Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
157 Kumpul bocah


__ADS_3

Jumpa lagi dengan author receh 😀, tetap semangat guys. Tetap jaga kesehatan.


❤️❤️❤️


Hari ini semua keluarga berkumpul di rumah Richard, untuk merayakan ulang tahun putra kembar mereka yang ke lima tahun.


Ketiganya sangat senang, karena banyak menerima hadiah.


Halaman samping rumah yang luas dibuat oleh anak-anak untuk bermain sepakbola.


Hanya baby Adam, Wiratara dan Mada yang belum bisa berbaur dengan saudara-saudaranya.


"Mas besan, sepertinya aku akan memilih Rodrick menjadi calon menantuku ," kata David tiba-tiba.


"Kenapa kau memilih Rodrick?" tanya Sony .


"Aku suka dengan Rodrick, yang selalu bisa membuat aku tertawa ," jawab David.


"Itu masih kecil, bagaimana jika besar nanti Drick berubah. Dan menjadi pemuda yang menjengkelkan ," kata Dony.


"Hei..enak saja bilang, Rodrick akan menjadi pemuda yang menjengkelkan..!" seru Richard kepada Dony.


"Sorry Om ." kekeh Dony.


"Kau memilih, bagaimana jika putrimu menolak ?" tanya Richard.


"Aku akan mengurungnya dalam kamar, sampai dirinya setuju ," jawab David.


"Hahaha..! kau akan menjadi orang tua yang otoriter ," kata Dony.


"Tidak apa-apa, demi kebaikan putriku ," jawab David.


Berbeda dengan kumpulan para laki-laki, kumpulan para ibu sibuk membahas tentang semua hal. Dari gosip artis sampai perkembangan putra-putri mereka.


"Ais, kapan lahir. Menurut perkiraan Dokter ?" tanya ibu Aisha.


"Akhirnya bulan Bu ," jawab Aisha.


"Sudah tahu jenis kelaminnya ?" tanya Nenek Aisha.


"Belum Nek, baby nya terlalu pemalu ," kata Aisha.


"Pasti cewek itu, karena pemalu ," kata Chintya.


"Cewek sekarang tidak pemalu lagi, main nyosor saja ." kata ibu Aisha.


"Iya, tuh contohnya. Alana, lamar cowok duluan ." kata Chintya.


"Itu nurun dari Oma ." Alana memeluk Omanya.


Tawa bergema di kumpulan para wanita.


"Semoga cewek ya, masa semua cicit nenek laki-laki semua ," kata Nenek.


"Amin ." jawab serentak.


"Kemana anak yang lain ?" tanya Aisha, yang melihat halaman tempat anak-anak bermain hanya tinggal Keane dan Dama. Yang masih bermain bola.


"Biar Al lihat ." Alana berjalan kehalaman belakang, dan tidak berapa lama. Alana kembali dengan berteriak..


"Aaaarghhh....!" teriakkan Alana membuat orang-orang yang sedang asik ngobrol menjadi berhenti, dan berlari mendekati Alana dan bertanya.

__ADS_1


"Ada apa ?" tanya Dony.


"Anakmu mas Dony..anakmu !" saking kagetnya, Alana tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Ada apa dengan Aldo ?" terlihat panik Dony, dan ingin pergi dari mana Alana tadi datang.


Begitu berbalik badan, mata mereka terbelalak.


"Apa yang kalian lakukan ?" Richard mendekati Aldo dan mengambil ular kecil yang seperti bando di kepala Aldo.


Yang lain bergidik melihat ular kecil yang berada ditangan Richard.


Satu persatu datang dari belakang, dengan membawa satu hewan ditangannya.


Kenway membawa iguana, Rodrick membawa marmut dan di kepala Aldo ular kecil melingkar.


"Siapa yang melepaskan hewannya dari dalam kandang?" tanya Richard, karena Mamat yang bertugas membersihkan hewan peliharaan anak-anak sedang pulang kampung.


Ketiganya saling mengangkat tangannya.


"Ayo kita kembalikan kedalam kandang ," kata Richard, Ketiga mengikuti Richard.


"Hih.. walaupun tidak berbisa, tetap menakutkan ." kata Dony.


"Aldo tidak takut ya ," kata ibu Aisha.


"Sudah biasa Tante, Aldo megang ular peliharaan Rodrick. Al yang ngeri melihatnya, Aldo seperti penari ular saja ," kata Alana dan kembali duduk ditempatnya semula.


