Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 238 Menuju sah


__ADS_3

Tetap semangat ya kakak-kakak, semoga pandemi ini cepat berlalu. Dan kita bisa beraktivitas kembali seperti biasa.


Happy reading guys ❤️😘


**


Tertawa riuh terdengar dari dalam kamar hotel yang dipesan khusus untuk para calon-calon ibu muda.


"Bokong monyet? ada-ada saja " kata Vania, yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Sudah selesai? ini pakai gaun pengantinnya, semoga tidak kekecilan?" kata Tante Sudung.


"Sudah fitting dua hari yang lalu Tante, tidak mungkin kekecilan" kata Vania, seraya mengambil gaun yang diberikan oleh Tante Sudung.


"Tante khawatir yang sudah duluan akad, mungkin saja perut sudah ada jentik-jentik yang berenang didalam perut" ujar Tante Sudung ambigu.


Mada dan Vely yang mendengar perkataan ambigu Tante Sudung saling pandang, dan spontan memegang perut mereka masing-masing.


Orang-orang yang berada dalam ruangan juga saling pandang.


"Hiahh!" teriak Tante Sudung panik.


"Ada apa Tante ?" teriak asistennya.


"Bagaimana jika baju ini tidak pas di badan mereka, hiahh..!" Tante Sudung memijat pelipisnya, yang terasa pusing mendadak.


"Tante, apa seminggu langsung jadi?" tanya Vely dengan wajah polosnya.


Semua mata memandang wajah Vely, tanpa kecuali.


"Vely." Mada menyikut lengan Vely, dan mengedip-ngedip matanya.


"Apa ?" Vely tidak mengerti apa yang diinginkan oleh Mada.

__ADS_1


"Sudah tidak apa-apa, tidak ada yang aneh. Mereka sudah menikah, coba pakai bajunya. Kalau ada yang kurang pas di badan, biar kita perbaiki.


Ketiga membuka bajunya, dan para asisten Tante Sudung membantu Vely, Mada dan juga Vania.


"Alhamdulillah!" Tante Sudung merentangkan tangannya keatas, karena bahagia. Ketiga bajunya tidak ada yang perlu diperbaiki, karena masih sesuai dengan ukuran.


Derrt..derrtt..


Ponsel Tante Sudung bergetar didalam saku bajunya.


Dengan cepat Tante Sudung mengeluarkan ponselnya, dan menjawab panggilan telepon ponselnya.


"Halo, What..!" Tante Sudung berteriak menjawab panggilan telepon selulernya.


Orang yang dibalik sambungan telepon, berbicara sesuatu dengan Tante Sudung.


"Baik.. baiklah," jawab Tante Sudung.


"Ada apa Tante?" tanya asistennya.


Dengan langkah seribu Tante Sudung dan sang asisten berjalan dengan setengah berlari.


"Tante, kita kembali ke butik untuk apa?" tanya asistennya.


"Kita pindahkan isi butik kesini" ujar Tante Sudung.


"Apa kita mau buka stand di hotel ini?" tanya asistennya.


"Diamlah! Tante pusing ini."


Akhirnya asisten Tante Sudung diam, dan mengikuti boss nya masuk kedalam mobil.


Dan mobil meluncur dengan kecepatan penuh, menerobos macetnya jalanan. Karena resepsi pernikahan diadakan hari biasa.

__ADS_1


***


Hari dan jam yang di nanti-nanti Kenway tiba, Kenway gagah duduk dikursi. Untuk melakukan akad, tidak terlihat gugup di raut wajahnya.


Tidak seperti wajah kedua laki-laki yang sudah melakukan akad, Keane dan Dama. Terlihat ada rasa khawatir di wajah keduanya.


Sesekali wajah mereka melihat kearah luar, seakan-akan mereka menunggu kedatangan seseorang.


"Boy, santai saja. Mereka akan tiba tepat waktu" tepukan tangan dipundak, membuat keduanya mendongak. Melihat wajah yang berbicara.


Richard berdiri dibelakang keduanya.


"Apa sudah ada kabar Daddy?" tanya Keane.


Richard menggelengkan kepalanya, tapi tidak terlihat rasa khawatir diwajahnya.


"Jangan tunjukkan wajah khawatir kalian berdua, nanti mommy curiga" kata Richard.


"Beritahu saja kepada mommy Dad" kata Keane.


"Tidak usah dulu, kalau tidak jadi. Mommy akan ngamuk, apa kalian tidak takut. Singa betina ngamuk," ujar Richard.


"Hih.. Daddy, awas ya mommy tahu. Daddy akan tidur diluar kamar" kata Keane.


"Hus..!"


*


*


*


Bersambung 😘😘

__ADS_1


Jangan lupa tekan like..like


__ADS_2