Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 148 Takut


__ADS_3

Tetap semangat selalu, dan selalu jaga kesehatan.


Happy reading guys ❤️


***


Mayang ingin turun dari ranjang, tapi belum kakinya menginjak lantai suara David sudah terdengar memperingatkannya.


"Yang ! mau kemana ?" suara David.


"Mau kekamar mandi, mau buang air kecil ," jawab Mayang.


David langsung mengendong Mayang dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.


"Mas ! aku masih bisa jalan ," Mayang menolak untuk di gendong.


"Yang, baru dibilang oleh Dokter. Harus bed rest ."


David mendudukkan Mayang di closed.


"Keluar ! jangan dipelototi begitu ." jutek Mayang.


"Iya..! jangan keluar, kalau sudah siap panggil ." titah David sebelum keluar dari dalam kamar mandi.


Setelah selesai, Mayang memanggil David. Seperti saat masuk, keluar juga David mengendong Mayang.


David meletakkan Mayang diranjang, dan membetulkan posisi bantalnya. Agar Mayang nyaman.


"Sampai kapan begini ? kenapa hamil anak kedua, bisa-bisanya begini. Tidak seperti hamil Al Dama !"


"Mungkin anak yang ini perempuan ," sahut David.


"Kalau laki lagi ?" tanya Mayang.


"Mungkin sudah takdir ku tidak bisa punya anak perempuan" jawab David.


"Batal besanan dengan Aisha ," kata Mayang.


"Tidak bisa melalui anak kita, kita bisa besanan melalui cucu-cucu kita ."


Ucapan David membuat Mayang membulatkan matanya menatap kearah David.


David hanya tertawa kecil.


"Dama belum kembali ?" tanya Mayang.


"Biar saja Dama di rumah mas besan, disana ramai ," kata David.


"Kasihan Aisha menjaga empat anak ," kata Mayang.


"Mereka bertiga tidak perlu di jaga, Rodrick yang perlu ekstra menjaganya. Tapi aku suka jika menantuku nanti Rodrick, anak itu sangat ramah. Tidak seperti Keane dan Kenway, terlalu pendiam ," kata David.


"Semoga keinginan mu terkabul mas," kata Mayang.


"Amin ."


***


Aisha sedang mengawasi empat anak laki-laki kecil, Ketiga putranya dan putra Mayang yang lebih sering berada di rumah Richard dari pada bersama dengan kedua orangtuanya.

__ADS_1


Seakan-akan Richard memiliki empat orang putra, karena Al Dama sangat suka ikut dengan Richard dan Aisha.


Neneng datang dengan membawa cemilan dan juice untuk ke empat anak kecil yang sedang asik mewarnai dan menggunting-gunting kertas.


"Kenway, jangan kena tangan ya Nak ." ingatkan Aisha, kepada putranya yang sedang menggunting kertas.


"Ok Mom ," jawab Kenway.


Walaupun gunting yang digunakan khusus untuk menggunting kertas dan tidak tajam, Aisha tetap khawatir.


Yang tadinya membaca sembari mengawasi keempatnya, Aisha terkantuk-kantuk. Dan kemudian jatuh tertidur pulas dalam posisi duduk.


Rodrick yang melihat mommynya tidur mendekatinya dan menatap wajah mommynya.


"Dek, jangan ganggu mommynya ," kata Keane.


"Hus...!" Rodrick memberikan tanda kepada Keane agar diam.


Keane menarik Rodrick untuk duduk kembali.


Begitu Keane tidak melihat, Rodrick mendekati mommynya dan melakukan sesuatu ke wajah cantik mommynya.


Aisha terbangun ketika mendengar suara yang tertawa.


"Mas say, sudah pulang ." begitu membuka matanya, Richard berdiri didepan Aisha. Sedikit tawa terlihat diraut wajahnya.


"Sudah bangun Nyonya ?" tanya Richard dengan wajah yang tersenyum.


"Ngantuk Mas ," sahut Aisha.


"Ntah kenapa, belakang hari ini. Mau tidur terus bawaannya." Aisha bangkit dari duduknya.


"Capek ? ah..ngak! mereka baik budi. Rodrick juga tidak buat ulah ."


"Mana anak-anak ?" tanya Aisha, karena ruang bermain sudah sepi .


"Mereka kesebelah ," jawab Richard.


Richard mengandeng Aisha dan membawanya kedepan kaca, begitu tiba di depan kaca.


"Aaaa... kenapa dengan wajahku ?" Aisha kaget, begitu melihat wajahnya melalui kaca. Wajahnya penuh dengan cat, sekarang wajahnya penuh dengan riasan dari cat.


Richard tertawa dengan menundukkan kepalanya, jemari tangannya menutup mulutnya.


