Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 38 Trauma


__ADS_3

Aisha menyapa kakak-kakak semua, semoga kita sehat selalu. Tetap menjaga kesehatan.


Happy reading ❤️


***


Dini hari mereka sampai dirumah, sedangkan Aisha masih terlelap. Begitu tiba Wisnu langsung mengangkat dan membaringkannya keranjang, kemudian Rafa langsung memeriksa kondisi Aisha.


"Bagaimana Rafa ? apa ada yang mengkhawatirkan ?" tanya Wisnu, begitu Rafa selesai melakukan pemeriksaan terhadap Aisha.


"Kondisi luar tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hanya ada memar dilengan dan pipinya," ucap Rafa.


"Apa dia telah dilecehkan ?" tanya Larasati dengan berat hati.


"Kalau itu tidak bisa kita lihat dari luar Bu, kita harus melakukan visum," ucap Rafa dan memasukkan alat medisnya kedalam tas yang selalu dibawanya.


"Kita harus laporkan ini ke polisi, ini sudah satu kejahatan ," kata Rafa dan menatap Aisha yang masih dalam kondisi tidur.


"Kenapa dia tidak bangun juga, sudah tiga jam dia tidur. Sejak dari kota tadi ?" tanya nenek kepada Rafa.


"Mungkin dia capek nek, kita tidak tahu apa yang dialaminya tadi. Jangan biarkan dia sendiri, mungkin jika dia bangun dan mengingat apa yang dialaminya. Bisa saja dia histeris," kata Rafa dan keluar dari dalam kamar Aisha diikuti oleh nenek dan Wisnu.


"Rafa, kau jangan pulang ya. Mungkin nanti kami membutuhkan bantuan kamu lagi," ucap nenek kepada Rafa.


"Iya nek ," jawab Rafa.


"Wisnu, suruh Janah bereskan kamar tamu. Nenek akan menemani Aisha," ucap nenek dan kembali masuk kedalam kamar cucunya.


"Wisnu, aku tidur disini saja. Lagi pula aku juga tidak mengantuk ," kata Rafa dan mendudukkan dirinya di sofa.


"Mau minum kopi ." tawarkan Wisnu kepada Rafa.


"Boleh ," jawab Rafa.


Wisnu pergi kearah dapur dan tidak lama kemudian kembali dengan membawa cemilan, dan diikuti oleh Janah dengan membawa teko berisi kopi.


"Asik..masih panas ." Rafa mengambil pisang goreng yang masih panas.


"Iya pak, tadi saya baru goreng. Sambil menunggu nenek pulang," ucap Janah dan menuangkan kopi ke gelas yang dibawanya tadi.


"Silahkan pak ," ucap Janah sebelum mengundurkan dirinya kembali ke dapur.


"Terimakasih Janah ," kata Rafa dan menyesap kopinya.


"Rafa, menurutmu apa yang harus kami lakukan?" tanya Wisnu.


"Laporkan ," Rafa.


"Kami tidak tahu siapa yang melakukannya ," kata Wisnu .


"Tugas polisi untuk mengungkapkannya," kata Rafa.

__ADS_1


"Ibu takut untuk melaporkannya " kata Wisnu lagi.


"Kenapa ?" tanya Rafa.


"Nanti nama Aisha sebagai korban pelecehan diketahui orang, ibu takut Aisha nanti menjadi pembicaraan." cerita Wisnu kenapa ibu Aisha tidak melaporkan kejahatan yang dialami Aisha ke polisi.


"Aku paham dengan ketakutan Tante Laras, bagaimanapun orang-orang akan tahu ," kata Rafa.


Seperti yang ditakutkan Wisnu dan ibunya, Aisha terbangun dan langsung berteriak ketakutan dan menangis histeris. Sehingga Rafa menyuntikkan obat penenang agar Aisha tenang.


****


Kita lihat dulu kebelahan bumi yang lain, dimana seorang pria paruh baya yang masih sangat gagah sedang duduk melamun menatap danau kecil yang ada didekatnya berada.


"Dad ." seorang laki-laki muda datang menghampirinya, dan langsung duduk disampingnya.


Josh melihat orang yang duduk disampingnya, dan mengeluarkan senyuman dari bibirnya.


"Edward lihat, Daddy sudah cukup lama berada disini ," kata Edward kepada Daddy-nya.


"Daddy suka melihat angsa berenang, lihat. Mereka sepertinya tidak ada beban ." tunjuk Josh kearah gerombolan angsa besar bersama dengan angsa-angsa kecil berenang kesana-kesini.


"Sebenarnya, mungkin saja mereka ada beban Dad. Tapi kita tidak tahu, karena kita tidak paham bahasa angsa." Edward berusaha untuk bergurau, agar Daddy-nya mau tertawa.


