
Sudah mendekati ending guys, tetap semangat bersama dengan keluarga happy family 🥰
***
Kedua orangtuanya Richard belum kembali, mereka masih membahas mengenai kehamilan Aisha.
"Hari Minggu ini, kami ingin pulang kampung ," kata Richard kepada kedua orangtuanya.
"Kalau menurut papa, jangan pulang dulu," kata Papa Richard.
"Iya, Aish. Jangan pulang dulu." mama mengiyakan ucapan papa Richard.
"Empat Minggu sangat riskan untuk bepergian ketempat yang begitu jauh," kata mama Richard.
"Bagaimana ini, begini paa. Maa, Om Sony ingin meminang ibu secara resmi. Tidak mungkin Aisha tidak datang ," kata Richard.
"Sony juga sudah mengatakan kepada Papa, papa juga berencana untuk mendampingi Sony," kata Papa Richard.
"Bagaimana Aisha ? Aisha tidak akan kecewakan, jika tidak datang saat acara lamaran. Lagipula hari Jum'at pesta pernikahan Alana, pasti Aisha akan capek. Minggu berangkat ke kampung ?" kata mama Richard.
"Kalau demi kebaikan Aisha dan kandungan Aisha ini, Aisha tidak apa-apa maa. Nanti Aisha akan cerita dengan ibu dan nenek ," kata Aisha.
****
Aisha sudah merebahkan tubuhnya, sedangkan Richard masih sibuk didepan laptopnya.
"Mas say sibuk ya ?" tanya Aisha.
"Tidak mas hanya mencari-cari berita tentang kelahiran kembar tiga," kata Richard.
Richard membawa laptop nya keatas tempat tidurnya, dan memperlihatkan artikel yang baru saja dibacanya.
"Ternyata, sudah sering ada hamil kembar tiga. Ini ada lagi kembar empat ," Richard memperlihatkan artikel mengenai seorang wanita yang hamil kembar empat dan lahir dalam keadaan sehat.
Richard menutup laptopnya dan meletakkannya keatas nakas.
Richard merebahkan kepalanya dan membawa Aisha masuk kedalam pelukannya.
"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja ," kata Richard.
"Aisha sudah menelpon ibu dan nenek mas, nenek melarang Aisha untuk pulang kampung. Ibu bilang itu bukan lamaran besar-besaran, itu hanya pertemuan keluarga untuk saling kenal saja," kata Aisha.
"Baguslah ," kata Richard.
"Anak kita kembar tiga, kalau dari perhitungan. Sepertinya hasil dari Inggris, tapi bisa juga dari kampung, sepertinya anak kita perpaduan singkong dan keju ." gurau Richard.
"Mas ini !" tangan Aisha menepuk dada Richard.
Richard tertawa dan menangkap tangan Aisha dan membawanya ke dekat bibirnya.
"Papa dan mama sangat gembira, mendengar akan mendapatkan tiga cucu sekaligus.
"Kami termasuk keluarga yang sulit untuk mendapatkan keturunan, mas dan kak Chintya saja jaraknya sangat jauh ," kata Richard menceritakan tentang keluarganya.
"Keluarga kami juga sama mas, ibu hanya punya satu saudara laki-laki. Yaitu ayah mas Wisnu, itu juga meninggal muda," kata Aisha.
"Kalau mas nanti mening...!" Aisha langsung menutup mulut Richard, karena Aisha tahu kearah mana Richard berkata.
"Aisha tidak ingin mendengar kalimat itu, kita akan menua bersama. Membesarkan triplets ini, mungkin akan ada adik-adiknya akan datang ," kata Aisha.
"Iya, anak-anak kita akan bersama dengan kita selamanya ," kata Richard.
"Masa selamanya mas ? apa mas tidak ingin mereka untuk menikah ?" tanya Aisha.
"Jika mereka menikah, mereka harus tetap tinggal bersama kita ," kata Richard.
"Mas ini, fosesif sekali. Kasihan putra-putri kita, akan mas kekang tidak boleh jauh dari mas ," kata Aisha.
"Mes akan mengikat mereka agar selalu bersama dengan kita ," ujar Richard.
"Mas ini semakin aneh saja !" seru Aisha.
"Aneh ! tapi cinta kan ?" tanya Richard.
"Iya..iya... sangat cinta !" Aisha mendaratkan kecupan ke pipi Richard.
__ADS_1
"Hanya pipi ?"
"Mau apa lagi ?" tanya Aisha.
"Ini juga boleh ." Richard mengerucutkan bibirnya, minta dikecup oleh Aisha.
Cup..
Aisha memberikan kecupan sekilas.
"Sudah !"
"Hanya itu ?" tanya Richard.
"Cukup ! semua yang berlebih tidak bagus mas ," jawab Aisha.
"Mas, Aisha rindu dengan Alana dan Mayang. Bolehkan hari kamis nanti Aisha nginap di rumah Alana, hari terakhir Alana sendiri mas. Kata Alana mau buat pesta lajang ," kata Aisha.
"Pesta lajang, boleh ! tapi pesta lajang jangan ada laki-laki ya ," kata Richard.
"Mas, kami hanya ingin berkumpul bertiga saja," kata Aisha.
