini ," kata Oma nya, dan melirik Alana. Yang dilirik hanya menunjukkan wajah puppy eyes nya.


"Oma..!" rengek Alana.


"Oma dulu nggak punya pacar, atau orang yang Oma suka. Oma hanya punya teman satu-satunya pria, cuma opa. Sedangkan teman-teman Oma sudah pada menikah, Oma nggak mau kalah. Ya Oma lamar saja Opa, Alhamdulillah.. Opa nerima . Akhirnya nikah ." Oma tertawa membayangkan sifat dan kelakuannya dahulu.

__ADS_1


"Apa Oma tidak punya teman pria, selain opa ?"


"Banyak, cuma yang sreg dihati. Cuma opa, lagi pula jika berhasil menahlukkan opa. Suatu kebanggaan, opa mu itu idola kampus..hahaha .." tawa Oma.


Chintya, Alana dan Aisha juga ikut tertawa. Sehingga mengundang perhatian para suami.


"Apa yang ditertawakan para wanita disana ?" tanya Opa.


"Mungkin membahas fashion terbaru Pa ," kata Papa Alana.


"Kapan, mereka tergila-gila dengan fashion. Rich, apa istrimu gila belanja ?" tanya Papa Richard.


"Tidak Pa ," jawab Richard.


"Biarkan saja mereka tertawa Paa, biar awet muda ," kata Richard.


"Istri sudah jelas awet muda, yang banyak tertawa itu harus kamu Boy ," ujar Papanya.


"Paa, Rich juga awet muda ."


"Kalau kau terus berada dikantor, mungkin. Dalam setahun rambutmu sudah memutih, mulai sekarang kurangi jam kerjamu ." titah papanya.


"Ok boss ," jawab Richard.


"Kau juga, kurangi jam kerjamu. Untuk apa cari uang terus, Alana sebentar lagi menikah. Suaminya yang akan menjaganya, kita hanya mengawasinya dari jauh." Papa Alana, juga mendapatkan peringatan dari opa.


"Iya paa ."


"Kalau kita sudah kena penyakit, uang sebanyak apapun tidak bisa membantu. Ayo, Papa mau perlihatkan tanaman baru papa ."


Para lelaki menuju halaman belakang, untuk memperhatikan tanaman baru yang ingin ditunjukkan oleh Papa Richard.


***


****


Dalam perjalanan menuju rumah, Mayang terus dalam versi diam. Sedangkan David dalam versi burung murai, yaitu berkicau karena terlalu gembira.


"Dinda..Dinda..!" jari telunjuk David mentowel-towel lengan Mayang.


"Hei..namaku bu..kan Dinda!" mendelik Mayang.


"Aaaarghhh..apa kata Alana dan Aisha, jika mengetahui. Aku telah menikah dengan orang ini ?"


"Mereka pasti bahagia, seperti kita ini ," kata David.


"Situ yang bahagia, Aku. No !" Mayang menunjukkan tanda silang dengan tangannya.


"Ayolah Yayang, terima anugerah terindah ini. Kau tahu, lebih bagus menikah dengan suami yang mencintai kita. Daripada kau yang mencintainya ," kata-kata David membuat Mayang menoleh kearah David.


"Kau sungguh-sungguh mencintai Aku ?" tanya Mayang .


"Awalnya, Aku hanya suka menganggu mu. Tapi makin kesini, Aku tidak bisa kalau tidak melihatmu sedetik pun. Makanya, aku sering menganggu mu. Maaf, Aku sering membuatmu kesal. Bukan karena Aku iseng, tapi Aku sungguh-sungguh sudah jatuh cinta denganmu. Kau sangat berbeda, kau itu gadis yang membuat hari-hari ku hidup kembali ." ungkapan perasaan David membuat perasaan Mayang sedikit melunak.


"Ternyata, David bisa juga bicara serius ." batin Mayang.


**Bersambung....

__ADS_1


Maaf jika cerita ini tidak menarik🙏,


__ADS_2