
Tetap menjaga kesehatan, dan selalu bersemangat.
Happy reading guys ❤️
****
Diwaktu orang sedang berada didalam dunia mimpi, orang yang mempunyai baby kecil pasti sering keluar dari dalam mimpinya. Begitu mendengar suara tangisan baby-nya ditengah malam, bisa karena aus dan bisa karena pampers nya sudah penuh.
Begitu juga yang dialami Aisha, tapi baby Vely tidak serepot mengurus Ketiga jagoan.
Jelas beda, Ketiga jagoan. Kalau sudah aus, akan menangis secara trio.
Baby Vely menangis dan tugas Richard untuk melihat, apa baby Vely aus apa pambers penuh. Jika aus Richard akan mengangkatnya dan memberikan kepada Aisha untuk diberikan susu, dan jika hanya pampers penuh. Richard sudah terlatih untuk menggantinya sendiri.
Sepertinya saat ini, baby Vely bangun. Baru sekali terdengar suara rengekan, mata Richard langsung terbuka. Walaupun belum terbuka dengan sempurna, Richard menapakkan kakinya menuju ke box putri kecilnya.
"Apa sayang ." netra bening putrinya menatap wajah Daddy-nya.
"Sayang rindu Daddy ?" Richard bicara dengan putri kecilnya, sembari memeriksa pambers.
"Masih kosong, kenapa tidak ada air pee nya. Apa tidak banyak minum susu ini ." Richard mengangkat baby Vely, dan meletakkannya disamping Aisha dan kemudian Richard mengambil handuk kecil dan sedikit air hangat. Dan mencelupkan handuk ke air hangat.
"Asay..! bangun, ada yang mau minum ," ucap Richard.
"Hemhh.." Aisha membuka matanya dan menerima handuk hangat dan mengelap pucuk gunungnya. Kemudian baru menyusul baby Vely.
Rutinitas seperti itu selalu terjadi disaat malam, bukan hanya mencetak Vely secara bersama-sama. Dalam mengurusnya Richard selalu siaga turut membantu.
Setelah selesai, dan baby Vely tidur. Richard kembali mengangkat dan mengembalikannya ke dalam box.
Pagi tiba, selama kelahiran baby Vely. Kebiasaan ketiga jagoan berubah, sekarang. Begitu pagi tiba, kamar langsung diserbu ketiga jagoan.
"Mommy..!" pintu terbuka, karena Aisha selalu bangun cepat. Sebelum ketiga bangun dan langsung membuka kunci pintu.
Kenway dan Rodrick berlari menuju mommynya yang sedang memberikan susu kepada baby Vely, Keane berlari menuju ketempat tidur.
"Daddy..!" Keane langsung menghampiri Daddy dan naik keatas tempat tidur.
"Kakak ." suara Richard yang masih serak, suara khas orang yang belum bangun dengan sempurna.
"Bangun Daddy, ayo lari pagi. Dama sudah pergi lari dengan Papa nya." kata Keane, dengan menggoyangkan lengan Daddy nya.
Mendengar nama Dama disebut, Richard langsung duduk.
"Ayo, jangan mau kalah kita dengan Papa Dama ." Richard langsung turun dari tempat tidurnya dan beranjak menuju kamar mandi.
Menunggu Daddy dikamar mandi, ketiganya melihat adik kecilnya nyusu.
"Kakak mau nyusu ?" tanya Aisha kepada ketiganya.
"Hih..kakak sudah besar mommy !" seru Kenway.
"Kalau masih mau, ini mommy kasih ," kata Aisha sambil tertawa.
"Nggak !" jawab serentak ketiganya.
__ADS_1
"Untuk adik saja, kami minum coklat," kata Keane.
Pintu kamar mandi terbuka, ketiga jagoan melihat kearah Daddy-nya.
"Ayo Boys, kita olahraga. Jangan kalah kita dengan Papa Dama ." Richard lari keluar dari dalam kamar, diikuti oleh ketiga jagoannya.
"Mas Rich, nggak mau kalah. Kalau David nggak lari tadi, pasti Daddy masih dibawah selimut ya Dedek " ucap Aisha kepada baby Vely.
Richard membawa Ketiga jagoan, keliling komplek perumahan. Dan berakhir di taman perumahan, disana David bersama dengan Dama sedang melakukan perenggangan otot.
"Hai Mas besan ." sapa David begitu melihat kedatangan Richard dengan Ketiga jagoannya.
"Hallo calon menantu ." sapa David kepada ketiga jagoan Richard.
"Hai Om ." balas ketiganya.
"Daddy, boleh kami bermain di sana ," kata Keane kepada Richard.
