Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 121 Borong buah-buahan.


__ADS_3

Salam sayang untuk semua yang sudah mampir untuk membaca cerita garing ini, maaf ya jika ceritanya tidak seru


Happy reading guys ❤️


****


Richard menyuruh Jeslyn untuk duduk di sofa.


"Tony, bawakan minuman dingin ." titah Richard kepada Tony.


Tony dengan segera pergi dan membawa minuman dingin yang diperintahkan oleh Richard tadi.


Jeslyn mengambil minuman yang diberikan Tony kepadanya.


Kemudian Tony meninggalkan ruang kerja Richard, dengan pintu yang terbuka.


"Kapan kau kembali ke Indonesia ?" tanya Richard.


"Kemarin, papa dan mama mengultimatum aku. Jika tidak segera pulang, mereka akan membuat kacau di Kedubes Indonesia di Afrika ." tertawa masam Jeslyn, begitu mengingat telepon mama dan papanya yang mendesak dirinya untuk kembali dengan segera.


Richard tertawa mendengar ngedumelnya Jeslyn.


"Kenapa mereka mendesak dirimu pulang ?"


"Mereka khawatir dengan makin merebaknya virus Ebola disana, dan ditambah dengan Corona yang makin tidak terkendali disana." cerita Jeslyn.


"Seharusnya, mereka melarang mu untuk pergi !" kata Richard.


Jeslyn tertawa sambil menutup mulutnya.


"Kenapa ?" heran Richard.


"Mereka tidak tahu aku pergi kesana!"


"Kau diam-diam pergi ke sana ?" tanya Richard.


"Ya " sahut Jeslyn.


"Kau tahu, aku ingin pergi ke negara yang membutuhkan tenaga ku !"


"Sekarang orang tua mu berhasil membawamu pulang !" sindir Richard.


"Cukup bicara mengenai diriku, dengan gadis mana kau menikah. Apa kau menikahi gadis yang telah mengkhianati dirimu dulu ?" Jeslyn tahu dengan kisah cinta Regan di Indonesia dulu.


"Tidak!" tegas suara Richard.


"Terus siapa, begitu cepat kau Melabuhkan cintamu ?"


"Teman Alana, Aisha ," ujar Richard.


"Masih muda ?" tanya Jeslyn.


"Hei..aku juga belum tua, dan kau Nona. Jangan merasa bahwa kau itu sudah tua, usiamu juga baru 26 tahun ." balas Richard.


Jeslyn tertawa lebar, melihat Richard sensi.


Jeslyn berjalan menuju meja kerja Richard dan mengambil gambar yang terletak diatas meja.

__ADS_1


"Bukan orang Indonesia ? jauh-jauh kembali kesini. Orang asing juga kau nikahi ?"


"Dia orang Indonesia, blasteran ," jawab Richard.


"Sangat cantik, kau cocok dengannya. Berhasil keponakanmu menjodohkan mu dengan gadis ini ," kata Jeslyn.


"Boleh aku berkenalan dengannya, kau tahu. Aku disini tidak punya teman ." Jeslyn kembali duduk.


"Minggu depan kau datang, Aisha ulang tahun ," kata Richard.


"Minggu depan, kenapa tidak besok saja ," kata Jeslyn dengan setengah memaksa.


"Kenapa kau memaksa besok, apa ada yang kau sembunyikan ?" Richard sudah mengenal Jeslyn cukup lama, sehingga tahu ada yang disembunyikan olehnya.


"Baiklah aku ngaku, aku malas berada dirumah besok. Kau tahu, mama dan papaku ingin menjodohkan diriku. Sampai-sampai aku mengganti nomor ponselku saat aku di Afrika ," kata Jeslyn.


"Karena itu, aku juga tidak bisa menghubungi dirimu ?" tanya Richard.


"Maaf, aku waktu itu lagi sibuk-sibuknya. Karena aku baru tiba disana dan baru beradaptasi ," kata Jeslyn.


"Boleh ya besok saja, aku tidak punya tujuan untuk pergi menghindar dari pihak laki-laki itu," kata Jeslyn.


"Kenapa kau tidak terima saja ," kata Richard.


"Aku tidak ingin menikah !" ucapan Jeslyn membuat Richard kaget.


"Apa ? apa kau normal ?" selidik Richard.


"heii.. Tuan ! aku normal. Aku belum menemukan belahan jiwaku saja !" jengkel Jeslyn dikatakan tidak normal.


Selama satu jam Richard dan Jeslyn berbincang-bincang, sampai satu sambungan telepon. Membuat Jeslyn pergi dari kantor Richard.


Sampai dipintu, Jeslyn kembali dan memberikan ponselnya kepada Richard.


