Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 119 Akhirnya adek kecil ?


__ADS_3

Cerita hanyalah untuk hiburan semata, bacanya bawa santai saja ya kakak❤️❤️


***


Mayang melepaskan pegangan tangan David yang berada dilengan.


Begitu terlepas, Mayang memutar langkahnya. Ia batal untuk keluar dari dalam kamar.


Sekarang Mayang berdiri di atas tempat tidur.


"Mau kemana ?" David mengunci kamar dan menarik kuncinya dan memasukkan kedalam saku celananya.


"Ambil sini jika berani ." David menggoyang-goyangkan saku celananya.


Mayang tertawa cekikikan, melihat David menggoyang-goyangkan pinggulnya.


Sampai-sampai ia tidak siaga, sekali loncat. Badan David sudah mengkungkung badan Mayang dibawah tubuhnya, mereka terjatuh diatas kasur. ( untung kasur mahal, nggak roboh 😀)


"Lepas !" seru Mayang sambil tertawa geli, karena David mengelitik perut Mayang.


"Katakan, apa masih ada atau sudah bersih. Jangan bohong, orang berhalangan hanya seminggu !" seru David dan tangannya masih berada diatas perut Mayang.


"Masih keluar !" Mayang keukeh mengatakan masih berhalangan.


"Nakal !" David tidak percaya.


David mendaratkan bibirnya kebibir Mayang, David berlama-lama dibibir Mayang. Sampai Mayang merasa sesak karena pasokan oksigen yang berkurang, baru David melepaskan tautan bibirnya.


"Ahh..kau mencuri cium !" delik mata Mayang.


"Kau belum pernah bercium*an?" tanya David.


"Siapa bilang, sudah pernah ya. Sering lagi ," sahut Mayang.


"Oh ya, tapi kenapa tadi kau seperti ikan kurang air Yang ?" David mengedip-ngedipkan matanya.


"Sudah sana, cukup untuk hari ini!" Mayang ingin bangkit.


"Belum cukup, kau harus bertanggung jawab atas sengsaranya adek kecil ku ini selama seminggu !" kata David kepada Mayang .


"Kenapa salah aku, itu milik siapa ?" tanya Mayang.


" Milik kita bersama ," sahut David.


"Milik kita bersama, kalau begitu boleh aku..." Mayang menunjukkan menggunting melalui gerakan tangannya.


"Jangan Yang, ini aset berharga. Kenapa kita malah ngobrol, mau ngelak ya !" goda David.


David tidak memberikan kesempatan untuk Mayang untuk menghindar lagi.


Mayang pasrah, ketika David memperetelin bajunya satu demi satu.


Mayang menutup matanya, saat melihat David terburu-buru membuka bajunya.


Ketika David ingin mulai beraksi, Mayang mengingatkan David.


"Jangan sampai masuk ya, pinggir-pinggir saja !" seru Mayang.


"Hemhm..!" sahut David yang masih terfokus pada dua tanjakan yang menantang.


Ketika David ingin menahlukkan lembah, Mayang semakin tidak sadar .


Yang tadinya hanya ingin main dipinggiran, seperti pesan Mayang tidak terjadi.


"Aw...! teriak Mayang, ketika merasakan ada benda asing yang masuk tanpa permisi. Kepada sang pemilik lembah.


"Kenapa masuk, kan sudah Mayang bilang hanya boleh dipinggiran saja !" seru Mayang dengan mata terbuka lebar.


"Aduh..Yang, dedeknya terpeleset. Bagaimana ini ?" senyum lebar dibibirnya David.


"Tarik lagi dedek nakalnya !" seru Mayang.


"Iya..!" jawab David, tetapi terlihat smirk disudut bibirnya.

__ADS_1


Blus...


"Awww...sakit !" teriak Mayang, dan kukunya menggaruk punggung David


"Kenapa makin ditusuk !" setitik air bening keluar dari sudut matanya.


"Maaf Yang, dedeknya nggak mau keluar lagi. Sudah kadung Yang, kita lanjut ya Yang !" David menerkam bibir Mayang, dan pinggul David naik turun dengan pelan. Dan kemudian kencang setelah Mayang juga menikmati genjotan adek kecil David.


Bukan diranjang saja adek kecil nakal David beraksi, begitu mereka membersihkan sisa-sisa pertempuran mereka diranjang didalam kamar mandi. Adek kecil David kembali beraksi dengan bermacam-macam gaya dalam kamar mandi.


Membuat Mayang mengibarkan bendera putih tanda menyerah, tidak sanggup melawan adek kecil David beraksi.


"Cukup !" ucap Mayang dengan suara yang letih .


"Besok kita cicil lagi ya, biar jadi ," kata David.


"Besok aku pakai pakaian bergembok saja ." batin Mayang.


***


Begitu pagi tiba, Aisha sudah bangun. Tetapi melihat Richard yang masih dalam keadaan tidur di sofa, Aisha tidak membangunkannya. Walaupun Aisha sudah merasakan perutnya minta di isi.


Aisha melihat di atas nakas disamping tempat tidurnya, ada buah apel yang dibelikan oleh asisten Richard Tony. Aisha menjangkaunya dan mengelapnya dengan tisu.


Aisha mengigit apel tersebut sedikit demi sedikit, sehingga tidak tersisa.


