Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 70 Sweetie and Sweetheart


__ADS_3

Jumpa lagi dengan author receh 😀


***


Richard berusaha meloloskan kemeja yang dikenakan Aisha dengan penuh kesulitan, apalagi Richard membuka baju Aisha dengan mata tertutup.


"Kenapa aku harus menutup mata, Aisha sudah halal untuk kulihat. Ku sentuh juga sudah halal," ujar Richard dan membuka matanya.


Akhirnya Richard membuka baju Aisha dengan mata terbuka.


"Oh..shit..!" seru Richard, saat melihat badan Aisha bagian atas yang sudah tidak ditutupi baju lagi. Hanya tersisa renda hitam yang menutupi gunung Semeru nya.


Richard menelan saliva nya yang hampir Lolos dari dalam mulutnya.


Dengan cepat Richard memasukkan baju tidur yang dipegangnya tadi, sedangkan Aisha tidur seperti baru saja makan obat tidur.


"Sweetie maaf .." Richard mengelus pipi Aisha, sebelum membuka jeans yang dipakai Aisha.


Richard kesulitan membuka celana jeans yang dipakai Aisha, karena sangat ketat. Sedangkan Aisha sedikitpun tidak merasa terganggu, Dia hanya mengigau.


"Hemh..ibu, jangan ganggu." tangan Aisha menarik celananya yang sudah hampir turun kepinggulnya.


"He.. jangan di naikan lagi ," ujar Richard, saat tangan Aisha menarik celananya kembali.


"Aku sudah capek Aish, aku juga ingin tidur."


Sekali lagi, Richard melepaskan celana Jeans Aisha. Akhirnya Dia berhasil melepaskan celana jeans yang dipakai Aisha.


" Oh..God, seharusnya malam ini istimewa. Kenapa hanya aku yang bekerja membuka baju, sedangkan gadis ini seperti sudah seminggu tidak tidur. " Richard berbicara sendiri.


Mata Richard terbelalak melihat keindahan ciptaan Tuhan yang terpampang nyata didepan matanya. Sekali lagi, Richard menelan saliva nya.


"Ini godaan, ini godaan !" seru Richard sembari menurunkan baju tidur Aisha, sehingga menutupi renda segitiga yang terlihat didepan mata Richard.


Richard dengan cepat menarik selimut dan menutupi hampir seluruh badan Aisha, saking gugupnya melihat ciptaan Tuhan yang maha sempurna dihadapannya.


"Oh kenapa aku hampir menutupi seluruh tubuhnya, bagaimana jika nanti Aisha tidak bisa bernafas. Bisa-bisa aku dapat record Duda tercepat." Richard menurunkan selimut yang menutupi wajahnya Aisha.


"Seharusnya ini malam pertama, lihatlah. Dia tidur seperti baby." Richard ngoceh sendiri, sambil menatap Aisha yang tadi tidur telentang sekarang mencari posisi yang nyaman dengan meringkuk memeluk guling.


Richard merebahkan tubuhnya disisi Aisha, dan menarik badan Aisha untuk masuk kedalam pelukannya.


Richard menatap Aisha dengan tatapan mata yang berbinar, Dia tidak menyangka secepat ini menikahi sahabat keponakannya.


"Sangat cantik ." Richard mengelus pipi dan bibir Aisha.


Richard mengangkat kepalanya, dan mendekatkan wajahnya kebibir Aisha. Dan memberikan kecupan sekilas.


"Sweet dream sweetie." bisik Richard ketelinga Aisha.

__ADS_1


"Apa aku sudah mencintai dirinya, kenapa hati ini sangat senang saat melihat dan mendengar suaranya."


"Segitu cepat aku bisa melupakan Jeslyn, apa selama ini aku sebenarnya tidak ada rasa cinta kepada Jeslyn ?" pertanyaan-pertanyaan


"Apa karena aku kesepian sendiri disana, dan Jeslyn sebagai kawan bicara yang cukup mengasyikkan." sambung Richard lagi.


Banyak pertanyaan yang berseliweran didalam pikirannya, sehingga tidak terasa Richard juga sudah masuk ke alam mimpinya.


***


Semua sedang masuk kedalam dunia mimpi, tidak begitu dengan Gaby. Dia sedang asik dengan dunia malam yang gemerlap, musik hingar-bingar membuat Gaby meliuk-liukkan tubuhnya mengikuti irama musik. Kali ini Dia temani oleh kedua sahabatnya, Lily dan Eline.


"Li, pulang yok. Aku nggak betah ," ujar Eline kepada Lily.


"Sama, tapi bagaimana. Tuh lihat ." moncong Lily menunjuk kearah Gaby yang lagi bergoyang sendiri.


"Biar saja Dia sendiri." Eline bangkit dari duduknya.


