Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 186 jutek ketemu jutek


__ADS_3

Tetap semangat dan selalu menjaga jarak, virus itu benar ada. Dan mari kita vaksin, jangan takut untuk vaksin.


Happy reading guys ❤️


*


*


Rodrick sampai di kliniknya, perasaannya masih kesal dengan peristiwa yang dialaminya.


"Dokter, ada pasien yang tidak bisa datang. Bagaimana, apa dokter ingin kesana ?" kata pegawai yang dipekerjakannya di kliniknya.


"Kenapa tidak bisa datang kesini?" tanya Rodrick.


"Pemiliknya sudah tua Dok, tidak ada kendaraan yang bisa membawa peliharaannya kesini ," kata Umar, yang yang sehari-harinya tinggal dan merawat hewan yang berada di kliniknya.


"Oh ya, nanti akan ada orang yang mau kerja disini. Suruh tunggu, aku tidak akan lama ." pesan Rodrick kepada Umar.


"Baik Dok ," sahut Umar.


Rodrick mengambil perlengkapannya dan kemudian keluar dari dalam kliniknya.


*


*


Sekelompok murid berseragam putih abu-abu keluar dari dalam sekolah.


"Vely, jangan pulang dulu. Kita ke Mall ," kata Yuna, sahabat Vely disekolah.


"Aku tidak bisa, belum minta izin ," kata Vely.


"Vely, kau itu sudah mau 17 tahun. Dua bulan lagi kau itu sudah menangkalkan seragam putih abu-abu, apa kau tidak bosan. Selalu dikekang " kata Yuna.


"Iya Vely, kau seperti bayi saja. Kemana-mana tidak boleh, punya pacar tidak boleh. Padahal Steven itu cinta mati kepada mu " kata Mala.


"Maaf friends, aku tidak bisa ikut." selesai berkata, Vely berlari menuju mobil yang sudah menunggunya.


"Vely anak mommy, mana mau dia ikut dengan kita jalan-jalan," kata Mala.


"Kita anak apa ?" tanya Yuna.


"Anak curut!" sahut Sinta yang baru bergabung.


"Ayo guys! kita acak-acak isi Mall dulu ." ketiganya masuk kedalam mobil.


Dalam mobil, Vely teringat dengan ucapan temannya. Yang mengatakan Vely selalu dikekang tidak boleh kemana-mana.


"Kang Mamat, apa Vely dikekang ya?" tanya Vely pada Mamat, yang hari ini menjemput Vely.


"Mana akang tahu, Non Vely merasa dikekang ?" kang Mamat balik bertanya.


"Nggak," jawab Vely.


"Nah.. kalau tidak merasa dikekang, kenapa nanya ?" ujar Mamat.


"Teman-teman Vely, mereka mengatakan. Vely tidak dibolehkan kemana-mana." beritahu Vely.


"Non Vely tidak boleh kemana-mana, itu demi kebaikan. Selama ini Non Vely bolehkan pergi, kalau dikekang itu. Non Vely dilarang pergi." jelaskan kang Mamat.


"Vely ingin juga seperti teman-teman, ke Mall," kata Vely.


"Non Vely kemarin baru dari Mall," ujar Mamat.


"Itu dengan Mada, ini dengan teman-teman sekolah."

__ADS_1


"Izin Non, jangan sembunyi-sembunyi. Bodyguard Non nanti marah." ingatkan Vely tentang ketiga kakaknya.


**


Hari ini Keane dapat asisten baru, karena selama ini Tony yang selalu mendampinginya. Setelah merasa Keane sudah bisa dilepas dalam menangani klien, Richard mencarikan Keane asisten. Yaitu keponakan Tony, yang baru resign dari pekerjaannya.


"Keane ini Jack , sekarang sebagai asistenmu ." Richard mengenalkan Jack kepada Keane.


"Selamat bergabung Pak Jack." Keane mengulurkan tangannya kepada Jack.


"Terima kasih Pak Keane ." balas Jack dengan menyambut uluran tangan Keane.


"Jangan panggil Pak, saya masih muda. Kalau dipanggil pak, kesannya seperti sudah tua," kata Keane.


" Panggil Jack saja, karena saya baru 23 tahun " kata Jack dengan menampilkan senyum dibibirnya.


"Sekarang Jack, kau yang membantu dan menghandel semua pekerjaan Keane yang Om urus ." Tony menyerahkan buku catatannya kepada Jack.


"Baik Om" sahut Jack sambil menerima buku catatan jadwal Keane.


"Sekarang, Daddy akan ambil kembali asisten andalan Daddy," kata Richard.


***


Rodrick kembali ke klinik nya, setelah selesai mengunjungi pasiennya.


"Umar, apa anak yang mau kerja itu sudah datang?" tanya Rodrick.


"Belum Dok ," jawab Umar.


"Calon dokter hewan begitu, terlalu lambat ." jengkel Rodrick.


"Mungkin tidak jadi Dok," kata Umar.


