
Setiap kehidupan pasti ada masalalu, masalalu yang tidak menyenangkan dan masalalu yang indah untuk dikenang. Jadikan masalalu sebagai pelajaran untuk menyongsong masa depan.
****
Josh terus berusaha untuk meminta maaf, tapi nenek dan Larasati belum dapat membuka pintu maaf untuk laki-laki asing yang telah menanam benih dirahimnya dulu.
"Dam, apa maksudnya tadi. Anak apa ?" tanya Josh kepada Adam.
"Josh, maaf. Aku tidak bisa mengatakan, masalah itu biar Larasati yang mengatakan padamu sendiri ," ujar Adam.
"Pergilah ." usir Larasati.
"Laras, bisa kita bicara ," ucap Josh.
"Tidak ada yang perlu dikatakan lagi, pulanglah. Berbahagialah dengan keluarga mu ." ucapan Larasati membuat Josh semakin putus asa, dan tidak tahu apa yang ingin dikatakannya lagi.
"Laras, maaf. Aku bukan ingin membuat kacau acara hari ini." kata Mama Dony( author lupa, apa sudah ada disebutkan nama mama Dony diatas 😀,)
"Sudahlah, semua sudah terjadi. Aku kecewa saja, ini hari bahagia. Ini kado yang sangat menyakitkan." saat berkata, Larasati mengalihkan pandangannya keluar. Dari tempat Dia duduk Dia dapat melihat Aisha sedang tertawa bersama dengan teman-temannya.
***
"Aish, nanti malam. Kau jangan agresif, kau pura-pura polos dan begitu Om Richard ingin menerkammu . Kau mengelak, seperti di film-film romantis itu ," ucap Alana.
"Kalau film romantis, tidak ada yang mengelak. Main sosor terus ," kata Mayang.
"Ajaran kalian berdua tidak ada yang benar, otak kalian ini pikirannya mesum saja ," ujar Aisha, dengan perasaan yang malu mendengar ajaran kedua temannya.
"Hahahaha..." tawa Mayang dan Alana mengundang mata Richard, Bram memandang kearah Aisha dan kedua temannya berada.
"Hus..! rem tawa kalian, lihat Om Richard melihat kesini ," ujar Aisha.
"Om, Aish. Kau memanggil dirinya Om?" heran Mayang.
"Aku harus manggil apa, Dia tidak mau di panggil dengan mas. Seperti aku manggil mas Wisnu, katanya seperti manggil tukang baso ," kata Aisha.
"Panggil Om mas saja ." usul Alana.
"Om mas, kenapa mirip nama pelawak," kata Aisha.
"Oppa ." usul Mayang.
"Nggak !" tolak Aisha.
"Kenapa, sekarang lagi ngetrend panggilan dengan nama-nama Drakor," kata Mayang.
" Om Richard, pasti tidak suka dengan panggilan oppa. Dia kan dari generasi tua ," ujar Alana.
"Apa ? kau bilang Om Richard tua." Aisha mendelik menatap Alana.
"Idih.! ada yang bela ini ." goda Mayang.
"Sudah ada benih-benih cinta yang menggelora dalam hati Tante kecilku ini ." Alana juga ikut menggoda Aisha.
"Sudah..! cukup kalian menggodaku ." Aisha menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aish..!" Mayang menarik jemari Aisha yang terselip cincin yang disematkan Richard tadi.
"Apa ?" jawab Aisha.
"Cincin mu sangat cantik dan elegan," ucap Mayang, seraya memperhatikan cincin Aisha.
__ADS_1
"Sangat cantik ya, ini pasti limited edition ," kata Alana.
"Pasti mahal," kata Mayang.
"Nggak, ini nggak mahal. Tidak sampai dua juta," kata Aisha.
"Apa ?" Alana terkejut, karena mendengar cincin yang dibeli Om Richard nya. Harganya tidak sampai dua juta.
Alana meraih jemari Aisha dan memperhatikan cincin tersebut dengan intens, Dia mengernyitkan dahinya.
"Cincin sebagus ini tidak sampai dua juta, aku tidak percaya ?" Mayang menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Terserahlah, kalau kalian tidak percaya," ujar Aisha.
"Dimana belinya ?" tanya Alana.
Aisha memberitahukan, dimana Dia dan Richard membeli cincin yang dipakainya.
"Itu kan toko perhiasan yang cukup terkenal, mana ada harga dua jutaan. Kotak cincin saja mahal disana." monolog dalam benaknya Alana.
"Tokonya sangat bagus, tapi perhiasan disana sangat terjangkau," kata Aisha.
"Sepertinya, cincin ini tidak murah ," ujar Mayang.
"Kalian tidak percaya, tanya Om Richard ."
Dony datang menghampiri mereka, membuat percakapan mereka membahas cincin menjadi terhenti.
