Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 183 Jangan main-main


__ADS_3

Tetap semangat dan selalu menjaga jarak, dan mari kita vaksin.


Jangan takut **vaksin


Happy reading guys ❤️**


*


*


Aldo kaget dengan kelakuan Aida, Aldo berusaha untuk menghindar tetapi Aida seperti kesetanan terus merengsek maju ke tubuh Aldo. Sehingga badan Aldo mentok ke tembok.


"Jangan Aldo.. jangan..!" teriak Aida dengan keras, sehingga orang yang lewat dari ruangan meeting room yang tidak tertutup rapat mendengar dan masuk kedalam ruangan meeting.


"Tolong..tolong.. Pak Aldo ingin memperkosa saya !" teriak Aida sembari duduk dilantai dengan memegang bajunya yang koyak.


"Apa yang kau katakan !? seru Aldo kepada Aida yang duduk dilantai.


Orang-orang yang masuk kedalam ruangan menjadi heran menatap wajah Aida.


"Ada apa ?" Aryo masuk kedalam ruangan meeting, karena melihat gerombolan orang berada didepan pintu.


"Pak Aldo ingin memperkosa saya." adu Aida .


"Tidak! Aryo, perempuan ini sudah gila. Apa yang dikatakannya tidak benar !" Aldo menolak tuduhan Aida.


"Benar! pasti perempuan ini mengada-ada, kami sudah lama mengenal Pak Aldo," kata karyawan yang berdiri di depan pintu.


"Karena dia boss mu, kau membela dia !" ujar Aida, masih menangis.


"Kau pembohong!" ujar karyawan yang lain.


"Kau sungguh menjijikkan! cih..." ujar karyawan yang lain lagi.


"Kau akan aku laporkan !" seru Aids.


"Tunggu Nona Aida, sebelum anda melaporkan. Kita bicarakan baik-baik," kata Aryo.


"Aldo, bagaimana kejadiannya?" tanya Aryo kepada Aldo.


Aldo menceritakan semua, dari awal Aida masuk dan kemudian menyerangnya dan mengoyak bajunya sendiri.


"Aldo, aku curiga dengan perbuatannya ini. Hubungi Om Dony ." titah Aryo.


Dony hari ini tidak masuk kantor, karena mengantarkan Mamanya yang sedang sakit.


Tidak begitu lama, muncul Rodrick. Karena klinik hewan Rodrick tidak jauh dari perusahaan Dony.


Rodrick meluncurkan kekantor Aldo, setelah mendapatkan perintah dari Daddy-nya. Karena Rodrick berada ditempat yang dekat dengan Aldo.


Dengan keras pintu terbuka dari luar, sehingga orang yang berada didalam ruangan menjadi kaget.


"Ada apa ini !? tanya Rodrick dengan suara yang keras dan ekspresi wajah yang marah.


"Om !" Aldo bangkit dari duduknya.


Rodrick melihat kearah Aldo dan kemudian pandangan matanya beralih menatap Aida yang masih duduk meringkuk di lantai.


Rodrick berjalan mendekati Aida, dan menatap wajah Aida dengan lekat.


"Kenapa dia ?" tanya Rodrick.


"Aldo ingin memperkosa saya ," sahut Aida.

__ADS_1


"Wah..hebat! keponakan ku sudah jago, sudah bisa memperkosa wanita ." tertawa Rodrick sembari menatap wajah Aldo yang masem.


"Om, aku tidak melakukan apa yang dikatakan dia ," kata Aldo.


"Tenang! Om tahu siapa keponakan Om ini," kata Rodrick dan memberikan tepukan di bahu Aldo.


"Aku menuntut keadilan, aku akan melaporkan semua ini ke polisi ," ujar Aida, dengan suara yang terdengar bergetar.


"Tenang Nona, kami pasti memberikan keadilan untuk mu. Tapi kita tunggu sebentar lagi, apa ini semua karyawan mu Aldo ?" tanya Rodrick kepada keponakannya.


"Iya Om," sahut Rodrick.


"Semuanya, ayo duduk. Kalian pasti ingin tahu kan, apa boss kalian ini telah melecehkan Nona ini ?" tanya Rodrick kepada karyawan Aldo yang masih berada didalam ruangan.


"Kami percaya, Pak Aldo tidak melecehkan dia !" ujar salah satu karyawan.


"Benar Pak.."


"Benar pak." karyawan yang lain mengiyakan ucapan yang dikatakan karyawan tersebut.


"Karena kalian takut dipecat, kalian membela orang yang bersalah!" seru Aida dan menangis kembali.


"Aryo sini" Rodrick memanggil Aryo, dan membisikkan sesuatu ketelinga Aryo dan Aldo.


"Baik Pak." Aryo bergegas keluar dari dalam ruang meeting.


"Aku haus, apakah ada yang bisa memberikan aku minum?" Rodrick memandang kearah karyawan.