"Nanti Dia marah ," kata Lily.


"Daripada emakku yang marah nanti ," kata Eline dan berjalan keluar dari dalam club.


Melihat Eline keluar, Lily juga turut keluar mengikutinya.


Sedangkan Gaby sudah dalam keadaan tak sadar.


"Mau kau bawa kemana ?" tanya Mario.


"Kemana lagi, ayo kita bersenang-senang ke hotel," ujar Andy, dan terlihat senyum smirk disudut bibirnya.


"Gila kau, apa kau sudah mau mati !" seru Mario.


"Tenang saja, Dia tidak sadar. Dia tidak akan tahu dengan siapa Dia bersenang-senang di hotel," kata Andy dan terus membawa Gaby yang setengah sadar.


Saat mereka sampai di depan pintu keluar, seseorang melihat apa yang dilakukan Andy.


"Wow..mau kau bawa kemana Dia ?" tanya Mark yang baru saja sampai ke club'.


"Tenang Bro, kami akan mengantarkannya pulang," jawab Andy.


"Tidak usah, kemarikan temanku. Biar aku yang mengantarkannya pulang ." Mark mengambil alih Gaby dan mengangkatnya untuk masuk kedalam mobilnya.


"Kau itu, jika tidak kulihat tadi. Mungkin besok kau sudah terbangun didalam hotel dalam keadaan tanpa busana." Mark tahu, bahwa Andy itu seorang playboy. Dan mantan-mantan yang ditinggalkannya dalam keadaan hamil.


"Berubahlah Gaby ," ujar Mark sembari menjalankan mobilnya meninggalkan club' malam.


****


Aisha masih terbuai dengan mimpi indahnya, Dia belum menyadari dimana Dia tidur saat ini.

__ADS_1


"Hemmh..kemana Kitty sangat hangat dan harum," ucap Aisha yang sudah terbangun, tetapi belum membuka matanya.


Tangan Aisha meraba-raba tubuh yang memeluknya, Aisha mengira tubuh yang berada didekatnya adalah tubuh boneka hello Kitty nya. Yang belakangan hari ini menjadi teman tidurnya.


Sedangkan Richard terganggu tidurnya, saat tangan Aisha meraba wajahnya dan menepuk-nepuk dadanya.


Richard membuka sedikit matanya, dan melihat tangan Aisha yang sudah berhasil membuat tidurnya terganggu.


Richard memejamkan matanya kembali, Dia ingin mengetahui apa yang akan dilakukan Aisha selanjutnya.


"Badan Kitty kenapa keras Begini ?" Aisha sedikit demi sedikit membuka matanya, dan penampakan didepannya. Membuat Aisha kaget dan berteriak memanggil ibunya.


"Ibu..!" teriak Aisha dengan keras.


"Aisha.." Richard membuka matanya, dan membalikkan Aisha menjadi dibawah Kungkungan badan Richard.


"Jangan.. jangan ganggu !" seru Aisha histeris, dan memukuli dada Richard dengan panik.


"Ais..Aish, ini Richard. Suamimu !" Richard berusaha menenangkan Aisha yang terserang panik.


Mendengar ucapan Richard, Aisha membuka matanya dan melihat Richard yang sedang memeluknya.


Aisha menangis dalam pelukan Richard, dia mengingat kembali kejadian yang dialaminya dulu.


"Ais takut, Ais kira Om orang jahat ," ucap Aisha didalam pelukan Richard.


"Sudah, jangan takut. Tidak akan ada yang berani menyakiti my sweetie ," ucap Richard sembari mengusap air mata yang mengalir dikedua pipi Aisha.


"Sweetie ?" Aisha sedikit mengurai pelukannya, dan memandang wajah Richard.


"Iya sweetie, hemhm..Aisha manggil suami Aisha ini apa?" tanya Richard dengan menaik turunkan alisnya.


"Aisha belum pikirkan ?" jawab Aisha dengan malu-malu.


"Sudah seminggu lebih sweetie, belum ketemu juga ?" tanya Richard, dan tangannya menangkup wajah Aisha. Tatapan matanya gemas melihat wajah Aisha.


"Bagaimana kalau sweetheart, sweetie dan sweetheart sangat cocok ," ucap Richard.


"Sweetheart, apa tidak seperti anak alay Om?" tanya Aisha.


"No, mulai sekarang ini sweetheart dan ini sweetie ." ujar Richard dengan menunjukkan dirinya dan Aisha.


"Selamat pagi Sweetie ." Richard memberikan kecupan sekilas dikening Aisha.


Aisha dengan masih malu-malu, membalas sapaan pagi Richard.


"Selamat pagi sweetheart." terlihat merah merona dikedua pipi Aisha.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2