"Dad, carilah mereka," ucap Edward tiba-tiba.


Mendengar perkataan Edward, Josh kaget dan melihat kearah anaknya.


"Edward tidak marah Dad, itu masa lalu Daddy. Mommy yang datang belakangan," ucap Edward dengan pemikiran yang dewasa.


"Apa mommy yang menceritakan semuanya ?" tanya Josh sambil menatap wajah anaknya.


"Ya, mommy sedih. Melihat Daddy terus sedih jika mendengar tentang Indonesia, mommy merasa telah merenggut Daddy dari keluarga Daddy di Indonesia."


"Tidak, mommy tidak merenggut Daddy. Itu emang keinginan Daddy untuk tidak kembali kesana, karena disini keluarga sangat membutuhkan Daddy ," kata Josh kepada Edward.


"Dad, apa Edward punya saudara di sana ?" tanya Edward.


"Tidak ada, waktu Daddy pergi kami tidak punya anak," kata Josh.


"Sangat disayangkan, kalau Edward punya saudara laki atau perempuan sungguh menyenangkan tadi ," ucap Edward.


"Kalau Daddy ingin mencarinya ke Indonesia, Edward boleh ikut ya ?" tanya Edward.


"Terimakasih son, sudah mengerti mengenai beban Daddy," ucap Josh sambil menepuk-nepuk pundak putranya.


"Kapan kita ke Indonesia ?" tanya Edward dengan bersemangat.


"Tunggu urusan perusahaan selesai dulu ," kata Josh dengan bersemangat, berbeda dengan tadi. Wajahnya terlihat kusut.


***

__ADS_1


Alana mencampakkan ponselnya ketempat tidur, setelah selesai melakukan latihan tadi. Alana menghubungi ponsel Aisha, tetapi ponselnya Aisha tidak menjawab.


"kemana Aisha, sudah dua hari dia tidak datang ." gerutu Alana.


Tadi saat Mayang datang untuk membantu dirinya latihan, dia juga bertanya dengan Mayang. Dan Mayang juga tidak mengetahui keberadaan Aisha.


"Ais..," ucap Alana dan meraih ponselnya kembali, dan berusaha untuk menghubungi nomor Aisha. Tetapi tetap tidak terhubung, dan di jawab operator dengan berada diluar jangkauan.


"High.. operator nyebelin, aku tidak ingin mendengar suara mu. Aku ingin mendengarkan suara Aisha." Aisha marah mendengar suara operator yang menjawabnya.


"Sayang, kenapa marah-marah. Nanti cepat tua lho..." mamanya datang menghampiri Alana.


"Ais ma, ponselnya tidak bisa dihubungi. Padahal dia sudah janji akan datang kerumah setiap hari ," ucap Alana.


"Mungkin dia sibuk dengan perkuliahan, jika tidak sibuk dia pasti akan datang ," kata mamanya.


"Ma, ponselnya juga tidak bisa dihubungi ?"


"Mungkin ponselnya rusak sayang ."


"Alana khawatir ma, apa ada sesuatu yang terjadi."


"Tanya Mayang, mungkin dia tahu ?"


"Tadi sudah Alana tanyakan, tetapi Mayang juga tidak tahu. Sudah dua hari dia juga tidak bisa menghubungi ponselnya," kata Alana kepada mamanya.


"Mungkin ponselnya hilang, atau bisa juga dicuri orang," ucap mamanya.


"Kalau ponsel hilang, atau tidak. Kenapa dia tidak datang kerumah ?"


"Aduh..mama nggak tahu ah, kita tunggu saja. Atau dia tidak mau datang karena malu ," ucap mama Alana.


"Malu karena apa ma ?" tanya Alana.


"Kita mau menjodohkan dia dengan Richard, Aisha itu gadis pemalu," kata mama Alana.


"Apa karena itu ?" tanya Alana dengan perasaan tidak yakin.


"Mungkin saja, kalau tidak karena itu karena apa lagi. Apa kalian ada ribut ?"


"Hih..Alana itu tidak pernah ribut dengan Aisha ya. Kami itu best friend, tidak akan pernah terpisahkan selamanya. Makanya Alana ingin dia menikah dengan Om Richard, agar kami bersama selamanya."


"Kita tunggu saja, dia pasti akan datang. Sabar ya, makan dulu biar makan obat ," kata mamanya.


"Huh..bosan, makan obat terus." omel Alana.


"Biar cepat sembuh ,"


**Bersambung..


Ayo kakak-kakak reader, mari kita jaga kesehatan**

__ADS_1


__ADS_2