"Nomormu !" Jeslyn meminta Richard untuk memasukkan nomor Richard kedalam ponselnya.


Begitu Jeslyn pergi, Tony masuk kedalam dan memberikan berkas yang harus ditandatangani oleh Richard.


"Tony, sudah ketemu dokter kandungan yang wanita ?" tanya Richard.


"Sudah boss, begitu sulit untuk mencari dokter kandungan yang yang wanita boss ," kata Tony.


"Kenapa tidak dengan dokter kandungan yang pria saja boss ?" tanya Tony.


Richard mengangkat pandangan matanya, dan menatap wajah Tony.


"Coba kau bayangkan, bagaimana jika tubuh istrimu dipandang dan dipegang-pegang oleh seorang pria. Apa kau tidak marah ?" mata tajam Richard menatap wajah Tony.


Tony tidak menjawabnya, dan hanya mampu menunduk.


Begitu berkas yang ditandatangani Richard selesai, Tony langsung nyicing keluar dari dalam ruang kerja Richard.


***


Hari belum sore, Richard sudah tiba dirumah. Dan terlebih dahulu singgah di mall yang khusus menjual buah-buahan.


Dengan ditemani Tony, Richard berkeliling mengitari mall. Untuk mencari buah-buahan yang masih segar dan berkualitas yang bagus.

__ADS_1


Tony mendorong troli, sedangkan Richard yang memilih buah-buahan yang ingin di belinya.


Banyak pandangan mata yang melihat kearah mereka berdua, tetapi Richard tidak mengindahkannya. Dia masih fokus dengan buah yang ingin dibelinya.


Sedangkan Tony merasa jengah, karena pandangan mata orang yang melihat kearah mereka seperti bertanya-tanya. Ada hubungan apa antara Richard dengan Tony.


"Pasti mereka pikir kami mempunyai hubungan yang tidak lazim ." monolog dalam pikiran Tony .


Saat diluar negeri, Richard dan Tony sering melakukan belanja bersama. Dan tidak ada yang mengamati apa yang mereka lakukan.


"Dasar warga +62." gerutu Tony.


"Ada apa ? kenapa wajahmu jutek. Apa kau malas ikut ?" tanya Richard yang melirik Tony ngedumel.


"Boss, apa boss tidak lihat ? pengunjung Mall buah ini, banyak melihat kita dengan pandangan mata yang aneh." cerita Tony.


"Biar saja, untuk apa kita perduli kan, biar saja orang berkata apa. Yang pasti kita normal, bukan kita tapi aku. Karena aku sudah berhasil membuat seorang wanita hamil, sedangkan kau Tony. Hemhh..! masih diragukan !" Richard meninggalkan Tony yang tertegun mendengar ucapan Richard.


"Boss kira aku tidak normal, baru menghamili satu wanita saja sudah bangga. Awas ! besok aku akan menghamili tiga wanita sekaligus ," ujar Tony asal, yang tidak terima. Richard meragukan kejantanannya.


Sampai dirumah, Aisha kaget. Melihat Richard menurunkan 6 kotak buah yang berisi bermacam-macam buah.


"Mas say, untuk apa membeli buah segini banyak ?" tanya Aisha.


"Nanti malam, jika tiba-tiba ingin makan buah. Tinggal ambil ," kata Richard.


"Kalau tidak ada disini, buah yang Aish ingin makan bagaimana?" tanya Aisha.


"Tidak mungkin tidak ada, didalam kotak ini sudah berisi berbagai macam buah ," kata Richard.


"Anak Daddy, ini Daddy sudah buat stock buah dirumah. Anak Daddy mau makan buah apa saja tinggal cari ," kata Richard sembari mengusap-usap perut Aisha dan memberikan kecupan.


"Apa tidak busuk mas say, pemborosan namanya. Jika tidak habis dimakan ," kata Aisha.


"Mas juga sudah beli pendingin khusus untuk buah ," kata Richard.


Tony masuk kedalam, bersama dua orang yang mendorong mesin pendingin untuk buah-buahan yang dibelinya.


"Lemari pendinginnya bawa kedalam kamar ." titah Richard kepada Tony.


"Untuk apa dibawa kekamar mas ?" tanya Aisha.


"Biar nanti, kalau anak Daddy ingin makan buah malam hari. Tidak perlu turun ke dapur ," kata Richard.


"Oh ya, mas juga telah meminta tukang untuk memasang lift di rumah kita ," kata Richard.


"Lift ! untuk apa ?" Aisha benar-benar kaget dengan kelakuan Richard.


"Biar nanti Asay ingin turun, tidak perlu naik turun tangga," jawab Richard.


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung 😘😘


__ADS_2