"Kenapa masih lapar ." Aisha mengusap-usap perutnya.


"Sabar ya baby, Daddy masih tidur " gumam Aisha.


Pintu terbuka, masuk seorang wanita yang membawa nampan dan meletakkannya keatas nakas.


"Apa itu mbak ?" tanya Aisha.


"Sarapan pagi Bu ," sahutnya.


"Mbak, letakkan disini ya. Saya sangat lapar ," ujar Aisha dengan pelan, takut menganggu tidur Richard.


Setelah nampan tersebut diletakkan di atas meja kecil diatas ranjang.


Aisha mulai memakan bubur tersebut dengan lahap, begitu juga dengan susu. Semua habis mengisi lambung Aisha.


"Lumayan !" Aisha mengusap perutnya, dan membetulkan posisinya bantalnya. Agar nyaman saat berbaring.


Richard masih berada dalam mimpinya.


Pintu ruang inapnya terbuka, kepala Tony muncul.


"Boss belum bangun ?" tanya Tony.


"Tuh..! masih tidur ." Aisha ngerucutkan bibirnya menunjuk kearah Richard yang masih pulas.


"Saya mengantarkan pakaian Bu ." Tony meletakkan tas berisi baju Richard dan Aisha.


"Terimakasih " Aisha turun dari ranjang dan mengambil bajunya dan membawanya kedalam kamar mandi.


Tony mengeluarkan ponselnya, selagi menunggu boss nya bangun.


Richard menggeliat, kemudian melakukan perenggangan otot-otot nya yang kaku. Karena tidur di sofa bed tidaklah nyaman, karena badan Richard tergolong besar dan tinggi.


Sebenarnya Richard ingin tidur diranjang pasien bersama dengan Aisha, tetapi postur tubuh Aisha juga lumayan tinggi membuat keduanya tidak bisa tidur diranjang pasien.


Richard membuka matanya, dan kaget melihat Tony berada didekatnya.


"Kenapa kau cepat sekali datang ?" tanya Richard.


"Boss, ini sudah jam 7 pagi ," jawab Tony.


Richard melihat kearah ranjang dan tidak melihat keberadaan Aisha.


"Mana istriku ?" tanya Richard sembari berdiri, dan mencari keberadaan Aisha.


"Dalam kamar mandi boss ," kata Tony.

__ADS_1


Richard berjalan menuju kedalam kamar mandi, dan mengetuk pintu kamar mandi .


"Aish ." panggil Richard.


"Ya mas, Aish sudah mau selesai ," jawab Aisha.


Pintu kamar mandi terbuka, Aisha sudah selesai mandi dan sudah rapi.


"Sudah wangi " Richard memeluk Aisha dan memberikan kecupan dipipi Aisha.


"Mandi sana mas, biar kita cepat keluar dari sini. Aish bosan ," ujar Aisha.


"Ok boss !" jawab Richard sambil memberikan kecupan sekilas kebibir Aisha.


"Hih..main nyosor Saja, nggak malu tuh ada pak Tony ," kata Aisha.


"Tony, tolong belikan sarapan ," ujar Richard sebelum masuk kedalam kamar mandi.


"Mau dibelikan apa Bu ?" tanya Tony kepada Aisha.


"Apa saja " sahut Aisha.


Tony pergi keluar dan Aisha membereskan barang-barangnya untuk dibawa .


****


Ditempat yang berbeda, Oma Gaby marah-marah kepada anak dan menantunya.


"Kalian berdua sudah gagal menjadi orang tua, yang ada di otak kalian hanya uang-uang dan uang. Lihat ! anak kalian sudah hampir gila begini !" seru Oma Gaby dengan menatap wajah anak dan menantunya.


"Kau Wiguna, terlalu sibuk dengan dunia politikmu. Dan istri mu ini bukannya menjaga anak dirumah, malah ikut kegiatan tidak jelas. Untuk apa ikutan arisan-arisan sosialita tidak jelas begitu !"


Oma Gaby mendekati cucunya yang hanya diam, dan tatapan matanya masih kosong.


"Kapan bisa pulang kerumah ?" tanya Oma Gaby kepada putranya.


"Hari ini maa ?" jawab Wiguna.


"Urus bill nya, mama akan membawa cucu Oma kekampung " kata Oma Gaby.


"Baik maa " papa Gaby menyuruh asisten untuk mengurusnya..


***


Jam 8:30 pagi, seorang gadis keluar dari dalam Bandara Soekarno Hatta. Di pundaknya tergantung ransel.


"Akhirnya..!" gadis tersebut merentangkan kedua tangannya.


Jeslyn mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Mobil putih berjalan perlahan-lahan menuju ketempat Jeslyn berdiri, dan berhenti didepannya. Keluar laki-laki setengah baya dari dalam mobil.


"Non Jeslyn !" panggil laki-laki tersebut.


"Pak Rudi " balas Jeslyn.


"Mana barang yang lain Non ?" tanya sopir keluarga Jeslyn.


"Ini ," jawab Jeslyn, dengan menunjukkan ransel yang dipundaknya.


"Koper tidak ada Non ?"


Jeslyn menggelengkan kepalanya seraya masuk kedalam mobil bagian depan.


*


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2