"Anak-anak pasti yang melakukannya, bukan semua anak-anak. Pasti Rodrick yang melakukannya !" kesal Aisha.


"Kenapa Rodrick ?" tanya Richard.


"Karena hanya Rodrick yang melukis tadi, ketiganya menggambar dan menggunting kertas."


"Untung, Rodrick tidak menggunting rambut mommynya ." Richard tertawa lebar.


"Mas say..!" manyun bibir Aisha, mendengar perkataan Richard.


"Sudah! jangan marah-marah, biasa anak-anak. Kreativitas dan imajinasi yang berlebih, mungkin Rodrick ingin menggambarkan badut yang dilihatnya kemarin ," kata Richard.


Waktu hari Minggu Richard membawa keempatnya melihat badut, dan mereka sangat suka. Terlebih Rodrick dan Kenway, sedangkan Keane dan Al Dama tidak seberapa dibandingkan Kenway dan Rodrick.


"Ayo bersihkan ."

__ADS_1


***


Karena Ketiga putranya berada dirumah Alana, Richard membawa Aisha untuk pergi. Selama kehadiran ketiga putranya, waktu mereka untuk pergi bersama semakin berkurang. Saat mengetahui ketiganya berada dirumah Alana, suatu kesempatan untuk melakukan kegiatan bersama dengan Aisha.


"Kita mau kemana Mas ?" tanya Aisha.


"Kemana Asay mau pergi, sopir ini ikut saja ," sahut Richard.


"Ih..serius ! nggak apa-apa anak-anak kita tinggalkan dengan Alana Mas? apa tidak repot Alana ?" tanya Aisha, takut merepotkan Alana.


"Anak-anak kita tidak lah merepotkan, ketiga anak-anak yang baik budi ," jawab Richard.


"Rodrick yang ku takutkan Mas, bagaimana jika dibawanya Aldo pergi keluar ." Aisha mencemaskan Rodrick yang tidak bisa tenang dan terlalu aktif.


"Mas ! apa Rodrick ada kelainan, mungkin saja Rodrick anak autisme?" khawatir Aisha.


"Apa? anak autisme?" Richard melirik Aisha.


"Iya, mungkin. Rodrick terlalu lama didalam inkubator Mas !"


"Mas rasa tidak mungkin, begini saja . Biar tenang, besok kita bawa kerumah sakit. Biar kita tenang, tapi kalau Mas lihat. Rodrick hanyalah anak-anak yang ingin tahunya yang besar ," kata Richard.


"Kita bawa saja Mas, sebelum terlambat ," kata Aisha.


"Nanti kita tanyakan kepada Mama ya, Dokter anak ," kata Richard.


"Sudah tenang saja, Mas yakin. Rodrick tidak ada kelainan apapun juga." Richard memegang tangan Aisha untuk menenangkannya.


***


Keesokan harinya, Richard membawa Rodrick untuk pergi kerumah sakit. Walaupun sudah dikatakan oleh Mama Richard, bahwa Rodrick anak yang normal. Tidak ada yang aneh. Tetapi Aisha belum sepenuhnya berhenti khawatir, sebelum pemeriksaan otak dilakukan.


Aisha takut, anaknya mengalami gangguan dikepalanya. Karena sifat Rodrick berbeda dengan Keane dan Kenway.


Begitu tiba di rumah sakit, pasien yang mengantri sudah lumayan banyak. Tetapi Rodrick tidak rewel, Rodrick anteng saja bermain dengan anak-anak yang menunggu namanya dipanggil.


Setelah mengantarkan Aisha, Richard keluar. karena menerima telepon dari Mamanya.


Seorang ibu yang duduk dekat Aisha bertanya kepada Aisha, mengenai Rodrick.


"Sakit apa Bu ? saya lihat anaknya seperti tidak ada yang dikeluhkannya ?" tanya ibu tersebut.


"Anaknya terlalu aktif Bu, tidak bisa diam. Kedua saudaranya tidak seperti yang ini Bu, anak saya ini kembar tiga ." cerita Aisha.


"Bu, kalau anak actif itu jangan di khawatirkan. Yang perlu kita waspadai anak itu diam saja, tidak mau bicara dan lemah. Patut kita curigai anak itu sedang sakit, apa ibu mau. Anak ibu diam saja ?" tanya ibu tersebut kepada Aisha.


"Nggak lah Bu," jawab Aisha.


"Anak ibu lincah, kenapa ditakutkan. Tandanya anak ibu ini sehat-sehat saja, Bu, lihat orang yang baru masuk itu. Anaknya diam saja, tidak lincah. Ternyata anak itu sakit Bu, ibunya tadi bilang. Tapi saya tidak tanya sakit apa ."


*


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2