"Baik Pak" seorang karyawan wanita keluar untuk mengambil minum yang diminta Rodrick.


Apa yang ditunggu oleh Rodrick tiba, pertama sekali Richard dan Keane tiba. Kemudian Aisha dan Alana, dan Dony tiba belakangan.


Melihat kedatangan Richard dan rombongannya, para karyawan cukup terkejut. Karena tidak pernah melihat Richard sebagai Opa Aldo datang, dan Om Aldo turun langsung membantu keponakannya.


"Opa, Aldo tidak melakukan apa yang dituduhkannya" kata Aldo kepada Richard.


"Opa ?" batin Aida dengan menatap wajah Richard.


"Apa orang ini, mantan Tante Rika ?" pertanyaan dalam benaknya Aida.


"Opa tahu, Aldo bukan orang seperti itu ," sahut Richard.


"Bagaimana Drick ?" tanya Richard.


"Sudah Drick suruh Aryo mengurusnya Daddy, jangan khawatir. Tidak akan ada orang yang bisa bermain-main dengan kita," kata Drick sambil menatap wajah Aida dengan tatapan mata yang tajam, membuat Aida menunduk.


"Sayang !" Alana langsung memeluk Aldo.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Alana kepada putranya.


"Tidak Ma," jawab Aldo.


"Nona, kau tidak apa-apa?" tanya Aisha kepada Aida yang sekarang sudah duduk di sofa, dan bajunya yang sudah koyak ditutupi oleh jaket yang diberikan oleh satu karyawan.


"Dia tidak apa-apa Mommy, lihatlah. Tidak ada lebam ditubuhnya. Hanya bajunya saja yang koyak," ujar Rodrick.


Kedatangan polisi, membuat Aida menunjukkan dramanya. Aida menangis dan meminta agar polisi menangkap Aldo.


"Orang itu ingin melecehkan ku Pak, tangkap dia Pak ." jemari Aida menunjuk Aldo.


"Saya tidak melakukan semua yang dituduhkannya Pak," kata Aldo kepada polisi.


"Nona, anda serius menuduh Pak Aldo ?" tanya polisi.

__ADS_1


"Serius pak, lihat baju saya ini koyak. Karena dia ingin memperkosa saya!" seru Aida dengan bersemangat, tangannya menunjuk kearah Aldo.


Aldo yang ditunjuk hanya diam, wajahnya terlihat tenang. Tidak ada rasa khawatir sedikit pun juga.


"Baiklah, kita akan menanyakan dikantor polisi " sahut polisi.


"Sebelum kekantor polisi, kami ingin menunjukkan bukti yang sangat akurat Pak polisi. Dari rekaman ini kita dapat melihat apa yang terjadi, kalau anak saya bersalah, saya sendiri yang akan menyerahkan anak saya dan jika anak saya tidak bersalah. Saya akan laporkan Nona ini dengan pencemarannya nama baik!" seru Dony.


"Betul! ini sudah merusak nama keluarga besar Hutama, Aldo cucu keluarga Hutama dan Adipura!" ujar Richard.


Wajah Aida pucat, terlihat dari wajahnya kepanikan.


"Apa bukti yang ingin ditunjukkan Pak Dony." batin Aida yang was-was.


Aryo menyerahkan kaset CD kepada polisi.


"Pak, seluruh ruangan disini saya pasang cctv. Hanya toilet yang tidak terpasang, gudang juga saya pasang cctv," kata Dony kepada polisi.


"CCTV?" batin Aida.


Sejak apa yang dilakukan oleh Sarah dahulu, Dony memasang cctv di seluruh gedung. Dia takut, ada karyawan yang berbuat ulah lagi.


Polisi memutar kaset CD yang diberikan oleh Aryo, dan semua mata memandang dalam layar.


Didalam layar terlihat, bagaimana Aida melakukan apa yang dituduhkannya kepada Aldo.


"Gila..!"


"Cewek tidak waras !"


Ucapan terus keluar dari mulut orang yang berada dalam ruangan.


Aida yang melihat itu semua, tertunduk. Dia tidak tahu lagi, apa yang akan terjadi terhadap dirinya. Karena dramanya sudah ketahuan.


"Maaf Pak ! maaf !" Aida mengatupkan kedua tangannya untuk meminta maaf.


"Lihatlah Nona, kau sudah berbohong! kau menuduh anak saya !" marah Alana.


"Maaf Bu, saya hanya disuruh oleh seseorang," kata Aida.


"Siapa ?" marah Dony.


"Dia..dia...!"


"Dia siapa ?" bentak Rodrick tidak sabar.


"Mama !" sahut Aida.


"Siapa mama? mamamu ?" tanya Alana.


"Iya," jawab Aida .


"Siapa mamamu ?" tanya Richard.


"Sarah..!"


"Perempuan itu lagi!" kaget Dony mendengar nama Sarah.


*


*


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2