"Jangan sampai capek ya, ingat didalam ini ada tiga kecebong kecil." Richard mengelus perut Aisha.
"Anak sendiri dikatain kecebong !"
"Baby, Daddy jahat ya !"
"Maaf..maaf ..!" Richard mempererat pelukannya.
"Bobok ya baby, Daddy dan mommy akan bobok juga. Daddy belum bisa jenguk kalian ," ujar Richard.
Plok..
Aisha menepuk dada Richard.
****
Aisha sedang membaca buku-buku mengenai kehamilan kembar tiga .
Ketukan dipintu kamarnya, membuat Aisha menghentikan kegiatannya.
"Masuk !" titahnya.
Pintu terbuka, dengan kemunculan wajah Neneng.
"Non, ada tamu ," kata Neneng.
"Siapa mbak ?" tanya Aisha.
"Nggak kenal Non, seorang wanita ," kata Neneng.
"Dia cari siapa ? cari Aisha atau mas Richard ?" tanya Aisha.
"Nggak Eneng tanya Non, biar Eneng tanyakan lagi ." Neneng ingin keluar untuk bertanya kepada tamunya .
"Nggak usah mbak, biar Aish turun saja ." Aisha keluar dari dalam kamarnya.
Sampai diruang tamu Aisha melihat seorang wanita duduk, sambil memainkan ponselnya.
"Kakak cari siapa ?" tanya Aisha.
Tamunya mendongak, saat mendengar suara.
"Hai.. kenalkan aku Jeslyn, teman Richard." Jeslyn mengulurkan tangannya.
Deg...
"Bukankah ini orang yang berada didalam gambar itu ?" batin Aisha.
Aisha mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan Jeslyn.
"Apa aku menganggu ?" tanya Jeslyn.
'Nggak kak, Aish lagi tidur-tiduran saja ," sahut Aisha.
__ADS_1
"Ayo kak duduk ," kata Aisha.
Neneng datang dengan membawa minuman dan cemilan.
"Ayo kak, silakan dicicipi ," kata Aisha.
"Terimakasih, oh ya. Kata Richard, Aisha sedang hamil ya?" tanya Jeslyn.
Diingatkan tentang kehamilannya, Aisha terlihat gembira.
"Iya kak ." sahut Aisha.
"Berapa bulan ?" tanya Jeslyn.
"Baru empat Minggu kak, dan didalam sini ada tiga calon baby kak ," kata Aisha.
"WHat...!? kaget Aisha.
"Serius ?" tidak percaya Jeslyn.
"Serius kak ," jawab Aisha.
"Bagaimana.. bagaimana rasanya ? ada tiga baby didalam kandungan ?" Jeslyn pindah tempat duduk, menjadi berdampingan dengan Aisha.
"Untuk sekarang ini belum ada perubahan apapun juga ," kata Aisha.
"Iya juga ya, karena baru sebulan ," kata Jeslyn.
"Tapi sekarang ini tidak heran lagi, ada kembar Lima dan enam . Tempat aku bekerja dulu, ada korban perkosaan dan hamil. Kembar lagi anaknya, apa tidak kasihan." ucap Jeslyn dengan perasaan yang iba.
"Ah.. sudahlah, kenapa bicara yang sedih-sedih. Biasanya Richard pulang jam berapa ?" tanya Jeslyn.
"Nggak tentu kak, tadi katanya ingin singgah kerumah kak Chintya dulu ," kata Aisha.
"Katanya keponakan Richard akan menikah, kenapa kalian masih muda sudah ingin menikah ?" tanya Jeslyn.
"Mungkin jodohnya sudah tiba kak, apa yang sudah ditentukan tidak bisa dihindari kan !" kata Aisha.
"Pantas Richard menikahi Aisha cepat, ternyata Aisha walaupun masih muda sudah ada pemikiran yang matang," kata Jeslyn.
"Asay..!" panggil Richard, begitu memasuki ruangan. Saat melihat Jeslyn Richard biasa saja.
"Jeslyn, kau jadi datang ?" tanya Richard.
"Jadilah, bete aku dirumah. Disini seru, apalagi aku tahu kau akan mempunyai baby kembar tiga. Wow... Richard kau sungguh-sungguh !" Jeslyn menunjukkan jempolnya.
Richard tertawa sembari memberikan kecupan dikening Aisha.
"Wow..! ingat, disini ada yang masih jomblo !" ketika Richard menunjukkan kemesraannya didepan Jeslyn.
"Siapa suruh kabur !" ledek Richard.
"Aku ingin mencari sendiri belahan jiwaku, tidak ingin hasil jodoh-jodohan !"
"Cari sampai memutih tu rambut." ledek Richard.
"Mas say ." ingatkan Aisha, saat Richard ingin mengecup perut Aisha.
"Biarkan saja ." Richard memberikan kecupan diperut Aisha.
"Hai baby, apa kabar . Daddy rindu, nanti malam Daddy mau bertamu. Bolehkan ?" tanya Richard.
Aish hanya menampilkan senyum masam, sedangkan Jeslyn hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia baru lihat kelakuan Richard saat ini, berbeda waktu ia mengenalnya saat diluar negeri.
*
*
*
*
**Bersambung...
Kalau tidak ada perubahan tinggal beberapa episode lagi, itu tidak janji ya**.
__ADS_1