Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 76 Bertemu ayah kandung


__ADS_3

**Jumpa lagi dengan author recehan, maaf jika ceritanya tidak mengandung bawang berkilo-kilo. Author kagak bisa buat cerita bawang, rencana buat cerita bawang. Nah Lo jadi ada comedy, maklum author dulu rencana mau jadi pelawak😀


***


Setelah hampir menempuh waktu hampir dua jam lebih, karena hari ini hari libur. Banyak tempat wisata dipenuhi dengan wisatawan lokal, sehingga perjalanan mereka sering terkendala dengan kemacetan.


Mobil yang dikemudikan Richard tiba dikediaman nenek Aisha, begitu melihat atap rumah neneknya. Perasaan Aisha sudah berdebar-debar, kedua tangannya saling meremas diatas pahanya.


"Al, bangun ." Richard membangunkan Alana yang masih dalam keadaan molor.


"Iya, Alana pesan ayam goreng saja ." Alana ngigau.


"Ayam goreng?" Richard melihat kearah belakang dan dilihatnya Alana masih posisi tidur telentang dikursi belakang.


"Mungkin Dia mimpi makan mas say," ujar Aisha, dan ikut melihat kebelakang.


"Dasar bocah, gitu kelakuannya. Sudah mau nikah, Apa tidak pusing Dony menghadapi dirinya ," kata Richard.


"Al, sudah sampai. Bangun ." Aisha menjulurkan tangannya kebelakang, untuk menggoyang-goyangkan badan Alana, setelah mobil memasuki pekarangan rumah neneknya dan sudah berhenti sempurna.


"Apa Aisha, apa kita akan makan lagi ?" tanya Alana sembari mengucek-ngucek matanya.


"Sudah sampai, ayo turun ." Richard yang menjawab, karena Aisha sudah keluar dari dalam mobil.


"Sudah sampai, cepat sekali?" gumamnya.


Richard keluar dari dalam mobil, diikuti oleh Alana yang belum benar-benar sadar. Sedangkan Aisha sudah masuk kedalam rumahnya, begitu turun dari mobil.


Aisha keluar dari dalam rumah, bersama dengan nenek dan ibunya.


"Cepat sekali kalian sampai, kami kira sore datangnya ," kata nenek.


"Aish khawatir nenek, karena nenek suruh datang. Sedangkan semalam baru dari sini, benarkan nenek dan ibu tidak apa-apa?' Aisha mengamati keduanya dengan teliti.


Nenek nggak apa-apa," jawab nenek.


"Ibu juga sehat ," jawab Larasati.


"Alana ikut juga ," ucap Larasati, saat dilihatnya Alana ada dibelakang Richard.


"Iya Tante ," jawab Alana sembari Salim kepada nenek dan Larasati.


"Bukan Tante Alana ," kata Larasati, saat Alana memanggil dirinya seperti biasa.


"Terus Alana manggil apa ?" tanya Alana.


"Al, manggil Aisha apa ?" tanya nenek.


"Tante kecil ," jawab Alana.

__ADS_1


"Masa manggil ibu Tante kecil, Tante juga ," kata nenek.


"Iya, Alana harus manggil Oma ," ujar Alana dengan tertawa.


"Jadi berubah ya panggilannya," kata Alana.


"Sehat nek ?" tanya Richard kepada nek sembari memberikan salam.


"Nenek sehat, apa setelah melaksanakan pesta pernikahan Aisha dengan sempurna" ujar nenek, dan menarik lengan Richard untuk menjauhi Aisha.


"Richard, apa tidak apa-apa kita beritahu Aisha mengenai ayahnya ?" tanya nenek kepada Richard dengan suara yang pelan.


"Sudah konsultan dengan psikiater yang menanganinya nek ?" tanya Richard, karena Dia takut Aisha belum bisa menerima gonjangan dalam kembali dalam hidupnya.


"Sudah, psikiater akan mendampinginya," jawab nenek.


Saat mereka berbincang-bincang diteras, mobil yang dikendarai oleh Adam dan Richard memasuki halaman rumah nenek Aisha.


"Ais, itu mobil papa Dony. Om Adam, apa Dia akan melamar aku disini ?"


"Hih..kau ini, mau nikah terus. Mungkin bule itu yang ingin melamarmu ." ledek Aisha.


"Kalau bule itu yang melamarku, kau akan menjadi menantuku ," ucap Alana dengan suara yang pelan, sehingga Aisha hanya sayup-sayup mendengar apa yang dikatakan Alana.


"Apa kau bilang ?" tanya Aisha yang tidak mendengar apa yang dikatakan Alana.