"Boleh, jangan jauh-jauh mainnya ," kata Richard.
Setelah mendapatkan izin, mereka berempat berlari menuju ketempat bermain anak-anak yang ada dilapangan.
Richard dan David duduk mengawasi anak-anak bermain.
"Mas besan, sekarang kita bisa mengawasi mereka. Begitu mereka dewasa, apa yang kita lakukan sekarang ini. Tidak bisa kita lakukan lagi, mereka masing-masing dengan kesibukan sendiri ," kata David.
"Walaupun mereka sudah dewasa, kita harus terus mengawasi mereka. Jika mereka terlihat akan salah langkah, kita harus beri rem. Agar pergaulan mereka tidak kebablasan," kata Richard.
"Apa bisa kita mengekang mereka?" David tidak yakin, anak-anak akan ikut apa yang dikatakan orang tua.
"Contohnya kita ini, orang tua memberikan kita kebebasan. Tapi kita tidak salah arah." sambung Richard.
"Mas besan, aku serius ingin menjodohkan putra-putri kita," kata David.
"Kalau mereka tidak suka ?" tanya Richard.
"Kenapa mereka tidak suka, lihatlah Dama putraku sangat ganteng. Hanya satu kekurangan Dama, anaknya sangat pendiam. Jika sampai besar Dama seperti itu, aku takut mas besan. Dama tidak akan menikah ," kata David.
Richard tertawa, mendengar ucapan David mengenai putranya Dama.
"Mas besan kenapa tertawa ?" tanya David.
"Dama masih kecil, baru 4 tahun. Sudah kau takutkan tidak akan menikah ," kata Richard.
"Kalau melihat kepribadiannya seperti itu, aku takut tidak ada gadis yang mau dekat dengannya. Dama nurun dari siapa, Mayang tidak seperti itu. Aku juga tidak Mas besan ," kata David.
"Keane juga seperti Dama," kata Richard.
"Keane nurun dari mas besan, mas besan itu dulu kelihatan sangat angkuh. Apalagi saat berhasil menikung gebetanku ," kata David.
Richard menoleh kearah David, dan memberikan tatapan tajam.
"Hehehe...!" tertawa David melihat Richard melototi dirinya.
****
__ADS_1
Ketiga jagoan Richard pulang sekolah dengan perasaan senang.
Seperti biasa, ketiganya langsung berlari mencari mommynya. Dan bercerita apa yang mereka lakukan disekolah.
"Mommy, tadi disekolah. Kami main drama ," kata Kenway.
"Drama apa ?" tanya Aisha.
"Drama apa kak ?" tanya Kenway kepada Keane.
"Perang ," sahut Keane.
"Oh.. karena acara 17 August ya ?" tanya Aisha.
"Tidak tahu mommy, kami disekolah ikut lomba 17 ," jawab Rodrick.
"Menang ?" tanya Aisha.
"Tidak mommy, kami tidak bisa makan kerupuk ," kata Keane.
"Ya sudah, nggak menang tidak apa-apa. Sana ganti baju ." titah Aisha kepada ketiganya.
Begitu selesai bersihkan badan, ketiga pergi keruang keluarga dan melihat Neneng menjaga baby Vely.
"Mommy mana ?" tanya Rodrick dan duduk didekat baby Vely tidur.
"Mommy keatas, Rodrick mau apa ?" tanya Neneng.
"Nggak ada ," kata Rodrick.
Sekarang mata Rodrick fokus menatap ke televisi, begitu juga dengan Keane dan Kenway.
Mata mereka melihat, televisi yang menayangkan film perang. Yang selalu ditayangkan selalu, saat memasuki bulan August setiap tahun.
Aisha datang dan melihat ketiga anteng melihat film kemerdekaan Indonesia.
Aisha menceritakan tentang film tersebut, dan ketiganya mangut-mangut. Apakah mengerti apa yang dikatakan mommynya, apa tidak.
Selesai menonton film, ketiganya asik mengikuti apa yang terjadi didalam film. Permainan mereka semakin ramai, begitu Dama dan Aldo ikut bergabung.
Setelah bosan bermain di dalam rumah, mereka berpindah main keteras depan.
"Daddy..!" teriak Rodrick, begitu terlihat mobil Richard memasuki pelataran parkir rumah.
Mobil Richard berhenti, dan Richard turun. Di ikuti oleh dua orang asing, yang membuat anak-anak yang bermain perang-perangan berhenti dan menatap dua wajah asing dengan waspada.
Sampai Rodrick lari masuk kedalam rumah, sembari berteriak kencang.
"Mommy.. mommy..penjajah..!" teriak Rodrick sekuat tenaga, membuat Aisha yang mendengar kaget.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung 😘