
Dalam perjalanan menuju kantor Dony, Alana mampir ke toko bunga. Dia membeli bunga .
"Selesai, sekarang bawa Al ketempat Dony ya ," ucap Alana dengan menepuk-nepuk kemudi mobilnya.
"Emang Om saja bisa pergi honeymoon, awas ya. Alana akan pergi honeymoon ke planet mars !" Alana terus mengomel dalam perjalanan menuju kantor Dony.
Begitu tiba dikantor Dony, Alana langsung menuju kelantai yang ditujunya. Yaitu lantai 5, ruangan kerja Dony.
Walaupun usaha yang dirintis oleh Dony belum cukup lama, tetapi perusahaan yang dibangunnya sudah cukup berkembang.
Alana berhenti didepan meja sekretaris Dony.
"Nona Alana ." sapa Josep.
"Boss ada ?" tanya Alana.
"Ada Nona, masuk saja," ujar asisten Dony, Josep.
Tok
Tok
Alana mengetuk ruangan kerjanya Dony, begitu mendengar suara Dony. Agar dirinya masuk. Alana langsung masuk.
Dony menunduk, memandang file-file yang berada di atas mejanya. karena ia mengira Josep yang masuk kedalam ruangan kerjanya.
"Josep, rombongan dari Jepang. Kapan tiba ?" tanya Dony, tetapi tidak ada jawaban dari orang yang dikiranya Josep.
"Josep apa kau...!" ucapannya terhenti, begitu ia melihat. Bahwa bukan Josep yang masuk kedalam ruangan kerjanya.
"Alana !" Dony bangkit dari duduknya, dan beranjak mendekati Alana.
Tetapi ia menghentikan langkahnya, begitu melihat Alana mengeluarkan bunga dari dalam tas besar yang dipegangnya.
"Ini !" Alana menyerahkan bunga kepada Dony ."
"Untuk ku ?" tanya Dony.
"Bukan, sekarang lamar Alana !" ujar Alana spontan.
"Apaa.. !?" Dony kaget dengan permintaan Alana, apalagi Alana datang dengan membawa bunga.
"Iya ! cepat lamar Al, biar kita bisa menyusul Aisha dan mantan Om Al ke Inggris !" seru Alana dengan wajah yang serius.
"Om Richard dan Aisha ke Inggris ?" tanya Dony.
"Iya, mereka pergi tanpa pamit. Al mau honeymoon juga menyusul mereka ."
"Berapa lama mereka disana ?" tanya Dony.
"Seminggu ," jawab Alana.
"Kalau kita menikah, mereka sudah selesai honeymoon .!"
"Lagipula tidak mungkin kita menikah Om dan Aisha tidak datang, Al kan keponakan tersayang Om Richard !" sambung Dony.
"Hanya mantan keponakan! ingat itu, Al sudah memecat Om Richard dari list Om Richard favorit !"
"Aargh..mantan keponakan ?"
__ADS_1
"Iya, Om Richard bukan Om Alana lagi !"
"Seperti kerja saja, bisa main pecat," ujar Dony sembari tertawa kecil.
"Mau nggak lama Alana ?"
"Al, Dony mau ngelamar Alana. Tapi biar Dony yang merancang semua, ini nggak asik kan. Bunganya saja Alana yang bawa !" ucap Dony dan meletakkan tangannya di pundak Alana.
"Aaaarghhh...!" teriak Alana dengan kesal.
"Hih..gagal rencana ku untuk melamar Alana, jika sekarang aku menerima perkataannya untuk melamarnya dikantor ini ." monolog dalam benaknya Dony.
"Sekarang kita jalan yok, biar otak ini nggak kusut. Tugas kantor sudah tidak banyak lagi ," ujar Dony yang berusaha untuk menenangkan mood Alana yang lagi bete.
Akhirnya wajah Alana terlihat berubah menjadi ceria, karena Dony menyempatkan waktu untuk menemaninya jalan-jalan.
****
Larasati melakukan kesibukannya mengurus yayasan yang dibangun oleh Wisnu dan teman-temannya.
Inisiatif Wisnu mendirikan yayasan tersebut, karena kasus yang menimpa Janah. Dan banyak warga desa sekitar kampung Wisnu yang mengalami nasib serupa.
"Assalamualaikum Ara ." suara menyapa dirinya dari depan pintu, membuat Laras mengangkat kepalanya dan melihat keasal suara.
"Mas Sony, masuk mas ." Laras menyilakan Sony untuk duduk dikursi yang ada di ruangannya.
"Sibuk Ara ?" tanya Sony.
