Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 129 Aisha nakal


__ADS_3

Happy reading guys ❤️


***


Aisha pulang kerumah dalam keadaan ngambek, karena tidak mendapatkan gulali yang diinginkannya.


"Asay, nanti mas suruh Tony membelinya ya. Jangan ngambek lagi ." bujuk Richard.


Aisha masih menunjukkan wajah ngambek dan mulutnya yang manyun.


"Rich, anak kalian belum lahir. Kenapa sudah membuat kolam bola ?" tanya ibu Aisha yang keluar dari ruang keluarga.


"Kolam bola, mana Bu ?" tanya Aisha.


"Tuh ibu suruh Tony letakan diruang keluarga itu ."


Aisha langsung bergegas menuju ruang keluarga.


"Apa tidak terlalu cepat membelinya, hamilnya saja baru sebulan ," kata ibu Aisha.


"Bukan untuk baby Bu, tapi untuk mommy baby-nya" kata Richard.


"Untuk Aisha ?" tanya ibu Aisha kaget.


"Iya Bu, tadi di Mall Aisha ingin main mandi bola. Rich larang, karena terlalu ramai dengan anak-anak. Ngambek Aish, Rich suruh Tony beli. Biar puas Aisha ," kata Richard dengan tertawa .


"Dasar Aisha, harap maklum saja ya. Mungkin juga karena dari kecil Aisha tidak pernah pergi ketempat bermain begitu, ibu tidak pernah membiasakan nya ," kata ibu Aisha.


"Tidak apa-apa Bu, itu juga keinginan baby dalam kandungan Aish," kata Richard.


"Iya juga ya ," sahut ibu Aisha.


"Ada satu yang membuat Aisha ngambek Bu ," kata Richard.


"Nah..apa lagi?" tanya ibu Aisha.


"Tadi di Mall, Aish melihat anak-anak membawa gulali. Aisha mau, tapi Rich nggak tahu di mana dibeli. Tuh manyun bibirnya ," kata Richard.


"Gulali ? biasanya lewat dari depan rumah ada, tapi depan rumah ini mungkin tidak lewat. Ini kompleks perumahan, biar ibu suruh Neneng ke pasar ," kata ibu Aisha.


Ibu Aisha, bergegas menuju ke dapur.


Richard menuju ruang keluarga, untuk melihat apa yang dilakukan Aisha bersama dengan bola-bolanya.


Richard tertawa melihat tingkah Aisha, yang hanya kelihatan kepalanya. Sedangkan tubuhnya tertutupi oleh bola-bola kecil yang berwarna-warni.


"Mas say ! ayo masuk !" panggil Aisha.


"Mas disini saja, nikmati saja ." Richard memegang dan memijat-mijat kolam plastik untuk tempat wadah bola-bola kecil tersebut.


"Aman ." batin Richard.


Karena Richard takut kolam plastik tersebut melukai Aisha dan baby-nya.


"Aish, mas ke ruang kerja ya. Ada urusan penting dengan Tony, jangan kemana-mana ," kata Richard.


"Iya mas say !" Aisha melambaikan tangannya.


"Mas !" panggil Aisha lagi.


Richard menghentikan langkahnya dan memutar badannya.


"Apa ?"


"Terima kasih mas say, muaaahh..!" Aisha memberikan kecupan jarak jauh kepada Richard.

__ADS_1


"Iya, mas minta asli kecupan malam nanti !" seru Richard.


"Baik boss..!" kemudian Aisha membenamkan tubuhnya dan yang terlihat hanya wajah.


****


Dalam ruang kerjanya, Richard menghubungi Tony melalui video call.


"Tony, kau sebar keamanan besok ditempat pesta pernikahan Alana. Aku merasa ada yang ingin menganggu pesta pernikahan Alana ." titah Richard.


"Siapa yang boss curigai ?" tanya Tony.


"Mantan karyawan Dony, kau selidiki Sarah. Ternyata dia kenal dengan Rika, soal Rika kau tanya kepada Bram. Ingat! jangan ada masalah di pesta pernikahan Alana !" tegas perintah Richard kepada Tony.


"Aku tidak akan mengizinkan siapapun yang ingin mengacaukan pesta pernikahan Alana." geram terlihat dari wajah Richard.


"Suara apa itu ?" Richard mendengar suara ramai tertawa-tawa dibawah jendela ruang kerjanya.


Richard bangkit dan melihat kearah bawah melalui jendela yang ada di ruang kerjanya.


Richard kaget begitu melihat kebawah, kolam renang yang berisi air. Sekarang sudah berenang beribu-ribu bola kecil yang berwarna-warni.


"Aisha..!" Richard menepuk jidatnya.


Richard segera keluar dari dalam ruang kerjanya, berjalan menuju kolam renang dibagian belakang.


Bu Yanti, Neneng dan ibu Aisha yang berada dipinggir kolam renang berhenti tertawa. Begitu melihat Richard datang.


"Rich, ibu sudah larang Aisha untuk memasukkan bola-bola kedalam kolam renang. Tapi Aisha langsung mau nangis, ya ibu biarkan saja," ucap ibu Aisha.


"Aisha !" panggil Richard dengan berkacak pinggang, berdiri di pinggir kolam renang. Yang sudah berubah menjadi kolam bola.