"Kata saudaranya jadi, kalau tidak memandang saudaranya temanku. Sudah tidak aku terima dia kerja disini ." gerutu Rodrick sambil masuk kedalam ruangan kerjanya.


"Permisi !" sapa gadis tersebut.


"Mau berobat, mana hewannya?" tanya Umar karena tidak melihat ada hewan yang dibawa gadis tersebut.


"Tidak Mas, Jessie disuruh datang kesini," jawab gadis yang bernama Jessie.


"Oh.. Nona yang ditunggu oleh Dokter ya ?" kata Umar.


"Ia Mas ," jawab Jessie.


"Aduhh..! kenapa datang lama Nona, dokter kesal. Sudah ditunggu dari tadi ," kata Umar.


"Mas, dokternya galak ya ?" tanya Jessie.


"Nggak galak, tapi dokter tidak suka orang yang tidak on time ," kata Umar.


"Masuk sana, sudah ditunggu." titah Umar, dan menunjukkan ruangan Rodrick.


Jessie berjalan menuju ruang kerja Rodrick dan mengetuk pintunya.


"Masuk ." titah Rodrick dari dalam.


Jessie membuka pintu dan masuk kedalam.


Rodrick yang sedang sibuk dengan komputernya, tidak melihat kearah Jessie yang berdiri didepan meja kerja Rodrick.


"Gawat ! bukannya orang ini yang hampir menabrak ku tadi ?" dalam benak Jessie.


"Kau !" Rodrick mengalihkan pandangannya dari komputer kearah Jessie, dan kaget melihat gadis yang ribut dengannya tadi pagi berdiri didepannya.

__ADS_1


"Hai..!" Jessie melambaikan tangannya dan senyum merekah dibibirnya, wajah dan jantung Jessie tidak sejalan. Jantung Jessie saat ini berdetak dengan cepat.


"Matilah aku, kenapa harus pria ini yang harus kutemui hari ini." batin Jessie.


"Mau apa kau kesini ?" ketus Rodrick, mata Rodrick tajam menatap Jessie yang berdiri didepannya.


"Mau melamar dokter ! eee..salah maksudnya mau melamar pekerjaan..!" seru Jessie, yang pada dasarnya seorang gadis periang. Tapi dihadapan Rodrick yang menatapnya seperti ingin menerkamnya, membuat Jessie gugup.


"Kau adik Tomy?" tanya Rodrick.


"Betul sekali Dok, adik yang paling cantik," sahut Jessie.


"Cantik? kepedean!" jengkel Rodrick.


"Iya Dok, saya paling cantik. Karena kakak-kakak saya ganteng semua," ujar Jessie, berusaha untuk bergurau. Untuk menutupi kegugupannya.


"Edan ." gumam Rodrick, mendengar perkataan Jessie.


"Besok kau boleh masuk, jam 8 sudah sampai disini. Jangan sampai telat, kalau sampai telat. Gaji mu akan dipotong," kata Rodrick.


"Ihh..! Pak dokter, belum rasa gajian. Sudah mau di sunat saja ." gerutu Jessie.


"Apa kau bilang?" Rodrick mendengar perkataan Jessie samar-samar.


"Tidak ada Pak, sekarang saya boleh pulang?" tanya Jessie.


"Apa kau mau tinggal disini? kalau mau tinggal disini, tinggal pilih. Mau tidur dikandang yang mana ," kata Rodrick tanpa memandang Jessie.


"Permisi." Jessie langsung keluar dari dalam ruangan Rodrick.


"Dasar dokter hewan, dikiranya aku ini hewan. Mau tidur didalam kandang ?" ngedumel Jessie.


"Kenapa Non ?" tanya Umar, melihat Jessie keluar dari dalam ruangan Rodrick dengan ngedumel.


"Nggak ada apa-apa mas, saya besok sudah bisa masuk kerja disini ," kata Jessie.


"Oh ya ! baguslah Non, saya sudah repot mengurus sendiri ," kata Umar.


Jessie pamit untuk pulang kepada Umar.


"Besok jangan telat Non ." ingatkan Umar, sebelum Jessie keluar dari dalam klinik.


"Iya mas " sahut Jessie sebelum keluar dari dalam klinik.


Didalam ruangan, Rodrick melihat data-data Jessie yang dikirimkan oleh Tomy. Kakak Jessie.


"Masih 19 tahun ." ujar Rodrick.


Rodrick melihat kearah jam, dan waktu menunjukkan pukul 11 siang.


Rodrick keluar dari dalam ruangannya.


"Umar saya keluar dulu," kata Rodrick.


"Kemana Dok ?" tanya Umar.


"Jemput kak pilot, hari ini Kenway balik" kata Rodrick.


"Kalau ada pasien, tangani dulu ." Rodrick bergegas keluar untuk menjemput Kenway.


Rodrick masuk kedalam mobil, karena menjemput Kenway. Rodrick tidak naik motor, tapi naik mobil.


*


*

__ADS_1


Bersambung 😘


__ADS_2