"Lumayanlah mas, makin kesini makin banyak donatur. mas Sony, jangan panggil Ara lah. Itu seperti panggilan anak kecil saja, Laras sekarang sudah tua dan janda lagi " ucap Larasati.
"Janda makin terdepan sekarang Ara ." yang hanya mampu bersuara didalam benaknya Sony.
"Oke, mas panggil Laras saja ya ," ucap Sony.
"Tadi dr Rafa menghubungi, ada pasien yang butuh ahli bedah ," kata Sony .
"Saya nggak tahu mas, saya hanya mengurus manajemen saja. Biar saya menghubungi Rafa ."
Setelah Rafa datang, mereka bertiga berbicara dengan cukup serius. Karena di Yayasan juga membutuhkan ahli bedah, akhirnya Sony bergabung dengan yayasan milik Wisnu.
"Selamat bergabung mas ." Laras mengulurkan tangannya, untuk memberikan selamat kepada Sony atas bergabungnya Dia.
"Terimakasih, karena masih berguna tangan orang tua ini ," ujar Sony.
"Dokter Sony, jangan merasa tua. Baru 30 tahun," ujar Rafa.
"Ya, 30 + 20 ." balas Sony.
"Masih muda mas ," kata Laras.
"Muda, tapi sayang masih kosong ." lirih suara Sony.
"Apa mas ?" tanya Laras karena tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Sony.
"Nggak apa-apa ."
***
Sudah satu jam, Mayang dan David berangkat.
__ADS_1
"Masih jauh ?" tanya Mayang.
"Lumayanlah ."
"Jalannya berkelok-kelok begini, mana hutan sepanjang jalan ," ujar Mayang.
"Lihatlah, makanya aku tadi ingin mengantarkan mu. Apa sanggup naik motor kesini, heran dengan pasien mu kenapa harus kau yang kesini ?" tanya David.
"Pasienku itu wanita tua, kesehatannya tidak terlalu bagus. Aku juga tidak tahu kenapa anaknya membawa ibunya tinggal didunia yang seperti tidak ada penghuninya begini ," kata Mayang.
Sepanjang perjalanan hanya hutan Pinus yang menyambut mereka, hanya sesekali orang yang mereka temui dalam perjalanan.
"Udaranya sejuk ya, dan masih asri ," kata Mayang.
"Karena ini sudah memasuki area pegunungan ," jawab David.
"Kau, kenapa tahu daerah sini ?" tanya Mayang.
"Perusahaan tempatku bekerja, pernah mendapatkan proyek untuk membangun resort diatas. Pemandangannya sangat indah ," kata David.
Mayang membuka kaca jendela dan angin semilir masuk menerpa wajahnya, sehingga matanya sedikit demi sedikit terpejam.
David melirik Mayang yang diam.
"Yah tidur !"
*****
Hari ini Richard membawa Aisha belanja oleh-oleh, untuk diberikan kepada sanak saudaranya.
"Mas say, apa yang kita belikan untuk Alana ?" Aisha berdiri didepan pernak-pernik merchandise klub sepakbola kesayangannya Alana.
"Belikan saja t-shirt putih itu ."
Aisha mengambil dua t-shirt dengan dua warna yang berbeda, merah dan putih. Dan Wisnu juga Aisha belikan baju klub sepakbola kesayangannya MU, sama seperti Alana.
Setelah puas berburu oleh-oleh, Richard membawa Aisha untuk melihat istana Westminster diwaktu siang .
"Indah diwaktu malam ya mas ," kata Aisha.
"Diwaktu malam, karena dibantu oleh gemerlap lampu."
"Benar juga ya mas, Bantar gebang juga dikasih lampu warna warni juga jadi elegan ," ujar Aisha dengan tertawa.
"Haha... kenapa ingat Bantar gebang, kangen Indonesia ?" tanya Richard.
"Iya mas, kangen makanan Indonesia. Sini juga ada sih, tapi beda rasanya ," kata Aisha.
"Karena kalau di Indonesia itu, masakannya kaya dengan rempah-rempah Nusantara. Jadinya ada ciri khasnya ."
"Besok kita sudah pulang, lambung kita sudah bisa di isi dengan nasi Padang ," kata Richard.
"Hih...ingin nasi Padang mas !" rengek Aisha.
"Apa ? baru tiga hari sudah ngidam ?" goda Richard, dengan memandang kewajah Aisha dengan mata micing sebelah.
"Hih..mas say !" semburat merah merona diwajahnya Aisha.
"Hahaha..ayo kita cari masakan nasi Padang di sini, bagaimana rasanya."
__ADS_1
Richard menyusuri jalanan untuk mencari kuliner khas Asia.
...Bersambung guys.... ...