"Tidak ada, sudah lewat," ujar Alana.


"Al, sepertinya. Bule itu melihatku terus ," kata Aisha kepada Alana.


"Tenang, tidak mungkin Dia akan melamarmu." gurau Alana.


"Hih..kau ini, aku serius." Aisha mencubit lengan Alana.


"Kenapa kau mencubit ku?" tanya Alana sembari meringis, karena cubitan kecil perbuatan tangan Aisha.


"mulutmu menyebalkan ," ujar Aisha.


"Ayo kita masuk," kata nenek.


Semua mengikuti nenek masuk, begitu juga dengan Josh dan Adam.


Richard menghampiri Aisha, dan meraih jemarinya kedalam genggaman tangannya.


Setelah semua dalam posisi duduk, Wisnu masuk dan diikuti oleh dr Yuni .


" Mas say, apa ada yang sakit. Kenapa dr Yuni juga datang ?" perasaan khawatir tiba-tiba masuk kedalam hati dan perasaan Aisha.


"Tidak ada yang sakit, tenang saja." Richard mengusap-usap tangan Aisha, untuk menenangkan Aisha agar tidak tegak.

__ADS_1


Sedangkan ibunya yang duduk disampingnya kirinya, sesekali melirik Aisha. Ibunya takut, Aisha juga menyalahkan dirinya. Karena tidak mengatakan mengenai keberadaan ayahnya selama ini.


"Ais, kau pasti bertanya-tanya kan ? kenapa kalian disuruh pulang," kata nenek.


Aisha melihat kearah neneknya, dan menunggu dengan perasaan yang cemas. Apa yang akan dikatakan oleh neneknya.


Josh menunggu apa yang akan dikatakan Aisha, marahkah ? atau mau menerima maafnya.


"Ada apa nek ?" tanya Aisha.


"Kau pasti pernah tanya kepada ibumu mengenai keberadaan ayahmu," kata nenek.


Aisha menatap ibunya, Dia ingat terakhir kali menanyakan tentang ayahnya kepada ibunya. Yaitu saat Dia menamatkan pendidikan SMA, dan pertanyaannya itu membuat ibunya murung. Dan sejak saat itu Aisha tidak ingin mengungkit-ungkit mengenai sosok ayahnya, yang tidak pernah diketahuinya. Dan Dia hanya bisa mengira-ngira, bahwa sosok ayahnya itu bukan dari Indonesia. karena iras raut wajahnya yang mirip orang asing.


Nenek menarik napasnya, dan kembali melanjutkan ucapannya.


"Dia ayahmu ." nenek menunjuk kearah Josh.


Josh menatap Aisha, Aisha sedikit demi sedikit mengalihkan pandangannya dari nenek kearah orang yang yang ditunjuk nenek.


Mata Aisha saling beradu dengan mata Josh, mata Josh memancarkan rasa rindu. Sedangkan tatapan mata Aisha memancarkan rasa sedih dan kecewa, menatap sosok yang dikatakan neneknya sebagai orang yang menanamkan benihnya dirahim ibunya.


"Aisha tidak punya ayah !" Aisha berdiri dan berteriak dengan suara yang keras.


Kemudian Aisha berlari meninggalkan orang-orang yang shock mendengar penolakan yang dikatakan Aisha.


"Aisha..!" Richard berlari mengejar, tetapi Aisha sudah jauh.


"Om, biar Alana saja. Nanti Om kena serangan jantung jika mengejar Aisha, Aisha itu pelari Om." ujar Alana.


"Cepat kejar!" perintah Richard.


Alana berlari mengejar Aisha, Aisha berlari menuju pematang sawah. Sehingga tidak dapat kencang larinya.


"Aish, jangan lari kencang-kencang. kita bukan ingin berlomba lari," ujar Alana.


"Jangan ikuti aku Al." balas Aisha yang masih berlari, tetapi sudah pelan. Karena area pematang sawah yang sedikit licin dan berlumpur.


Dubrak....


Terdengar suara jatuh terjerembab, dan suara Alana memanggil Aisha.


"Aisha !"


Suara Alana bergema diarea persawahan, sehingga burung-burung yang sedang asik menyantap makan siangnya terbang berhamburan kesana-kemari.


Aisha yang mendengar teriakkan Alana berhenti dan menoleh kebelakang.


"Alana !? Aisha melihat tubuh Alana tertelungkup dan wajahnya terangkat keatas ditutupi lumpur sawah. Membuat wajah Alana tidak bisa dikenali lagi.

__ADS_1


'Alana? kau ."


Bersambung guys


__ADS_2