***


Setelah mengantarkan Richard berangkat kekantor dan Ketiga jagoan berangkat sekolah, Aisha kembali masuk kedalam rumah. Belum sampai kedalam, tiba-tiba perut Aisha terasa sakit. Sejak tadi malam Aisha sudah merasakan sakit, tapi Aisha mengira hanya sakit biasa saja.


"Bu Yanti..Bu Yanti..!" panggil Aisha sambil masuk kedalam rumah dengan perlahan-lahan.


"Bu Yanti..!" teriak Aisha dengan kencang, dan terlihat air mengalir dari kedua paha Aisha. Aisha duduk dikursi dekat pintu ruang keluarga. Dan merapatkan kedua pahanya.


Mendengar suara teriakan Aisha yang keras, Bu Yanti yang sedang didapur kaget. Berlari ke arah suara Aisha memanggil dirinya.


" Ya Non Aisha !" Bu Yanti melihat Aisha duduk memegang perutnya.


"Aish mau melahirkan Bu," ujar Aisha dengan suara yang lirih menahan sakit .


"Apa ! bagaimana ini ?" bingung Bu Yanti.


"Tolong hubungi mas Rich ," kata Aisha.


"Ini Bu ." Aisha memberikan ponselnya.


Bu Yanti menghubungi ponsel Richard, dan terdengar suara ponselnya berada di dekat meja makan.


"Kenapa suara ponselnya dirumah ," ucap Aisha.


Bu Yanti menuju suara ponsel, dan melihat ponsel Richard di atas meja makan.


"Non, Den Richard lupa membawa ponsel ." beritahu Bu Yanti.


"Ayo Bu, kita kerumah sakit," kata Aisha.


"Naik apa Non, mobil ada sopir tidak ada ," kata Bu Yanti.


Sopir yang khusus untuk Aisha dan si kembar sedang cuti .

__ADS_1


"Duduk dulu Non, biar ibu ke rumah depan ," kata Bu Yanti.


Aisha duduk didekat pagar, raut wajah Aisha meringis.


"Kenapa saat seperti ini, semua orang tidak ada. Alana pergi ke rumah kak Chintya, David sudah pergi ." saat Richard pergi kekantor tadi, mobil David keluar dari dalam rumah.


Bu Yanti datang bersama dengan Mayang .


"Aish..!"


"Perutku sakit May ," ujar Aisha.


"Ayo kita kerumah sakit ." Mayang menuntun Aisha untuk masuk kedalam mobil.


Bu Yanti masuk kedalam rumah, dan keluar dengan membawa kunci mobil.


"May, kau bisa bawa mobil kan ?" tanya Aisha, karena tidak pernah melihat Mayang membawa mobil.


"Kau anggap remeh aku ya, semua bisa ku bawa ," kata Mayang.


"Bu Yanti, tolong jaga anak-anak ya ," kata Aisha sebelum mobil bergerak meninggalkan rumah.


"Sakit Aish ?" tanya Mayang dengan mengemudi mobil di atas rata-rata.


"Sakitnya datang pergi ," Sahut Aisha.


"Mas besan sudah dihubungi ?" tanya Mayang.


"Bagaimana mau dihubungi, ponselnya saja tinggal ," kata Aisha.


"Hubungi asistennya ," kata Mayang.


"Oh iya ."


Aisha mencari-cari nomor asisten Tony di ponsel Richard.


Setelah menemukan nomor asisten Richard, Aisha menekan nomor Tony.


Sekali nada panggil, Tony langsung menjawabnya.


"Ya Pak ." suara Tony langsung terdengar, karena Tony mengira Richard yang menghubunginya.


"Pak Tony, ini Aisha. Ponsel Mas Rich ketinggalan, tolong sampaikan pada Mas Richard. Aish sudah kerumah sakit, anaknya mau keluar !" teriak Aisha, karena saat berbicara dengan Tony. Tiba-tiba perutnya terasa sakit.


Tanpa menunggu apa jawaban Tony, Aisha memutuskan telepon. Aisha meringis menahan sakit.


"Kenapa mau keluar sekarang baby, tunggu Daddy ya ," kata Aisha dengan mengusap-usap perutnya.


"Pasti anakmu perempuan Aish, sama dengan anakku. Tidak mau lahir ditunggu oleh Papanya." kata Mayang, saat melahirkan Mada. Mayang di antarkan oleh Dony, Richard dan Aisha.


"Aaahghh..!"


"Makin dekat sakitnya ?" tanya Mayang.


Aisha menganggukkan kepalanya.


"Sabar ya baby, Tante ngebut ini !" Mayang menekan gas .


🌟


🌟

__ADS_1


Bersambung dulu guys ❤️😘❤️


__ADS_2