"Al, balik hari ini juga kan ?" tanya Dony.
"Iya, aku balik dengan pengantin baru ini." Alana memeluk Aisha.
"Apa kita tidak bisa balik bersama?" tanya Dony, yang sangat jarang bersama dengan Alana belakangan hari ini.
"David ?" ujar Dony.
" Iyalah, siapa lagi yang sedang patah hati. karena ditinggal nikah ," ujar Alana.
"Sepertinya, Dia sudah move on," kata Dony.
"What..! cepat sekali, apa Dia menemukan gebetan baru disini ? gadis desa mana yang menjadi pelabuhan hatinya ?" tanya Alana.
"Tanya kawan kalian ini, apa yang dikatakannya kepada David. Sehingga David seperti orang gila sedari tadi mencari teman kalian ini ," ujar Dony dengan menunjuk kearah Mayang.
"May, ada cerita yang tidak kau katakan kepada kami ?" tanya Alana.
"Apa yang kau sembunyikan ?" tanya Aisha juga.
"Aku ? tidak ada, Jangan percaya dengan perkataan orang yang sedang patah hati," kata Mayang dengan santainya.
"Mana Dia ?" tanya Dony.
"Aku tidak tahu, mungkin lagi bersama ibu-ibu itu ," kata Mayang.
"Nah.. panjang umur Dia," ujar Alana, saat dilihatnya David berjalan kearah mereka berada.
"Aisha, sepertinya aku jatuh cinta dengan Desa ini ," kata David.
"Jatuh cinta dengan Desa atau gadis yang tinggal di sini ?" tanya Dony.
"Tidak gadisnya, aku ada gebetan baru. Mayang, aku akan mengejar mu ," ujar David spontan tanpa malu-malu.
__ADS_1
"Kau gila !"
"Aku tergila-gila dengan mu Mayang ." balas David dengan menampilkan senyum lebar dibibirnya.
"Ada apa ?" melihat David berada didekat Aisha, Richard bergegas meninggalkan Bram dan Tony. Dia bergabung dengan Aisha.
"Om, jangan khawatir. Aku tidak akan menganggu Aisha lagi ," kata David.
"Baguslah," jawab Richard.
"Tapi Om, kalau Aisha jadi janda. Aku akan kembali." perkataan konyol David membuat Richard melotot dan ingin rasanya Dia menenggelamkan David kekandang ikan piranha.
"Kau..!" seru Richard.
"Om, jangan dengarkan. Dia hanya ingin membuat Om marah," kata Aisha dan memegang tangan Richard.
Richard langsung meraih tangan Aisha dan membawanya kearah bibirnya, dan Richard menempelkan bibirnya lama ditangan Aisha.
"Om." Aisha menarik tangannya, tetapi Richard menahannya.
"Aduh.. Om, so sweet sekali," ujar Alana, yang tahu bahwa Richard melakukannya untuk memanas-manasi David.
"Dasar orang tua, sengaja Dia sok mesra." David melengos menatap Richard.
Aisha bangkit dari duduknya, ketika ada tamu yang menghampiri.
"Kenapa banyak sekali tamunya ?" tanya Mayang, setelah tamu tersebut selesai memberikan selamat.
"Ini kampung Mayang, kalau tidak di undang.Nanti ada yang sakit hati ," kata Aisha.
***
Hati Larasati tidak luluh juga dengan perkataan Josh, sehingga Josh memutuskan untuk kembali.
"Josh, ayo kita pulang. Nanti kita kembali lagi ," kata Adam.
"Baiklah ."
Josh akhirnya bangkit dari duduknya, Dia menghampiri nenek dan mengulurkan tangannya. Nenek menerimanya, sedangkan Laras tidak menerima uluran tangan Josh.
"Ayo kita beri selamat kepada pengantin " kata Adam.
"Aisha, selamat ya ," ujar mama Dony.
"Selamat Aisha, Dony. Kapan kau melamar Alana, kalian kalah dengan Aisha ." ujar papa Dony kepada putranya.
"Pa, sekarang juga Dony bisa menikahi Alana," ujar Dony.
"Huh.. siapa yang mau menikah dengan mu ." Alana mencebikkan bibirnya.
"Selamat Rich," ujar papa Dony kepada Richard.
"Terimakasih mas," jawab Richard.
"Ini teman Om yang baru saja datang, mereka ingin liburan kesini ." Adam mengenalkan Josh, Edward dan Evelyn kepada Richard dan Aisha.
Saat berjabat tangan dengan Aisha, Josh kaget saat menatap wajah Aisha. Yang sangat mirip dengan mamanya.
"Josh !" Evelyn juga kaget seperti Josh saat melihat Evelyn. Karena Evelyn seperti melihat wajah Marie dalam wajah Aisha.
Aisha heran, melihat Josh memandangi dirinya dengan sangat dalam.
__ADS_1
Bersambung...