"Mas say!" Aisha berjalan mendekati Richard berdiri, senyum lebar mengembang dibibirnya.


"Tadi apa mas bilang ?" tanya Richard.


"Terus ! kenapa pindah kesini ?" tanya Richard.


"Aish tidak kemana-mana mas say, Aish hanya pindah tempat. Dari kolam plastik ke kolam air, jaraknya juga tidak dari sepuluh langkah. Kalau tidak percaya, coba mas ukur," kata Aisha.


Ibu Aisha hanya bisa menggelengkan kepalanya, selama hamil Aisha keras kepala. Dan keinginannya semakin aneh saja.


"Ayo keluar, jangan nanti sakit. Besok tinggal dirumah saja kalau sakit, kami bersenang-senang di pesta ." ancam Richard.


Ancaman Richard berhasil mengeluarkan Aisha dari dalam kolam renang.


Aisha bergegas keluar dari dalam kolam, Richard langsung mengangkatnya. Walaupun Aisha minta diturunkan.


"Ayo Neng, kumpulin tuh bola ." perintah Bu Yanti kepada Neneng.


"Non Aisha..!" tertawa Neneng mengingat kelakuan Aisha.


"Ambil itu Neng ." tunjuk Bu Aisha ke alat untuk membuang daun yang jatuh ke kolam renang.


"Sudah Bu, biar Neneng saja yang bersihkan," ucap Neneng, ketika ibu Aisha ingin membantu.


"Sudah ! sama-sama saja, biar cepat kelar ," kata Larasati.


"Non Aisha Seperti anak-anak saja ya Bu ," kata Neneng.


"Itu bawaan orok, ketiga baby itu mempunyai keinginan yang berbeda-beda " jawab Larasati.


"Makin nggak sabar menunggu mereka lahir, pasti lucu dan menggemaskan !" seru Neneng.


"Rumah pasti akan ramai, dengan kehadiran sikembar nantinya ," kata Bu Yanti.

__ADS_1


Mereka bertiga tertawa sembari mengeluarkan bola dari dalam kolam renang.


Dalam kamar, Richard menunggu Aisha keluar dari dalam kamar mandi.


Setelah meletakkan Aisha kedalam bathub, untuk berendam air hangat. Richard keluar.


Begitu keluar dari dalam kamar mandi.


Richard tertawa cekikikan, sedari tadi Richard sudah tidak bisa menahan tawanya. Tapi Richard berusaha menahan tawanya agar tidak keluar, agar Aisha tidak berani lagi masuk kedalam kolam tanpa bersama dengan dirinya. Karena Richard takut Aisha terpeleset di dalam kolam.


"Mas say marah, baby. Daddy Sepertinya marah, kalian bertiga juga nakal. Kenapa menyuruh mommy masuk kedalam kolam, Kalian harus bertanggung jawab untuk minta maaf kepada Daddy ." Aisha bicara dengan baby-nya.


"Kalian lahir nanti, harus minta maaf kepada Daddy ya. Tapi masa minta maafnya nunggu delapan bulan lagi, apa selama delapan bulan. Mas say harus marah ?"


"Biar mommy mewakili kalian bertiga untuk minta maafnya sekarang ya, nanti kalau kalian sudah lahir. Kalian minta maaf lagi ," ucap Aisha sambil mengelus perutnya.


Pintu terbuka, Richard masuk kedalam kamar mandi.


"Sudah selesai ?" tanya Richard.


"Sudah mas ."


Richard memegang kedua tangan Aisha yang ingin keluar dari dalam bathtub, dan mengelap badan Aisha dan kemudian memakaikan jubah mandi.


Ketika Richard ingin menggendongnya, Aisha mengelak.


"Mas ! biarkan Aish jalan ya. Nanti Aisha lupa cara berjalan, jika di gendong terus," kata Aisha.


"Lupa cara berjalan." tawa batin Richard.


Selesai berpakaian, Aisha duduk disamping Richard. Dan bergelayut manja dilengan Richard.


"Mas, Aish mewakili sikembar minta maaf ya ," ujar Aisha.


Richard melihat kearah Aisha.


"Kenapa mewakili sikembar ?"


"Mereka yang ingin main air mas ," jawab Aisha.


"Karena mereka belum lahir, makanya Aish wakilkan mereka untuk meminta maaf," kata Aisha.


"Jangan lakukan lagi ya, jika ingin main. Tunggu mas ada, bagaimana jika jatuh terpeleset ?"


"Maaf ya mas, Aish nggak akan lakukan lagi. Janji !" Aisha menurunkan kedua jemarinya.


"Awas kalau ingkar janji!" ancam Richard.


Aisha menangkup wajah Richard dan melekatkan bibirnya ke bibir Richard.


Muaaahh...


"Hanya ini ?"


"Iya, Aish lapar ." Aisha mengusap perutnya.


"Baiklah, ayo mau makan apa ." Richard menuju lemari pendingin yang ada didalam kamar, yang berisi buah-buahan.


"Mau melon, pepaya !"


"Baik boss ." Richard mengeluarkan buah-buahan yang diinginkan Aisha.


*


*

__ADS_1


*


...Bersambung 😘🥰...


__ADS_2